Puluhan Pangkalan Elpiji di Kalsel-Teng Diputus Pertamina! Simak Alasannya Ketika Presiden Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing Hoaks D’Paragon Banjarmasin Tak Ber-IMB, Manajemen Siapkan Langkah Hukum Agya Vs Scoopy di Stagen Kotabaru, Gadis 17 Tahun Patah Kaki Hari Ini, 22 Warga Kotabaru Positif Covid-19

Maret, FKIP ULM Gelar Pertunjukkan Sandratasik Berkarya 10 Secara Virtual

- Apahabar.com Selasa, 16 Februari 2021 - 15:44 WIB

Maret, FKIP ULM Gelar Pertunjukkan Sandratasik Berkarya 10 Secara Virtual

Sutradara Sandratasik Berkarya 10, Febridha Pebrina (tengah) didampingi Ketua Pertunjukan Sandratasik Berkarya 10, Muhammd Ridhoni (kanan). Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com,BANJARMASIN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tetap menggelar pertunjukan Sandratasik Berkarya 10, Maret 2021 mendatang.

Rangkaian acara mempertunjukkan atraksi tarian, musik dan teater yang terinspirasi dari salah satu budaya bahari di daerah Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST).

Bersama apahabar.com, panitia akan menggelar pertunjukkan itu secara virtual lantaran masih di tengah pandemi Covid-19.

Sejak diadakan 2008, ini adalah kali pertama digelar Sandratasik Berkarya lewat daring.

Ketua pelaksana Sandratasik Berkarya 10, Muhammd Ridhoni mengatakan, pertunjukan itu melibatkan dua angkatan FKIP ULM 2017 dan 2018.

Masing-masing angkatan punya andil sendiri dalam gelaran tesebut. “Kalau mahasiswa angkatan 2017 menggarap bagian drama dan tari, kalau 2018 mengarap bagian manajemennya,” kata Ridhoni yang juga mahasiswa Seni Drama Tari Musik (Sandratasik) FKIP ULM saat konfrensi pers di Aula Hasan Bondan, Selasa (16/2) siang.

Ridhoni mengatakan pertunjukam itu melibatkan 24 penari dan 18 pemusik. Harmoni mereka yang akan ditayangkan platfon Youtube dirahap menyita banyak perhatian.

Bahkan tahun ini akan lebih banyak dari penampilan-penampilan dari peserta sebelumnya.

Penampilan kali ini diceritakan terinspirasi dari ritual Batumbang. Yakni sebuah ritual masyarakat Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, HST.

Batumbang adalah ritual yang kerap dilakukan waraga ketika hazat atau nazar yang diinginkan tercapai.

Hal itu pula menjadi salah bentuk syukur masyarakat pada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia yang diberikan.

Dalam prosesinya, warga yang melakukan Batumbang, akan meletakkan kue jenis Apam diatas kepala. Kemudian akan di doakan oleh sesepuh kampung dengan lafal doa Islami.

Prosesi itu bisanya dilakukan di mesjid dan dilaksanakan pada bulan Syawal dan Dzullhijjah, tepatnya sepekan setelah hari raya Idulfitri dan Iduladha.

“Tapi ada juga masyarakat yang melaksanakan Batumbang di hari-hari biasa,” ujar Sutradara Sandratasik Berkarya 10, Febridha Pebrina.

Febridha mengatakan dari inspirasi itu karya kali ini berjudul ‘Pesan 2.100 detik’.

Dia mengartikan dua ribu itu adalah banyak, dan detik menunjukan waktu. Maksudnya adalah banyak hal yang ingin disampaiakan dalam garapan seni kali ini.

“Perjuangannya luar biasa, apa lagi kondisi pandemi seperti ini usaha latihanya pun tidak mudah,” kata ujarnya.

Dia berharap, dengan pertunjukan kali ini, budaya masyarakat bisa dikenal dan dilestariakan.(*)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mulai 3 Februari, ASN Batola Tak Bisa Titip Absensi
apahabar.com

Kalsel

Pilkades Serentak, Polres Balangan Kerahkan 107 Personel   
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Pendaki akan Kibarkan Merah Putih di Gunung Halau-Halau
apahabar.com

Kalsel

BMKG: Waspada, Potensi Hujan Berpetir dan Angin Kencang di Wilayah Kalsel Hari Ini!
Martapura

Kalsel

Polisi Ungkap Fakta Mayat di Sungai Martapura Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Reses Tahunan, Cuncung Sebar Ratusan Paket Sembako di Banjarmasin

Kalsel

Geger Mayat Perempuan di Jalan Pramuka Banjarmasin, Begini Kronologinya
apahabar.com

Kalsel

Polda Kalsel dan Korem 101/Antasari Bagi Makanan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com