POPULER SEPEKAN: Viral Penjual Gorengan di Sekumpul, Adaro-Pama Cerai, hingga Transkrip PPK Banjar Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19

Pascabanjir, Penyeberangan Darurat Lanting Berkatrol Mudahkan Warga Waki HST

- Apahabar.com Minggu, 7 Februari 2021 - 07:57 WIB

Pascabanjir, Penyeberangan Darurat Lanting Berkatrol Mudahkan Warga Waki HST

Satu keluarga menyeberangi Sungai Hantakan menggunakan lanting berkatrol, Sabtu (6/2). Foto-apahabar.com/Lazuardi.

apahabar.com, BARABAI – Banjir yang menerjang Hulu Sungai Tengah (HST) mengakibatkan sejumlah jembatan gantung terputus. Terutama yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Hantakan yang mengalir ke Kota Barabai.

Berdasarkan data BPBD HST per 5 Februari tadi, se HST ada 85 jembatan yang rusak akibat banjir. Mulai dari rusak hingga terputus.

Ambil contoh di Desa Alat Kecamatan Hantakan dan Desa Baru-Waki Kecamatan Batu Benawa. Kedua kecamatan yang pertama kali dihantam banjir bandang pada Rabu malam (13 Januari), membuat jembatan gantung rusak hingga terputus.

Di Waki, ada 4 jembatan gantung yang terputus. Jembatan itu menghubungkan Desa Waki dengan Desa Batu Tunggal, Hantakan.

Jembatan itu menjadi akses utama warga untuk bepergian terutama untuk ke ladang atau perkebunan.

“Terutama mereka yang menyadap karet,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Baru-Waki, Nurhidayah kepada apahabar.com belum lama tadi.

Dengan penyeberangan tersebut, warga bisa memanfaatkan waktu tanpa harus keliling jauh-jauh hanya untuk menyeberang.

Namun kini kondisi jembatan itu luluh lantak. Hanya terlihat tunggul dan kayu yang terlantar di tepi sungai. Aktivitas warga pun menjadi terganggu.

Para relawan dan warga bahu-membahu membuat penyeberangan darurat. Supaya memudahkan warga menyeberangi sungai.

Pantauan apahabar.com, pada sejumlah titik jembatan yang rusak, sudah dibuat beberapa penyeberangan darurat. Rata-rata terbuat dari lanting atau rakit bambu.

Di Waki misalnya. Relawan dan warga membuat lanting terikat dengan tali tambang. Mempermudah teknis penyeberangan, dipakailah katrol pada tali tambang tadi.

Salah satu warga, Sahrani menyebutkan jembatan darurat itu mulai bisa digunakan warga pada hari ke dua pascabanjir. Atau sejak Jumat (15 Januari).

Untuk mengoprasikannya pun tidak ada petugas khusus. Orang tua hingga anak-anak nampak terbiasa menggunakan penyeberangan darurat itu.

Bobot maksimal untuk lanting katrol ini hanya bisa menampung 5 orang.

“Jika arus deras dan naik, rakit ini tidak bisa dipakai,” tutup Sahrani.

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Chairansyah

HST

Usai Nyoblos Bersama Istri, Chairansyah Monitoring Beberapa TPS di HST
Banjir

HST

Bupati Barito Utara Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir HST
vaksinasi covid-19

HST

Siap-Siap, Tahap Pertama Vaksinasi di HST Digelar Februari
paripurna

HST

DPRD HST Gelar Rapat Paripurna, Aulia-Mansyah Segera Dilantik
Polri

HST

Dikawal Polsek Amuntai Selatan 12 Pikap Bantuan dari HSU Bergerak ke HST
apahabar.com

HST

Usai Dilantik, Kepala Daerah HST Terpilih Independen Segera Bertemu DPRD
apahabar.com

HST

Masjid Ainun Jaariyah di Lunjuk HST Berdiri, Chairansyah: Eratkan Ukhuwah Islam
apahabar.com

HST

Detik-Detik Anggota Wanadri Berdarah Banjar Meninggal di Pegunungan Meratus HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com