3 Hari Banjir Susulan, Warga di Martapura Mengungsi Secara Mandiri Kamar Pesantren di Lapas Kotabaru Dirazia, Petugas Temukan Barang Terlarang Polresta Banjarmasin Janji Usut Tuntas Kasus Kematian Wildan Skandal Pungli di Tegalrejo Kotabaru Sudah Berlangsung Lama! Duh, Usai Divaksin Covid-19 Sejumlah Wartawan Pingsan

Redam Protes Kudeta Suu Kyi, Otoritas Militer Myanmar Blokir Akses Internet

- Apahabar.com Minggu, 7 Februari 2021 - 19:59 WIB

Redam Protes Kudeta Suu Kyi, Otoritas Militer Myanmar Blokir Akses Internet

Ilustrasi. Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Ramainya protes atas kudeta Aung Sang Suu Kyi, membuat Otoritas militer Myanmar diduga memutus sebagian besar akses internet di negara tersebut.

Melansir CNN Indonesia yang mengutip Associated Press, Minggu (7/2), pengguna mengeluhkan akses internet yang mulai melambat hingga hilangnya layanan data, khususnya pada ponsel seluler.

Sementara Netblocks, layanan berbasis di London, Inggris, menyatakan pemutusan internet terjadi hampir menyeluruh di Myanmar dengan tingkat konektivitas 16 persen dari total.

Putusnya akses internet di Myanmar sejalan dengan perintah otoritas militer untuk memblokir Twitter, Instagram, dan sebagian koneksi Facebook pada Jumat (5/2). Hal ini dilakukan untuk mencegah sejumlah masyarakat yang menyebarkan berita palsu atau hoaks mengenai militer.

Pemutusan akses internet memberi ancaman kembalinya Myanmar ke lima dekade lalu ketika masih berada di era pembatasan komunikasi internasional. Padahal, pemerintah di bawah Suu Kyi sudah berupaya memberi keterbukaan informasi dan demokrasi kepada Myanmar sejak 2015.

Sebelumnya, gelombang protes kudeta Suu Kyi telah membuat sekitar 1.000 orang turun ke jalan utama di Kota Yangon. Mereka terdiri dari pekerja pabrik dan mahasiswa, namun dihadang oleh lebih dari 100 aparat kepolisian dengan perlengkapan anti huru-hara.

“Ini merusak percakapan publik dan hak orang untuk membuat suara mereka didengar,” kata juru bicara aksi protes tersebut.

Langkah pemutusan akses sebelumnya juga mendapat kecaman dari Amnesty International karena dinilai merupakan keputusan yang keji dan sembrono. Sebab, Myanmar tengah kisruh akibat kudeta dan krisis Covid-19.

Sementara manajemen Twitter mengaku sangat prihatin dengan pembatasan akses tersebut. Manajemen berharap pemutusan akses bisa segera diakhiri oleh otoritas militer Myanmar.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Global

Mendag M Lutfi Dapat Tiga Tugas Besar dari Jokowi, Apa Itu?
apahabar.com

Global

Akhirnya, Warga Kuba Bisa Akses Internet dari Ponsel Mereka
apahabar.com

Global

Gaet Pasar Eropa, Garuda Buka Kembali Rute Penerbangan Jakarta-London
Nama Anak

Global

Dear Bunda, Ingat Berikut 12 Nama Anak Dilarang di Berbagai Negara
apahabar.com

Global

Terancam Disapu Badai Dahsyat, Ribuan Turis di Thailand Dievakuasi
apahabar.com

Global

Kampanyekan Tumbler, Komitmen Raja Ampat Selamatkan Laut
apahabar.com

Global

Kotaro Chiba, Konsumen Pertama Terima HondaJet Elite
apahabar.com

Global

Indonesia-Taiwan Kerjasama Perlindungan Pekerja Migran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com