Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel Amuntai Heboh! Belasan Balita Diduga Keracunan Usai Konsumsi Soto

Mangkir dari Panggilan KPK, Sekdis Kebudayaan DIY Kena Ultimatum

- Apahabar.com Rabu, 24 Februari 2021 - 11:02 WIB

Mangkir dari Panggilan KPK, Sekdis Kebudayaan DIY Kena Ultimatum

apahabar.com, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Dinas (Sekdis) Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Erlina Hidayati Sumardi terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Stadion Mandala Krida yang menggunakan APBD Tahun Anggaran 2016-2017.

Tapi dalam dalam pemanggilan ini, Erlina Hidayati Sumardi justru tidak hadir tanpa keterangan.

“Yang bersangkutan tidak hadir dan tanpa konfirmasi,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, dilansir dari beritasatu.com, Rabu (24/2/2021).

Untuk itu, tim penyidik memutuskan akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Erlina. KPK mengultimatum Erlina untuk koperatif dengan memenuhi panggilan pemeriksaan berikutnya.

“Tim Penyidik KPK akan kembali melayangkan surat panggilan dan KPK mengimbau agar saksi kooperatif hadir sesuai dengan jadwal pemeriksaan selanjutnya,” kata Ali.

Selain Erlina, empat saksi lainnya kasus ini memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik pada Selasa (23/2/2021).

Keempat saksi, yakni Aminto Mangun Diprojo selaku pemilik PT Kenanga Mulya, PT Bimapatria Pradanaraya dan PT. Tata Analisa Multi Mulya; seorang pihak swasta bernama Thomas Hartono; Kepala Bidang Perencanaan Dikpora DIY, Surono dan Sumadi selaku Inspektorat DIY. Dalam pemeriksaan yang dilakukan di Mapolres Sleman ini, tim penyidik mencecar keempat sakso mengenai adanya dugaan keterlambatwn dalam menyelesaikan proyek pembangunan stadion Mandala Krida Yogyakarta.

“Selain itu di konfirmasi juga terkait dugaan peminjaman bendera perusahaan oleh PT DMI (Duta Mas Indah),” kata Ali.

Diketahui, KPK sedang mengusut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta pada APBD tahun anggaran 2016-2017. Bahkan, penanganan kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Seiring dengan ditingkatkannya penanganan perkara ke tahap penyidikan, KPK disebut telah menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Namun, Ali mengaku belum dapat menyampaikan informasi lebih rinci mengenai kasus ini, termasuk mengenai pihak yang telah menyandang status tersangka. Hal ini lantaran masih terdapat serangkaian kegiatan penyidikan.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Kasus ‘Idi Kacung WHO’, Jerinx SID Dituntut 3 Tahun Penjara
apahabar.com

Nasional

FDA Uji Vaksin Covid-19 untuk Anak di Bawah 16 Tahun
apahabar.com

Nasional

PKPU Nomor 4/2017 Diubah, Kepala Daerah Kampanye Pilkada Serentak 2020 Tak Perlu Cuti
apahabar.com

Nasional

Ketika Penggali Kubur Dilantik Jadi Kepala Desa
apahabar.com

Nasional

Dua Roket Mendarat di Zona Hijau Baghdad
kebakaran

Nasional

Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Seorang Anak Nekat Bakar Rumah Sendiri
Libur Idulfitri 2021

Nasional

Skema Libur Idulfitri 2021, Jatah ASN Dipangkas
apahabar.com

Nasional

Vokalis ‘PAS Band’ Alami Kecelakaan Mobil di Cianjur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com