Gunung Sinabung Erupsi, Abu Vulkanik Sampai ke Aceh Blakblakan Bos Pangkalan Banjar Gelembungkan Harga Elpiji: Utang di Bank Bikin Cenat-Cenut Detik-Detik Kaburnya 4 Napi Kandangan, Jebol Teralis hingga Panjat Genteng BREAKING! Polisi Tangkap 4 Narapidana Kabur dari Rutan Kandangan Bertambah 13 Orang, Covid-19 di Tanbu Tembus 1.902 Kasus

Mau ke Timur Tengah, 5 Perempuan Tapin Terciduk di Bandara

- Apahabar.com Selasa, 2 Februari 2021 - 20:04 WIB

Mau ke Timur Tengah, 5 Perempuan Tapin Terciduk di Bandara

Kelima diduga korban calo sindikat TKI menjalani pemeriksaan di Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Banjarbaru. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Nasib malang dialami 5 warga Kabupaten Tapin. Mereka diamankan petugas Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin saat akan bertolak ke Timur Tengah, Senin (1/2).

Para perempuan dari empat kecamatan berbeda di Tapin itu diduga hendak menjadi tenaga kerja ilegal (TKI) ilegal.

Mereka berhasil terendus sweeping Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Banjarbaru bersama petugas keamanan bandara (avsec), dan kepolisian bandara di area keberangkatan.

Awalnya, petugas hanya menemukan 3 wanita yang mengaku dibawa oleh calo bernama Wahidah itu.

Tak lama setelahnya, mereka kembali menemukan 2 wanita yang juga berasal dari Tapin. 2 Wanita ini mengaku dibawa oleh calo bernama Latipah.

Belakangan diketahui, dua di antara 5 yang diduga TKI itu memiliki visa turis ke UEA yang akan digunakan untuk bekerja.

Dari keterangan kelima korban TKI, mereka diantar oleh calo masing-masing untuk masuk ke bandara secara mandiri. Setelah itu kedua calo menghilang.

Mereka juga mengaku diberikan pesan oleh sang calo setelah di Jakarta akan dijemput oleh orang yang bernama Rusli untuk dibawa ke penampungan.

Kelima korban calo itu berinisial EI, NH warga Kecamatan Tapin Tengah, dan MH warga Kecamatan Bakarangan.

Selanjutnya, MW warga Kecamatan Tapin Utara dan RW Tapin Selatan.

Temuan tersebut dibenarkan Humas Bandara Internasional Syamsudin Noor, A Zulfian Noor saat dikonfirmasi apahabar.com, Selasa (2/2) sore.

Zufian mengatakan para korban dibawa ke kantor UPT BP2MI Banjarbaru untuk dilakukan pemeriksaan.

Fachrizal, Sub Koordinator Perlindungan, UPT BP2MI Banjarbaru mengatakan proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Setelah di-BAP, korban difasilitasi menuju Dinas Ketenagakerjaan Tapin untuk diterima Satgas di sana, agar dilakukan pendataan,” ujarnya via sambungan whatsapp.

Proses selanjutnya, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Polda Kalsel.

“Dikarenakan adanya alat bukti paspor dan visa diharapkan law enforcement akan bisa dilakukan,” ujarnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ancaman Karhutla di Kalsel, SBI Was-was Konflik Bekantan dengan Warga
Logistik

Kalsel

Pendistribusian Pertama Logistik Pilkada di Wilayah Terluar HST Libatkan Masyarakat Adat
PT Smart

Kalsel

Duh, Belasan Karyawan hingga Bos PT Smart Tbk Kotabaru Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

DPRD Kalsel Sinkronkan Litbangda dengan Kalteng
apahabar.com

Kalsel

Paman Birin Sebut Program Listrik 24 Jam Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Desa Terpencil
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Darurat Runtuh, Akses ke Desa Panaan di Tabalong Kalsel Terganggu
apahabar.com

Kalsel

Mulai 25 Maret, Siswa SD dan SMP di Batola Dirumahkan
apahabar.com

Kalsel

Pasien Sering Kabur, Banjarmasin Siapkan Ceramah Online
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com