Gunung Sinabung Erupsi, Abu Vulkanik Sampai ke Aceh Blakblakan Bos Pangkalan Banjar Gelembungkan Harga Elpiji: Utang di Bank Bikin Cenat-Cenut Detik-Detik Kaburnya 4 Napi Kandangan, Jebol Teralis hingga Panjat Genteng BREAKING! Polisi Tangkap 4 Narapidana Kabur dari Rutan Kandangan Bertambah 13 Orang, Covid-19 di Tanbu Tembus 1.902 Kasus

Polemik Pengelola Feri Alalak dan Wabup Batola, Supir Jadi Korban

- Apahabar.com Selasa, 9 Februari 2021 - 19:27 WIB

Polemik Pengelola Feri Alalak dan Wabup Batola, Supir Jadi Korban

Ratusan truk pengangkut mengantre penyeberangan di Sungai Alalak, menyusul kerusakan Jalan Gubernur Syarkawi akibat banjir. Foto: apahabar.com/Riyad Dafhi

apahabar.com, BANJARMASIN – Polemik antara pengelola feri truk angkutan barang di Sungai Alalak dengan Wakil Bupati Barito Kuala, dipastikan berbuntut panjang.

Polemik itu telah menyebabkan penghentian operasional feri Landing Craft Tank (LCT) milik PT Ranissa 831 terhitung mulai, Selasa (9/2) siang.

Akibat dihentikan sementara, antrean truk pun semakin mengular di Jalan Brigjend Hasan Basry Banjarmasin Utara. Demikian pula di Handil Bakti Batola.

Bahkan hingga pukul 18.00, antrean truk itu sudah mencapai Jalan S Parman Banjarmasin. Bukan tidak mungkin antrean tersebut bertambah panjang, seandainya feri tidak kembali beroperasi.

Pihak yang terdampak tentu saja sopir truk. Terlebih beberapa di antara sudah menunggu berjam-jam.

“Saya keberatan kalau feri setop operasi. Sudah badan lelah, mesti menunggu hal yang tidak pasti begini,” cetus Gusti, sopir truk yang membawa bahan bangunan ke Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

“Kalau soal biaya, sebenarnya tidak masalah dan terpenting barang cepat sampai. Saya minta pemerintah agar cepat mencarikan solusi,” tambahnya.

Keberatan juga dirasakan oleh Anto yang sudah dua hari dua malam menunggu antrean untuk menyeberang.

“Setelah dekat giliran saya, feri malah berhenti operasi. Pemerintah semestinya peka terhadap keadaan, karena feri sudah banyak membantu,” jelas sopir truk yang membawa minyak kelapa tujuan Palangkaraya ini.

“Dengan kondisi sekarang, pemerintah semestinya bisa lebih cepat mencarikan solusi, seperti melakukan perbaikan infrastruktur,” tandasnya.

Penyetopan operasional LCT itu disebabkan keberatan pengelola dengan penyataan Wakil Bupati Batola melalui media sosial.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Banjarmasin

Puluhan Aset Pemkot Banjarmasin Dilelang, Harga Dibuka dari Ratusan Ribu
Sungai

Banjarmasin

Kini, Hanya 60 Sungai di Banjarmasin Masih Aktif
Plh Wali Kota Banjarmasin

Banjarmasin

Masa Jabatan Ibnu-Herman Habis, Mukhyar Resmi Isi Plh Wali Kota Banjarmasin
Vaksinasi Covid-19

Banjarmasin

Sebagian Kecil Nakes di Banjarmasin Gagal Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Sebabnya

Banjarmasin

Detik- Detik Portal Baja Jembatan Alalak Dua Dilepas Tiga Petugas
sungai

Banjarmasin

Deadline 2×24 Jam, Bangunan dan Ruko Banjarmasin Hambat Aliran Sungai Bakal Dibongkar
Status Darurat Banjir

Banjarmasin

Banjarmasin Perpanjang Status Darurat Banjir
PDAM Bandarmasih

Banjarmasin

Terbukti Teladan, Empat Pelanggan PDAM Bandarmasih Raih Motor 150 cc
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com