Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel Amuntai Heboh! Belasan Balita Diduga Keracunan Usai Konsumsi Soto

Punya Potensi Besar, Wamendag Minta Indonesia Ekspor Game Online ke Luar Negeri

- Apahabar.com Selasa, 9 Februari 2021 - 13:19 WIB

Punya Potensi Besar, Wamendag Minta Indonesia Ekspor Game Online ke Luar Negeri

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyebut produk game online merupakan salah satu produk digital yang memiliki potensi besar untuk diekspor.

Namun produksinya di Indonesia masih belum optimal dalam mendorong perekonomian.

“Game online salah satu produk digital yang potensinya luar biasa. Kalau kita berkaca dari negara lain seperti China, Korea Selatan, itu mereka memproduksi dan mengekspor game online ke mancanegara dan memberikan banyak penghasilan untuk negara masing-masing,” katanya.

Hal itu disampaikan Wamendag Jerry dalam webinar Research Talk 2021 “Refleksi dan Pemulihan Kinerja Perdagangan Indonesia” yang ditayangkan virtual, Selasa (9/2).

Jerry menyampaikan saat ini Indonesia belum bisa mengkapitalisasi produk-produk digital secara maksimal. Namun ia menegaskan saatnya Indonesia memulai untuk mengembangkan game online.

“Ini harus dimulai dan salah satu yang bisa dikembangkan adalah game online. Kalau kita berkaca dari negara-negara lain, potensinya luar biasa besar,” kata Jerry.

Pada satu kesempatan Wamendag Jerry mengunjungi sebuah pengembang game online yang potensial di Indonesia dan mengatakan bahwa Indonesia memiliki kemungkinan besar untuk mengikuti jejak China dan Korea Selatan dalam mengembangkan game online.

Ia memaparkan bagaimana game online dapat mendatangkan keuntungan, meskipun produk tersebut dapat diunduh secara gratis melalui gawai masing-masing.

“Mungkin kita download-nya gratis. Tetapi begitu kita mainkan, biasanya beberapa fitur yang ada di game tersebut hanya bisa digunakan kalau kita sudah membayar,” paparnya.

Jumlahnya mungkin murah, hanya sekitar Rp10.000, lanjut Jerry. Tetapi jika yang main misalnya ada 10 juta orang atau 100 juta orang, tentu jumlahnya menjadi besar.

“Jadi memang ekspor itu bisa dikembangkan dalam suatu produk yang digital,” tukas Jerry.

Menurut politisi Partai Golkar itu, ekspor produk digital jauh lebih efisien ketimbang mengekspor produk konvensional seperti migas dan non migas, karena hanya membutuhkan perangkat gawai.

“Ini sesuatu yang bisa kita renungi dan diskusikan bersama. Sebab ke depannya banyak hal yang serba digitalisasi. Ini yang coba kita lihat dan kita dalami,” pungkas Jerry.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pangeran Charles Sembuh dari Covid-19, Ini Penjelasan Dokter
apahabar.com

Nasional

Penambahan Positif Covid-19 di Jatim Empat Kali Jakarta
apahabar.com

Nasional

Cuci Tangan Diklaim 80 Persen Efektif Cegah Penularan Pneumonia
apahabar.com

Nasional

Viral Video Seorang Pria Nikahi 2 Perempuan Sekaligus
apahabar.com

Nasional

Pergub DKI Tidak Atur Operasi Yustisi Masker di PSBB Transisi Jakarta
apahabar.com

Nasional

Sri Mulyani: Investor Incar Data Konsumen dari Unicorn
apahabar.com

Nasional

Gempa 4,5 SR Guncang Pidie Aceh
apahabar.com

Nasional

Dua Personel Superman Is Dead Jelaskan Kasus Jerinx
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com