Hoaks D’Paragon Banjarmasin Tak Ber-IMB, Manajemen Siapkan Langkah Hukum Agya Vs Scoopy di Stagen Kotabaru, Gadis 17 Tahun Patah Kaki Hari Ini, 22 Warga Kotabaru Positif Covid-19 Polisi Ungkap Kronologis Kecelakaan Maut di Cempaka yang Tewaskan 1 Pengendara Ratusan Gram Sabu Gagal Edar di Kukar, Polda Kaltim Ringkus 1 Pelaku

Ketua DPRD Aman, Istri Bupati Kotabaru Kliyengan Usai Divaksin Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 2 Februari 2021 - 14:24 WIB

Ketua DPRD Aman, Istri Bupati Kotabaru Kliyengan Usai Divaksin Covid-19

Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis dan Hj Fatma Idiana Sayed Jafar saat menjadi role model vaksin Covid-19. apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Sepuluh orang di Kabupaten Kotabaru dijadikan role model vaksinasi Covid-19, Selasa (2/2).

Lantas apa reaksi yang mereka rasakan usai divaksin?

Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis, merasa biasa-biasa saja.

Politikus PDI Perjuangan ini sama sekali tak merasakan reaksi ataupun gejala usai divaksin.

“Alhamdulillah, saya tidak merasakan reaksi apa-apa setelah disuntik vaksin,” ujar Syairi, dijumpai wartawan.

Syairi bilang vaksin Covid-19 aman. Vaksin yang disuntik berjenis Sinovac. Buatan China.

“Jadi, untuk masyarakat Kotabaru jangan khawatir. Ini semua demi kesehatan agar terhindar dari Covid-19,” ujarnya.

Sementara, hal berbeda dirasakan oleh Istri Bupati Kotabaru, Fatma Idiana.

Fatma sempat merasakan gejala setelah divaksin.

“Iya, ini agak fly-fly sedikit. Mungkin ini pengaruh vaksin,” ujar Fatma.

Meski begitu, Fatma meminta agar masyarakat Kotabaru tidak takut untuk divaksin.

“Untuk masyarakat Kotabaru jangan ragu dan takut. Ini demi kepentingan kita bersama. Agar Kotabaru aman dari Covid-19,” pintanya.

Sebagai informasi, pejabat lainnya yang menjadi role model, yakni Komandan Lanal Kotabaru, Dandim 1004/Kotabaru, serta beberapa perwakilan tokoh masyarakat.

Sebagai pengingat, Indonesia telah memulai vaksinasi Covid-19 pada Rabu 13 Januari 2021 lalu. Presiden Joko Widodo jadi orang pertama divaksin.

Vaksinasi dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac, Senin 11 Januari 2021.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak menimbulkan efek samping serius.

Dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19), dijelaskan bahwa secara umum, vaksin Covid-19 tidak menimbulkan reaksi pada tubuh, atau apabila terjadi, hanya menimbulkan reaksi ringan.

Vaksinasi justru memicu kekebalan tubuh dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung dalam vaksin.

Reaksi lokal dan sistemik seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam dapat terjadi sebagai bagian dari respons imun. Komponen vaksin lainnya, misalnya bahan pembantu, penstabil, dan pengawet juga dapat memicu reaksi.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Balitbangda Kaji Reklamasi Lahan Pasca-Tambang Kalsel, Simak Hasilnya
apahabar.com

Kalsel

Pria Bersajam Ngamuk di Kotabaru, Ibu Kandung Dipalu hingga Tumbang
apahabar.com

Kalsel

Polresta Banjarmasin Gratiskan Pembuatan SIM, Ini Syaratnya
apahabar.com

Borneo

Cetak Kartu Nikah, Kemenag Kalsel Kekurangan 151 Printer
Banjir Kalsel

Kalsel

Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lokal Diprakirakan Guyur Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Alumni SMANSA Banjarmasin Galang Donasi Bantu Warga Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Gelar Bimtek, RSUD Ansari Saleh Tingkatkan Layanan Aduan Masyarakat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com