Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN

RS Doris Sylvanus Terus Tingkatkan Donor Plasma Konvalesen

- Apahabar.com Rabu, 17 Februari 2021 - 21:53 WIB

RS Doris Sylvanus Terus Tingkatkan Donor Plasma Konvalesen

dr Trieva Verawaty Butarbutar, saat melakukan proses donor plasma konvalesen. Foto-ISTIMEWA

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Sejak Januari lalu, RS Doris Sylvanus Palangka Raya telah menerapkan terapi plasma konvalesen pada pasien Covid-19.

Kini, salah satu rumah sakit rujukan di Kalimantan Tengah ini akan lebih berupaya menggencarkan adanya peningkatan jumlah pendonor plasma ini.

Oleh sebab itu, penyintas Covid-19 diminta mendonorkan plasmanya sebagai salah cara membantu yang tengah berjuang melawan Covid-19.

“Sudah hampir 10 kantong ke pasien penderita Covid-19, yang menggunakan plasma yang kita produksi,”kata Kepala Unit Bank Darah RS Doris Sylvanus Palangka Raya, dr Trieva Verawaty Butarbutar, Sp.PK, Rabu (17/2).

Sementara saat ini yang ada di bank darah, sekitar 5-6 kantong dan siap diberikan untuk pasien yang membutuhkan sesuai permintaan dokter yang merawat.

Tercatat, sudah hampir 25 orang memasuki tahap skrining akan tetapi yang berhasil untuk diambil plasma, sebanyak 8 kali donor.

Namun penggunaan plasma ini baru dilakukan di internal Doris saja, akan tetapi jika dari luar ada yang meminta, akan dilayani, tergantung ketersediaan stok plasma.

Sebab, banyak tahapan yang harus dilakukan sebelum donor plasma ini diberikan ke pasien yang membutuhkan.

Plasma ini diperuntukkan kasus sedang hingga berat dan lebih baik lagi jika diberikan lebih awal atau kurang dari 72 jam setelah ditemukan klinis atau ditegakkan diagnosis.

Bagi pasien yang sembuh dari Covid-19, dan ingin menjadi pendonor plasma, jangan takut akan lemas, karena yang diambil hanya plasma 200 sampai 300 mili.

Pasalnya pengambilan plasma dilakukan dengan alat apheresis yakni alat yang bisa secara langsung memisahkan plasma saat donor sedang berjalan.

Sel darah merah, putih, leukosit, trombosit semua kembali ke tubuh pendonor, hanya mengambil plasma. Tidak terlalu banyak mengambil komponen darah pendonor.

Akan tetapi, tidak serta merta jika pendonor datang langsung diambil plasmanya. Sejak proses awal sampai terbentuk atau menghasilkan plasma konvalesen, harus melewati beberapa tahapan.

“Terlebih dulu dilakukan uji skrining. Yang paling penting dilakukan untuk melihat kadar antibodi pendonor karena ada syaratnya,”ucapnya.

Kalau antibodi di dalam tubuh pendonor mencukupi persyaratan, maka bisa dimasukkan sebagai kriteria pendonor sambil dievaluasi parameter lain.

Tapi yang ditekankan adalah kadar antibodi kemudian dicek juga standar parameter lain yang biasa digunakan untuk donor darah biasa.

“Nanti diperiksa juga parameter infeksi menular lewat transfusi darah, HB, leukosit, trombosit. Semua ini dievaluasi,”ujarnya.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Tiga Nama Calon Ketua Golkar Kalteng Mencuat, Apa Harapannya?
apahabar.com

Kalteng

Pasien Dalam Pengawasan di Barito Utara Bertambah
apahabar.com

Kalteng

Jalan Strategis di Kalteng 2019 Tidak Kebanjiran
apahabar.com

Kalteng

Dua Kandidat Sekda Kapuas, Pelantikan Tunggu Rekom KSN

Kalteng

Dalam Sehari Dua Pengedar Narkoba di Barut Digerebek Polisi
apahabar.com

Kalteng

25 Napi di Lapas Muara Teweh Terima Remisi Natal
Covid-19

Kalteng

Potensi Penularan Covid-19 Menurun, Epidemiologi: Kalteng Belum Aman
apahabar.com

Kalteng

38 Titik Hotspot Karhutla di Kobar Hanguskan Lahan 174 Hektare
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com