Cegah Covid-19, Dishub Kapuas Kembali Perketat Jalur Perairan Hari ke-11 Ramadan, Yayasan Haji Maming Berbagi untuk Warga Es Terang Banjarmasin GeNose C-19 Sangat Sensitif, Hindari Hal Ini Sebelum Lakukan Tes! Mei 2021, Tes GeNose C-19 Resmi Diberlakukan di Banjarmasin Hasil Tes Covid-19 Rawan Dipalsukan, Begini Tindakan Tegas KKP Banjarmasin

Resmi, Puluhan Dai Penggerak Daerah Terpencil-Rawan Keagaaman di HSS Dikukuhkan

- Apahabar.com Senin, 8 Februari 2021 - 22:07 WIB

Resmi, Puluhan Dai Penggerak Daerah Terpencil-Rawan Keagaaman di HSS Dikukuhkan

Bupati Hulu Sungai Selatan H Achmad Fikry saat sambutan di acara pengukuhan dan pembekalan Dai di Pendopo. Foto: Humas Pemkab HSS

apahabar.com, KANDANGAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali menunjuk sebanyak 31 dai yang akan ditugaskan dan ditempatkan di beberapa desa di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai penggerak daerah terpencil dan daerah rawan keagamaan.

Sesuai dengan SK Ketua MUI HSS, Dai tersebut bertugas pada daerah terpencil dan daerah rawan keagamaan untuk melaksanakan penyuluhan keagamaan melalui ceramah, kultum pelatihan dan pengajian rutin dengan materi utama tauhid, fiqih dan tasawuf.

Selain itu juga menjadi Imam salat di Musala atau Masjid, serta melaksanakan pembelajaran Al-Quran dan Bimbingan Salat baik di Musala, Masjid ataupun Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).

Bertempat di Pendopo Bupati HSS, sebanyak 31 Dai ini mengikuti Pengukuhan dan Pembekalan bagi Dai Penggerak Daerah Terpencil dan Rawan Keagamaan MUI Kabupaten HSS Tahun 2021, Senin (8/2).

Pengukuhan Dai tersebut dilakukan secara langsung oleh Ketua MUI HSS TGH Riduan Baseri (Guru Kapuh) dan turut dihadiri dan disaksikan Bupati HSS H Achmad Fikry, Ketua Komisi Dakwah MUI Habib Abdusaalam Al Kaff dan Kepala Kantor Kementerian Agama H Saribuddin.

Guru Kapuh mengatakan sesuai dengan ikrar dai yang diucapkan, kita akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya, Ikhlas karena Allah SWT dan mengharapkan keridhoannya.

Guru Kapuh menjelaskan bahwa Dai adalah tugas yang paling mulia, karena merupakan tugas dari Rasulullah SAW, dan dengan menjadi dai dai menjadi penyambung pekerjaan Rasulullah.

“Mudah-mudahan Rasulullah SAW senang dengan pekerjaan kita, gembira dengan perjuangan kita dan mudah-mudahan nantinya kita dikumpulkan Allah dengan Rasulullah SAW,” ucap Beliau.

Selain daripada keikhlasan, Beliau juga mengingatkan untuk mempersiapkan modal yang sangat utama dalam dakwah yaitu Sabar. Menurutnya tantangan dalam berdakwah sangat luar biasa, bahkan dalam kisahnya, Rasullullah disebutkan menanggung berbagai kesulitan dalam berdakwah.

Tak hanya tantangan yang dihadapi dari hubungan dengan manusia, tapi juga keadaan alam dimana para dai ditugaskan. Dakwah membutuhkan kesabaran yang besar, kalau kita tidak sabar maka jauh dari kesuksesan dakwah.

“Jangan terlalu memikirkan berapa banyak masyarakat yang datang dan mau ikut pengajian kita, jangan terlalu berfokus pada jumlah. Biar satu orang, tapi maasi (taat), lebih baik dari pada dunia dan seisinya,” kata Guru Kapuh.

Dirinya juga menekankan agar Dai selain mengajar dan berdakwah di lokasinya masing-masing, tidak lupa untuk terus menimba ilmu agama.

“Harapannya, Tercapainya Kesejahteraan Lahir dan Batin. Lahir tugasnya Umara, sedangkan batinnya ada di tangan Ulama,” ucap Beliau.

Sementara, Bupati HSS H Achmad Fikry menyampaikan ucapan selamat kepada para dai yang dipercaya oleh MUI HSS untuk melaksanakan tugas dakwah di daerah terpencil dan rawan keagamaan.

Apa yang diungkapkan Ketua MUI dan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang didengarnya dari Dai terdahulu, Bupati sependapat bahwa tugas Dai di daerah terpencil dan daerah rawan keagamaan membutuhkan kesabaran yang tinggi.

Bupati mengingatkan pada Dai agar menaati, mendukung serta melaksanakan berbagai kebijakan MUI. Apapun kebijakan MUI, Dai yang berada di lapangan harus mengikuti serta wajib menyampaikan kepada masyarakat.

Menurut Bupati kebersamaan antara Ulama dan Umara di HSS sangat tinggi sekali, bahkan dirinya juga mengakui bahwa selama ini sangat terbantu dengan berbagai masukkan yang disampaikan MUI.

“Apapun yang disampaikan para Ulama, Pemkab segera menindaklanjutinya,” ucap Bupati.

Terkait dengan Pandemi Covid-19, Bupati meminta dukungan dan partisipasi para Dai untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Bupati yakin rantai penyebaran Covid-19 dapat diputuskan apabila kita semua masyarakat HSS berikhtiar dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan. MUI telah mengeluarkan himbauan, tentunya ini sangat membantu kami,” ujar Bupati.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

HSS

Lepas CJH Kabupaten HSS, Achmad Fikry: Jaga Kebersamaan
apahabar.com

HSS

Raih Juara Antar Desa se-Kalsel, Bupati HSS Hadiri Syukuran di Kecamatan Kandangan
apahabar.com

HSS

Asrama Mahasiswa Puteri Malang Diresmikan Bupati HSS
apahabar.com

HSS

Program Baru HSS, Pejabat Asuh Lansia
apahabar.com

HSS

85 Santri Perpisahan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan
apahabar.com

HSS

Intip Hadiah Pemkab HST untuk Gimar!
apahabar.com

HSS

27 Sekolah Swasta di HSS Dapat BOSDA dari Bupati
apahabar.com

HSS

Update Pemungutan Suara, Partisipasi Pemilih di HSS Menggembirakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com