Kadesnya Dijebloskan ke Bui, Plh Bupati Kotabaru Buka Suara Breaking! Heboh Mobil Terbakar di Tapin, 1 Warga Jadi Korban Masih Ada 122 Ribu Rumah di Kalteng Tak Layak Huni Dituding Gelembungkan Suara, Komisioner KPU Banjar Belum Berniat Polisikan Saksi Pencuri Mobil di Balikpapan Tak Ditahan Polisi, Kok Bisa?

Resmi! Banjarmasin Terapkan PPKM Mikro Mulai Hari Ini

- Apahabar.com Senin, 8 Februari 2021 - 13:20 WIB

Resmi! Banjarmasin Terapkan PPKM Mikro Mulai Hari Ini

Mulai hari ini, pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Mulai hari ini, Pemkot Banjarmasin memiliki kebijakan baru dalam upaya menekan laju penularan Covid-19.

Kebijakan tersebut ialah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Kebijakan tersebut berlaku mulai hari ini 8 Januari hingga 22 Februari 2021 mendatang.

Sebagaimana diketahui, PPKM Mikro merupakan jurus baru Presiden Jokowi dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sebelumnya, presiden juga mengganti kebijakan PPKM atau PSBB se-Jawa Bali dengan PPKM berbasis mikro.

Beda dengan kebijakan lainnya, PPKM skala mikro mewajibkan setiap desa dibentuk posko. Gunanya, mendampingi puskesmas menangani pasien Covid-19 yang diisolasi. Dan pembentukan posko tersebut, juga akan mulai diterapkan Pemkot Banjarmasin mulai esok.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina memastikan PPKM Mikro akan diterapkan selama 2 pekan, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian Nomor 3 Tahun 2021.

“Insyaallah akan kita sambung lagi sesuai Inmendagri 2 pekan ke depan,” ujarnya, Senin (8/2).

Ibnu bilang PPKM skala mikro sama dengan Pemberlakuan Sosial Berskala Kecil (PSBK) di kelurahan, kebijakan yang sudah berjalan saat ibu kota Kalsel saat masa PSBB kemari.

“Berskala kecil atau kompleks, rencana akan kita teruskan,” tambahnya.

Alasan perpanjangan PPKM, kata dia, mengingat kasus Covid-19 di Kecamatan Banjarmasin Utara terus meningkat.

Terutama di satu atau dua kelurahan yang sangat perlu diantisipasi dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Saya khawatir angkanya jadi peningkatan kalau [penularan] terus naik,” tegasnya.

Ibnu mengaku telah mengevaluasi PPKM yang berjalan sejak akhir Januari 2021 lalu.

Hasilnya, saat jam malam atau mulai pukul 22.00 Wita, Banjarmasin memang terlihat sepi aktivitas masyarakat.

Aparat gabungan dari TNI dan Polri rutin melaksanakan patroli. Di tempat-tempat usaha warga diimbau tutup sebelum jam malam.

“Menghindari kerumunan dilihat sudah mulai efektif,” ucapnya.

Tak hanya kelebihannya saja, namun kekurangan PPKM juga menjadi sorotan pasangan Hermansyah tersebut.

Salah satunya, PPKM belum mampu membatasi jumlah pengunjung hingga 50 persen di tempat usaha.

Di sana, kerap kali masyarakat dilaporkan melanggar prokes dengan tidak menjaga jarak sehingga membeludaknya pengunjung.

“Itu paling tidak kita ingatkan terapkan dulu prokes-nya,” ujarnya.

Sekadar informasi, kasus Covid-19 di Banjarmasin saat ini mencapai 4727 kasus, 373 kasus aktif, 4170 sembuh, dan 184 meninggal dunia.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kalimantan Selatan Cerah Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Pangkalan Elpiji Banjarmasin Selatan Diserbu Warga
apahabar.com

Kalsel

Menilik Harta Kekayaan Empat Kandidat di Pilwali Banjarmasin 2020
apahabar.com

Kalsel

Info Covid-19 di Tabalong, Ada Tambahan Sembuh dan Positif Baru
apahabar.com

Kalsel

Tak Berpotensi Hujan, Hanya Cerah Berawan
apahabar.com

Kalsel

Setelah Positif Covid-19, 8 Peserta Pilkada Kalsel 2020 Jalani Tes Kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Wujudkan Komitmen PASTI, Kemenkumham Kalsel Gelar Rapat Koordinasi
apahabar.com

Kalsel

Braakkk! Gadis Muda Tewas Terlindas Truk di Banua Anyar Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com