Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN

PPKM Mikro dan Normalisasi Sungai di Kota Banjarmasin Terus Digalakkan

- Apahabar.com Selasa, 16 Februari 2021 - 16:22 WIB

PPKM Mikro dan Normalisasi Sungai di Kota Banjarmasin Terus Digalakkan

Pemkot Banjarmasin menggelar Rakor terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro serta Normalisasi Sungai pascabanjir di Kota Banjarmasin, di Hotel Victoria River View, Senin (15/02). Foto-Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro serta Normalisasi Sungai pascabanjir di Kota Banjarmasin, di Hotel Victoria River View, Senin (15/02).

Rakor tersebut secara resmi dibuka langsung oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina didampingi Ketua DPRD Kota Banjarmasin Harry Wijaya, Kasdim 1007 Banjarmasin Letkol ARM Agung Nugroho, dan Forkopimda.

Dalam paparannya, H Ibnu Sina menekankan PPKM skala mikro harus lebih detail penerapannya sehingga digelar penerapannya dari tanggal 9 Februari sampai 22 Februari 2021 atau dengan durasi selama dua pekan.

“Selama dua pekan ini kita yang kemarin sempat terhenti karna bencana banjir kini akan segera disinkronkan lagi,”ucapnya

Kemudian, Ibnu Sina menjelaskan terkait PPKM skala mikro yang sebelumnya hanya ditandai dengan 3 zona warna: hijau, kuning serta merah.

Namun sekarang dengan mengikuti kriteria dari Kementrian Dalam Negeri, diubah menjadi 4 zona: yaitu hijau, kuning, orange, dan merah.

Dalam rakor tersebut banyak masukan terkait penerapan PPKM skala mikro. Disisi lain soal Satgas Normalisasi Sungai pascabanjir di Banjarmasin turut dibahas secara detail oleh para pemangku kebijakan itu.

“Banyak masukan yang harus kita perbaiki, terutama tadi banyak usulan soal PPKM ini. Di tingkat kelurahan ada sebagian yang memang zona merah, namun mereka bisa merencanakan per RT. Jadi sekarang tidak lagi satu kelurahan dijadikan merah tetapi RT itu saja yang dimerahkan kalau memang ditemukan kasus,” ungkapnya

Sementara soal normalisasi sungai, menurut H Ibnu Sina akan ada batas waktu sosialisasi kepada masyarakat yang terkena pembongkaran bangunan di atas sungai.

Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi terdapat penyumbatan aliran sungai karena sekarang di Kota Banjarmasin curah hujan tergolong tinggi.

“Saya kira inilah momentumnya sehingga kota Banjarmasin bisa menata ulang drainase sungai-sungai dan itu untuk kemaslahatan kita bersama,”pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Meresahkan, Dua Pengamen Pasar Siring Banjarmasin Dapat Siraman Rohani
apahabar.com

Kalsel

Diamankan Polisi, 7 Pemuda Mabuk Gaduk Saat Aksi Demo di Banjarmasin Dikonseling
PDAM Bandarmasih Alirkan Air Mata Bahagia Warganya

Kalsel

PDAM Bandarmasih Alirkan Air Mata Bahagia Warganya
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Warga Banjarbaru Perhatikan Peringatan BMKG Hari Ini
Supian HK

Kalsel

Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Banjir Kalsel, Supian HK: Terima Kasih Pak Jokowi

Borneo

Akhir Pekan Bingung ke Mana, Ayo Merapat ke Murjani Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Kawal AKB, Polda Kalsel Sisipkan Protokol Kesehatan di Operasi Patuh Intan 2020
apahabar.com

Kalsel

Hasil PCR di IGD RSUD Abdul Aziz Marabahan Batola, 4 Nakes Terpapar Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com