Kepergok Mesum, Dua Sejoli di Tapin Langsung Dinikahkan di Depan Warga Habib Banua Sedih Jokowi Legalkan Produksi Miras, Sentil Para Pembisik Presiden Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok BRAVO! Para Penusuk Wildan Mahasiswa ULM asal Tanbu Diringkus Polisi Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta Beredar, Bawaslu Turun Tangan

Pembunuhan Gadis di Kubar, Polisi Minta Warga Tidak Terprovokasi

- Apahabar.com Selasa, 9 Februari 2021 - 21:39 WIB

Pembunuhan Gadis di Kubar, Polisi Minta Warga Tidak Terprovokasi

Ilustrasi pembunuhan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Kutai Barat tengah diramaikan kasus pembunuhan seorang gadis setempat oleh pria berinisial MM (21).

Situasi pun memanas lantaran disebut-sebut warga etnis tertentu terancam diusir dari Kutai Barat (Kubar) bila pelaku tidak memenuhi hukuman denda adat.

Adapun hukuman denda adat tersebut yakni menyerahkan 4.120 antang (guci) yang jika dinilai rupiah sebesar 1,648,000,000. Belum lagi ditambah biaya acara adat kematian korban sebesar Rp 250,000,000. Sehingga total yang harus dibayarkan yakni Rp 1,898,000,000. Denda tersebut diberi target waktu pembayaran dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

Kapolres Kutai Barat AKBP Irwan Yuli Prasetyo mengatakan bahwa kasus tersebut adalah kriminal murni, tidak ada sangkut pautnya dengan suku.

“Betul, itu kriminal murni, nggak ada sangkutan sara,” ujarnya kepada apahabar.com, Selasa (9/2).

Irawan membantah bahwa situasi di Kubar sedang memanas. Sebab sejauh ini kondisi di Kubar masih dalam kondisi aman-aman saja alias kondusif. Dirinya meminta masyarakat agar tidak terprovokasi terhadap isu yang mengaitkan terhadap asal usul suku.

“Pengamanan tetap lakukan monitoring, soalnya situasi disini kondusif aja, aman terkendali,” tuturnya.

Ditanya terkait denda adat tersebut, Irwan meminta kepada tersangka dan keluarga agar bisa berkoordinasi dengan warga adat. Sebab denda yang terbilang besar itu sulit dibayarkan oleh pelaku.

“Berkaitan dengan denda yang sulit untuk dibayar, agar tersangka dan keluarga bisa berkoordinasi dengan lembaga adat kembali,” tuturnya.

Untuk menjaga situasi agar tetap kondusif, pihaknya terus melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh masyarakat di Kutai Barat agar tidak terjadi hal yang diinginkan.

“Iya, tindak lanjutnya terus penggalangan kepada tokoh-tokoh adat agar menjaga situasi kondusif,” ungkapnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Hijaukan Lingkungan Mapolres, Polres PPU Tanam Berbagai Jenis Pohon
apahabar.com

Kaltim

Ribuan Warga Penajam Dapat BST Rp 600 Ribu
apahabar.com

Kaltim

Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Dirundung Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diimbau Waspada
apahabar.com

Kaltim

Haru Iringi Pelepasan Dewaruci di Kaltim
apahabar.com

Kaltim

Kampung Inggris Penajam Segera Dibangun
apahabar.com

Kaltim

Akses Keluar Masuk Kutai Timur Diperketat
apahabar.com

Kaltim

Bupati AGM: Jembatan Tol Teluk Balikpapan-PPU Wajib dan Harus Dibangun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com