Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok

- Apahabar.com Minggu, 28 Februari 2021 - 21:48 WIB

Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok

Dua pelaku penganiayaan Wildan diamankan tim gabungan Polresta Banjarmasin, Minggu (28/2) sore. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Tuntas sudah perburuan polisi terhadap dua pengeroyok Muhammad Wildan (19), mahasiswa asal Tanah Bumbu (Tanbu).

Minggu (28/2) sekitar pukul 17.00 Wita, kedua pelaku dilaporkan datang menyerahkan diri.

“Diantar keluarga,” kata Kapolresta Banjarmasin, Kombes Rachmat Hendrawan.

Kendati demikian, penyerahan diri juga bukan tanpa sebab. Polisi perlu kerja ekstra melakukan penyelidikan. Termasuk mendekati pihak keluarga.

Penyelidikan melibatkan tim gabungan Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin, Resmob Polda Kalsel, dan Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan.

Perundingan setelah polisi mendapati keterangan saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Dari hasil penyelidikan, kita berhasil mengidentifikasi pelakunya,” kata kapolresta.

Pelaku ternyata bernama Erfandi (20) dan Wahyu (24). Mereka warga Jalan Kelayan A/Antasan Segera, Kelurahan Murung Raya, Banjarmasin Selatan.

“Kita dapati foto salah satu pelaku dan kita perlihatkan ke saksi. Saksi membenarkan kalau memang orang yang teridentifikasi oleh kami adalah pelaku,” jelasnya.

Berbekal informasi itu polisi langsung mendatangi tempat biasa keduanya nongkrong.

“Kami juga mengimbau keluarga pelaku secara preventif untuk menyerahkan pelaku,” sambung Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi.

Hingga pada akhirnya, lanjut Alfian, kedua pelaku diantar keluarga mereka ke Mapolresta Banjarmasin.

Atas penganiayaan yang berujung tewasnya Wildan, keduanya dijerat Pasal 170 Ayat 2 ke 3 KUHP.

Untuk senjata tajam yang digunakan untuk menusuk korban ternyata sudah dibuang oleh pelaku.

“Kita juga sedang melakukan pendalaman dan akan menggelar rekonstruksi penganiayaan,” ujar Alfian.

Sebagai pengingat, Wildan dikeroyok oleh dua pria tak dikenal di sebuah warung nasi goreng di kawasan Lingkar Dalam Selatan, Banjarmasin Selatan, Jumat, 5 Februari.

Dini hari itu, Wildan sedang bersama rekannya bernama Putra berniat membeli nasi goreng. Tiba-tiba dua pria tak dikenal mengeroyoknya dengan senjata tajam.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Safari Religi, AKBP Afri Darmawan Kunjungi Ponpes Mathlaul Anwar
apahabar.com

Kalsel

Pandemi Picu Peningkatan Kehamilan di Batola
apahabar.com

Kalsel

Sajikan Jajanan Banjar, Perputaran Uang di Pasar Wadai Bisa Capai Miliaran 
apahabar.com

Kalsel

Sejarah Kekeringan di Banjarmasin; Sungai Bisa Dilewati Gerobak Sapi
Denny

Kalsel

Pamer Buku Strategi Menang Sengketa Pemilu, Denny Beber Alasan Bawa Bakul Purun ke MK!
PPKM

Kalsel

Kalsel Tak Masuk Daftar PPKM, Apindo Tetap Was-Was!
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Kalsel Bertambah 116 Orang, 112 dari Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa Papua Minta Asrama, Rektor ULM: Kami Usahakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com