Adaro-PAMA ‘Cerai’, Bagimana Nasib 4.850 Karyawannya? Tertular dari Istri, Mantan Wagub Kalsel Rudy Resnawan Positif Covid-19 Hari Ini, Giliran Perwira dan Prajurit Lanal Kotabaru Divaksin Covid-19 Sempat Lambat Panas, Dwigol Garuda Muda Gasak Tira Persikabo Terungkap, 8 DPC Demokrat Kalsel Membelot Ikuti KLB Sumut!

Menilik Gaji Kru MotoGP, Jangan Bandingkan Dengan Tim Balap Lokal

- Apahabar.com Jumat, 19 Februari 2021 - 12:00 WIB

Menilik Gaji Kru MotoGP, Jangan Bandingkan Dengan Tim Balap Lokal

Berpengalaman selama puluhan tahun di MotoGP, Santi Hernandez menjadi salah satu aktor penting dibalik kesuksesan Marc Marquez. Foto: Michelin

apahabar.com, HAMAMATSU – Bukan perkara mudah berkecimpung di dunia balap motor elit seperti MotoGP. Tak mengherankan juga kalau pendapatan kru setiap tim memperlihatkan angka yang mencengangkan.

Setiap pabrikan biasanya memiliki tim kecil yang terdiri kepala kru, mekanik, analis data, ahli suspensi hingga media officer.

Sesuai dengan namanya, tugas kepala kru terbilang berat. Sosok ini bertanggung jawab terhadap segala kegiatan di paddock, serta harus punya pengetahuan teknis yang mendalam.

Meski dibebani tugas berat, kepala kru memiliki penghasilan tertinggi di paddock semua tim MotoGP.

Dilansir dari Okezone, biasanya gaji seorang kepala kru berkisar 40 hingga 130 ribu euro per tahun atau sekira Rp600 juta hingga Rp 2 miliar.

Jumlah itu masih tergantung kinerja dan prestasi. Menggunakan dua indikator itu, bisa dibayangkan bayaran Santi Hernandez.

Santi Hernandez adalah sosok dibalik kesuksesan Marc Marquez menjadi juara dunia, baik di Moto2 maupun MotoGP.

Namun sebelum mencapai titik itu, Santi Hernandez adalah staf mekanik Alex Criville, Tetsuya Harada, Sete Gibernau, Colin Edwards, Alex Barros hingga Valentino Rossi.

Selain kepala kru, juga terdapat tim analisis data yang bertugas mengumpulkan dan membandingkan berbagai data motor. Mulai dari akselerasi, sistem pengereman dan sebagainya.

Pekerjaan analis data terbilang sulit, karena karena hasil yang mereka produksi menjadi bahan diskusi mekanik dan pembalap.

Analis data biasanya mendapat bayaran sebesar 5 hingga 80 ribu euro per tahun atau sekitar Rp 539 juta hingga Rp1,2 miliar sesuai kemampuan dan pengalaman.

Uniknya bayaran tim analisis data yang berasal dari Italia, lebih besar dari orang Spanyol. Tidak dijelaskan penyebab perbedaan itu, tapi ditengarai akibat pajak pendapatan karyawan freelance.

Selanjutnya adalah mekanik yang mengurus segala hal terkait motor. Andai si pembalap sudah percaya penuh, mereka bisa bertahan hingga bertahun-tahun.

Hal itu dirasakan Jeremy Burgess atau Silvano Galbusera yang selama bertahun-tahun menjadi mekanik kepercayaan Valentino Rossi.

Umumnya gaji mekanik berkisar antara 25 hingga 70 ribu euro per tahun atau sekitar Rp385 juta hingga Rp 1,1 miliar.

Peran media officer juga tidak bisa dipinggirkan. Mereka mengurus segala yang berkaitan dengan publikasi seperti jumpa pers, hingga menyusun informasi tim atau pembalap kepada media.

Namun media officer memiliki gaji paling rendah di setiap tim MotoGP. Bayaran umum yang diterima tidak lebih dari 30 euro per tahun atau setara Rp462 juta.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Tiga Gol Bersarang di Gawang Aditya, Barito Tersingkir di Piala Indonesia
apahabar.com

Sport

Mobil Terbelah dan Terbakar di Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut
apahabar.com

Sport

Perdana di Dunia, Liga Korsel Kembali Digelar Besok
apahabar.com

Sport

Hadapi Barito, CEO Minta Kalteng Putra Wajib Menang di 17 Mei Banjarmasin
apahabar.com

Sport

Fans Messi Nekat Labrak Protokol Covid-19 Saat Barca Libas Mallorca
apahabar.com

Sport

Singkirkan Muenchen, Liverpool Lengkapi Wakil Inggris di Liga Champions
apahabar.com

Sport

Debut Perdana Evan Dimas Berakhir Pilu
apahabar.com

Sport

Trio Papua Mencoba Peruntungan di Perseban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com