Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Perekonomian AS Membaik, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah

- Apahabar.com Jumat, 26 Februari 2021 - 18:42 WIB

Perekonomian AS Membaik, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah

Rupiah melemah terhadap dolar AS. Foto-Antara/Yudhi Mahatma

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (26/2) sore ditutup melemah terhadap dolar AS.

Pelemahan rupiah seiring membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS).

Rupiah ditutup melemah sebesar 93 poin atau 0,66 persen ke posisi Rp 14.111 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.018 per dolar AS.

“Membaiknya data ekonomi AS mendorong arus modal masuk ke negara tersebut dan memperkuat nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara lainya,” kata Analis Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail dalam kajiannya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat.

Menurut dia, ekspektasi perekonomian AS yang membaik mendorong kenaikan yield obligasi AS sehingga memicu perpindahan dana ke aset dolar AS yang akhirnya menekan rupiah.

Saat ini, lanjut dia, pelaku pasar uang juga sedang menunggu data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS periode Januari tahun ini. Jika data itu membaik kemungkinan akan memperkuat indeks dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan untuk tenor 10 tahun, yield (imbal hasil) obligasi AS menembus level 1,56 persen, kondisi itu mendorong pelaku pasar untuk mengalihkan dananya dalam bentuk dolar AS.

“Naiknya yield obligasi pemerintah AS ini membuat dolar AS lebih menarik dibandingkan aset mata uang lainnya,” katanya.

Ia menambahkan kenaikan yield obligasi AS untuk tenor jangka panjang itu didukung oleh outlook pemulihan ekonomi dan kenaikan inflasi di AS.

Sementara itu tercatat rupiah pada pagi hari tadi dibuka melemah tujuh poin menjadi Rp 14.025 per dolar AS dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 14.018 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan rupiah melemah Rp 14.229 per dolar AS, dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp 14.104 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Menguat

Ekbis

Dipicu Harapan Stimulus AS, Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Jaga Ketersediaan Pangan, Pemerintah Siapkan Lahan Lumbung Padi Baru di Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Kredit Triwulan I Kaltim Tumbuh Melambat
apahabar.com

Ekbis

Kolaborasi Telkomsel Bersama LLDIKTI Wilayah XI Hadirkan Paket Data Solusi PJJ Bagi Mahasiswa dan Dosen
apahabar.com

Ekbis

Indonesia-Belanda Capai Kerja Sama Bisnis Senilai 1 Miliar Dolar
apahabar.com

Ekbis

Terkerek Bursa Global, IHSG Berpotensi Menguat
Saham Prancis

Ekbis

Bursa Saham Global Terkoreksi, IHSG Ikut Bergerak Melemah
apahabar.com

Ekbis

Di Ambang Kebangrutan, Pizza Hut Ajukan Perlindungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com