Cuaca Kalsel Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Siang Berpotensi Hujan di Seluruh Wilayah Kapolres Angkat Bicara, Kapolsek Bungkam Soal Penembakan Maut Martapura Dugaan Skimming Bank Kalsel, Bank Sentral Angkat Bicara Pemerintah Canangkan Subtitusi Komoditas Impor Beralih ke Produk Dalam Negeri Kementerian Investasi Kantongi 700 Pengaduan Keberatan IUP yang Dicabut  
agustus

Punya Potensi Besar, Wamendag Minta Indonesia Ekspor Game Online ke Luar Negeri

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyebut produk game online merupakan salah satu produk digital yang memiliki potensi
- Apahabar.com     Selasa, 9 Februari 2021 - 13:19 WITA

Punya Potensi Besar, Wamendag Minta Indonesia Ekspor Game Online ke Luar Negeri

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyebut produk game online merupakan salah satu produk digital yang memiliki potensi besar untuk diekspor.

Namun produksinya di Indonesia masih belum optimal dalam mendorong perekonomian.

“Game online salah satu produk digital yang potensinya luar biasa. Kalau kita berkaca dari negara lain seperti China, Korea Selatan, itu mereka memproduksi dan mengekspor game online ke mancanegara dan memberikan banyak penghasilan untuk negara masing-masing,” katanya.

Hal itu disampaikan Wamendag Jerry dalam webinar Research Talk 2021 “Refleksi dan Pemulihan Kinerja Perdagangan Indonesia” yang ditayangkan virtual, Selasa (9/2).

Jerry menyampaikan saat ini Indonesia belum bisa mengkapitalisasi produk-produk digital secara maksimal. Namun ia menegaskan saatnya Indonesia memulai untuk mengembangkan game online.

“Ini harus dimulai dan salah satu yang bisa dikembangkan adalah game online. Kalau kita berkaca dari negara-negara lain, potensinya luar biasa besar,” kata Jerry.

Pada satu kesempatan Wamendag Jerry mengunjungi sebuah pengembang game online yang potensial di Indonesia dan mengatakan bahwa Indonesia memiliki kemungkinan besar untuk mengikuti jejak China dan Korea Selatan dalam mengembangkan game online.

Ia memaparkan bagaimana game online dapat mendatangkan keuntungan, meskipun produk tersebut dapat diunduh secara gratis melalui gawai masing-masing.

“Mungkin kita download-nya gratis. Tetapi begitu kita mainkan, biasanya beberapa fitur yang ada di game tersebut hanya bisa digunakan kalau kita sudah membayar,” paparnya.

Jumlahnya mungkin murah, hanya sekitar Rp10.000, lanjut Jerry. Tetapi jika yang main misalnya ada 10 juta orang atau 100 juta orang, tentu jumlahnya menjadi besar.

“Jadi memang ekspor itu bisa dikembangkan dalam suatu produk yang digital,” tukas Jerry.

Menurut politisi Partai Golkar itu, ekspor produk digital jauh lebih efisien ketimbang mengekspor produk konvensional seperti migas dan non migas, karena hanya membutuhkan perangkat gawai.

“Ini sesuatu yang bisa kita renungi dan diskusikan bersama. Sebab ke depannya banyak hal yang serba digitalisasi. Ini yang coba kita lihat dan kita dalami,” pungkas Jerry.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Marah Mobilnya Disalip, Pria Berpisau Kaget Ternyata Jenderal Polisi
apahabar.com

Nasional

Sepeninggal Ibu Ani, Warga Cikeas Kenang Kedermawanannya
apahabar.com

Nasional

Longsor Terjang Rumah Warga di Lereng Merapi
PON Papua

Nasional

Memesona, 5 Spot Foto Menarik di Jayapura Jelang PON Papua
apahabar.com

Nasional

Demo di Patung Kuda dan Kedubes Prancis, Polda Metro Jaya Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
apahabar.com

Nasional

Kemlu Bantah Video Rizieq soal Arahan Menlu Menangkan Jokowi
apahabar.com

Nasional

Jadi Bos Freeport, Intip Perjalanan Claus Putra Asli Papua
apahabar.com

Nasional

Persiapan UN Kalsel Capai 90 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com