Geger! Jasad Pria Mengapung di A Yani Km 11 Kertak Hanyar Sempat Padam, Sistem Kelistrikan Kalselteng Kembali Pulih Tampil Perdana, Munthe FC Kotabaru Puas Jadi Runner-Up Belum Sejam, Polres HSS Ciduk 3 Terduga Pengedar Sabu Sebagian Kalsel Alami Pemadaman Aliran Listrik, Ternyata Ini Penyebabnya

Pascabanjir di HST, Warga Batu Benawa Krisis Air Bersih

- Apahabar.com     Jumat, 5 Februari 2021 - 12:08 WITA

Pascabanjir di HST, Warga Batu Benawa Krisis Air Bersih

Seorang warga Waki mengambil air bersih dari tandon yang diisi relawan, Kamis (4/2). Foto: apahabar.com/Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Kurang lebih dua pekan pascabanjir yang menerjang Hulu Sungai Tengah (HST), sejumlah kecamatan masih krisis air bersih.

Kondisi paling parah harus dirasakan warga Kecamatan Hantakan dan Batu Benawa, mengingat Sungai Hantakan masih keruh bercampur lumpur.

Selain sumber air utama di Hantakan dan Batu Benawa, Sungai Hantakan juga merupakan bahan baku utama PDAM dalam mengolah air bersih.

Sebenarnya warga sempat berharap kepada Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), terutama warga Desa Waki di Kecamatan Batu Benawa.

Air yang dikelola juga jauh lebih baik, karena tidak mengambil bahan baku Sungai Hantakan, melainkan dari sungai lain di Waki.

Namun akibat banjir bandang 13 Januari 2021, pipa-pipa yang terhubung dari Pamsimas ke rumah warga sudah terputus.

“Padahal Pamsimas itu baru selesai dibangun dan dalam masa pemeliharaan. Hampir 90 persen warga menggunakan air itu,” jelas Sekretaris Desa Baru-Waki, Nurhidayah, Kamis (4/2).

Mengatasi kerusakan Pamsimas, juga dilakukan upaya pengeboran air. Namun air yang diperoleh belum mampu memenuhi keperluan warga sehari-hari.

“Praktis warga masih mengandalkan bantuan relawan, termasuk dari PDAM, karena air dari sumbur bor kurang memadai,” beber Nurhidayah.

Tersedia 20 tandon air bantuan berisi 1.200 liter yang ditempatkan di sejumlah titik tertentu di Waki.

“Kami masih memerlukan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Sampai sekarang kami bergantung kepada pasokan air dari luar,” lirih Nurhidayah.

Sementara Bhabinkamtibmas Polsek Hantakan, Aiptu Nanang, menjelaskan ketersediaan air bersih di Waki masih terbatas.

Nanang mengetahui persis kondisi tersebut, karena turut membantu warga di Waki mengebor sumur dan membuat kamar mandi umum.

“Ketersediaan air bersih di Waki memang terbatas, sementara suplai air bersih dari relawan belum mencukupi keperluan harian warga,” ungkap Nanang.

“Makanya kami melakukan berbagai cara, termasuk mengebor air. Namun masalahnya belum semua warga dapat mengakses sumur bor,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Resep Singkong Thailand, Kudapan Lezat Buka Puasa
Kapolresta Balikpapan

Tak Berkategori

Tak Tega Suruh Pulang PKL di Malam Iduladha, Kapolresta Balikpapan Borong Dagangan Mereka
apahabar.com

Tak Berkategori

Pesantren Diminta Lebih Melek Digital
apahabar.com

Tak Berkategori

Wali Kota Banjarbaru Tunaikan Kewajiban Nyoblos
apahabar.com

Tak Berkategori

Kobaran Api di Batulicin Diduga dari Kipas Angin yang Korslet
apahabar.com

Tak Berkategori

Bahaya Broken Home, Acil Odah: Abis Curhat-curhatan Muncrat-muncratan
pasar bauntung lama

Tak Berkategori

Ngotot, PKL Pasar Bauntung Lama Banjarbaru Enggan Direlokasi

Tak Berkategori

Dalam 3 Hari, Polsek Banjarmasin Selatan Ungkap 2 Kasus Narkoba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com