Teritip Geger! Pekebun Tewas Tergantung di Kamar Mandi Majikan Praktik Jual-Beli Pangkalan Elpiji Kalsel Terendus di Level Agen! Catat! Warga Banjarmasin Sudah Divaksin Corona Tetap Harus Swab Pengadaan Mobdin di Banjarmasin Terancam Berhenti, Simak Alasannya Puluhan Pangkalan Elpiji di Kalsel-Teng Diputus Pertamina! Simak Alasannya

Produksi Lambat Pulih, Harga Minyak Melonjak

- Apahabar.com Selasa, 23 Februari 2021 - 08:31 WIB

Produksi Lambat Pulih, Harga Minyak Melonjak

Ilustrasi kilang minyak. Foto: Net

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak melonjak hampir empat persen pada akhir perdagangan Senin (22/2) atau Selasa pagi WIB.

Harga melonjak didorong perkiraan lambatnya pemulihan produksi minyak mentah AS setelah cuaca beku selama pekan lalu di Texas dan menghentikan produksi di negara bagian penghasil energi terbesar Amerika Serikat itu.

Melangsir Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April menetap di 65,24 dolar AS per barel, bertambah 2,33 dolar AS atau 3,7 persen di London ICE Futures Exchange.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret melonjak 2,25 dolar AS atau 3,8 persen, menjadi ditutup di 61,49 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Kontrak acuan minyak mentah AS untuk pengiriman Maret berakhir pada Senin (22/2/2021), dan kontrak April yang lebih banyak diperdagangkan naik tajam 2,44 dolar AS atau 4,1 persen, menjadi 61,70 dolar ASper barel.

Produsen-produsen AS menutup produksi minyak antara dua juta hingga empat juta barel per hari karena cuaca dingin di Texas dan negara bagian-negara bagian penghasil minyak lainnya, serta kondisi dingin yang tidak biasa dapat merusak instalasi yang dapat membuat produksi tak beroperasi lebih lama dari yang diharapkan.

Produsen minyak serpih di wilayah tersebut dapat membutuhkan setidaknya dua minggu untuk sepenuhnya memulai kembali produksi normal, kata beberapa sumber, karena penilaian kerusakan dan gangguan listrik memperlambat pemulihan mereka.

“Kehilangan yang signifikan dari produksi minyak mentah dan bensin menunjukkan lebih banyak kenaikan dan kemungkinan tertinggi baru boleh jadi dalam rentang waktu satu minggu,” kata Jim Ritterbusch dari konsultan Ritterbusch and Associates.

Namun dia mengingatkan bahwa dengan kapasitas penyulingan yang terbatas, harga dapat mengalami tekanan jika penyulingan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk kembali normal.

Crack spread (perbedaan antara harga minyak mentah dan produk minyak yang hasil ekstraksi), indikator margin penyulingan telah turun 5,0 persen.

Untuk pertama kalinya sejak November, perusahaan-perusahaan pengeboran AS memangkas jumlah rig minyak yang beroperasi karena cuaca dingin dan salju menyelimuti Texas, New Mexico, dan pusat-pusat penghasil energi lainnya, menandakan pasokan yang lebih ketat di waktu mendatang.

Produsen minyak OPEC+ akan bertemu pada 4 Maret, dengan sumber-sumber mengatakan kelompok tersebut kemungkinan akan mengurangi pembatasan pasokan setelah April mengingat pemulihan harga, meskipun setiap peningkatan produksi kemungkinan akan moderat mengingat ketidakpastian yang masih ada atas pandemi.

“Arab Saudi sangat ingin mengejar harga yang lebih tinggi untuk menutupi biaya impas sosial sekitar 80 dolar AS per barel sementara Rusia sangat fokus pada pengurangan pemotongan saat ini dan kembali ke produksi normal,” kata kepala analis komoditas SEB, Bjarne Schieldrop.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dampak Larangan Mudik, Konsumsi BBM Diperkirakan Turun 20 Persen
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Rupiah Kembali Diprediksi Melemah
apahabar.com

Ekbis

3 Oktober 7 Rute Wings Air Ditutup, Kenapa?
apahabar.com

Ekbis

September 2019, Ekspor Kalsel Loyo!
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Minta Pemerintah Daerah dan BUMN Bantu UMKM
apahabar.com

Ekbis

Perdana, Medco Produksi Gas Lapangan Meliwis
apahabar.com

Ekbis

Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air
apahabar.com

Ekbis

BBM Satu Harga Bakal Pacu Ekonomi Desa Bajayau
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com