Dituding Gelembungkan Suara, Komisioner KPU Banjar Belum Berniat Polisikan Saksi Polisi Buru Perempuan Pelaku Prostitusi Online via MiChat di Balikpapan Alasan Mengapa Ananda-Mushaffa Sulit Menang di MK Bertambah 26, Positif Covid-19 Kotabaru Jadi 1.285 Orang Pastikan Berfungsi Baik, Propam Polres Tala Periksa Puluhan Senpi Anggota

Menko Luhut Dorong Integrasi Data dalam Penanganan Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 6 Februari 2021 - 17:20 WIB

Menko Luhut Dorong Integrasi Data dalam Penanganan Covid-19

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan terus mendorong adanya integrasi data kasus dalam penanganan pandemi.

Menurut Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi itu, pemerintah memiliki tugas untuk menyelesaikan persoalan data kasus Covid-19 antara pusat dan daerah yang belum sepenuhnya terintegrasi.

Melansir Antara, Menko Luhut dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, ahli kesehatan, dan epidemiolog yang berlangsung secara virtual pada Kamis (4/2/2021), sempat menyampaikan bahwa masih ada hampir 2 juta data atau mungkin lebih data yang belum di-entry.

Namun, Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi menjelaskan 2 juta data tersebut bukan data kasus positif yang ditutupi. Namun justru kasus-kasus negatif yang belum terlaporkan.

Hal itu disebabkan karena selama ini banyak laboratorium yang cenderung lebih dahulu melaporkan kasus positif agar segera mendapat penanganan, sehingga data kasus negatif tertunda untuk dilaporkan.

“Sebenarnya bukan dua juta kasus positif yang belum masuk. Tetapi, ada banyak hasil tes negatif yang tertunda untuk dilaporkan oleh laboratorium. Karena jumlah tes yang besar dan tenaga entry terbatas, laboratorium cenderung lebih dahulu melaporkan hasil positif agar bisa segera ditindaklanjuti,” kata Jodi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Jodi mengatakan beberapa pihak mungkin salah menangkap maksud dari apa yang disampaikan Menko Luhut dalam pertemuan virtual dengan epidemiolog.

Menurut dia yang dimaksud Menko Luhut akan berpengaruh pada positivity rate adalah dua juta data tersebut justru akan membuat angka positivity rate menurun, bukan meningkat.

“Jadi, ketika data tersebut nanti sudah terintegrasi dan dimasukkan, angka positivity rate juga akan turun karena memang banyak data kasus negatif yang tertunda untuk dilaporkan sebelumnya. Jadi, artinya bukan ada kasus positif yang ditutupi dan yang ditakutkan terjadi lonjakan rasa-rasanya tidak akan terjadi,” ujar Jodi.

Ia mengatakan integrasi data masih menjadi masalah dalam penanganan Covid-19. Sejak awal, Menko Luhut pun fokus pada integrasi sistem manajemen yang baik, sehingga data yang disampaikan bisa faktual dan nyata.

Jodi menambahkan Menko Luhut pun terus mendorong perwujudan big data kesehatan yang menampung dan mengintegrasikan berbagai sumber data kesehatan, seperti rekam medis elektronik, BPJS Kesehatan, vaksin, dan lain sebagainya, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Memang ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Tapi, Menko Luhut melihat pandemi ini sebagai momentum yang tepat bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem database kita, bukan hanya di bidang kesehatan, tapi lainnya juga. Supaya ke depan kita bisa punya sistem manajemen data yang baik,” ujarnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Rusuh Manokwari, Peter Tak Menyangka Gedung DPRD Papua Barat Dibakar
apahabar.com

Nasional

Sulteng Bakal Diuntungkan Jika Ibu Kota di Kaltim
Pilkada

Nasional

Target Pemilih 77,55 Persen Pilkada 2020, Analis: Ketinggian
apahabar.com

Nasional

27,3 Juta Orang Sudah Terdaftar Terima Kuota Internet Gratis, Anda Termasuk?
apahabar.com

Nasional

Komnas HAM: Tangan Para Pekerja Diikat Lalu Ditembak
Ridho Rhoma

Nasional

Ridho Rhoma Ditangkap Lagi Terkait Narkoba, Manajemen Belum Tahu
apahabar.com

Nasional

Gempa M 5,9 Selasa Pagi Getarkan Maluku Utara, Terasa hingga Manado
apahabar.com

Nasional

Kaltim Siapkan Lahan Khusus, Antisipasi Urbanisasi Jika Jadi Ibu Kota
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com