Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19 Update Covid-19 Kotabaru: Positif 9, Sembuh 3

Sepekan Berjalan, Sudah Ratusan Warga Datang ke Posko Gugatan Gubernur Sahbirin

- Apahabar.com Minggu, 7 Februari 2021 - 19:19 WIB

Sepekan Berjalan, Sudah Ratusan Warga Datang ke Posko Gugatan Gubernur Sahbirin

Ratusan warga dating ke posko Gugatan Gubernur Sahbirin Noor. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Satu pekan berjalan, jumlah aduan warga yang masuk Posko gugatan class action terhadap Pemprov Kalsel terus bertambah.

Tercatat, sejak dibuka pada 1 hingga 7 Februari ini, ada sekitar 200 warga yang berkonsultasi ke Tim Advokasi Korban Banjir Kalsel yang dimotori 20 advokat asal Banua tersebut.

“Dari tanggal 1 ke tanggal 7 sudah ada sekitar 200. Baik berkonsultasi melalui WA ataupun datang langsung,” ujar Humas Tim Advokasi Korban Banjir Kalsel, Henny Puspitawati, Minggu (7/2) sore.

Henny mengatakan, sementara untuk warga yang memastikan diri untuk melimpahkan kuasanya sudah mencapai puluhan orang.

“Mereka sudah menyetor KTP. Walaupun kami perlu verifikasi lagi apakah memenuhi syarat atau tidak,” ucap.

Adapun bentuk aduan yang dikonsultasikan bermacam-macam ujar Henny. Dari berkas apa saja yang perlu dilengkapi, hingga bentuk ganti rugi.

“Yang paling banyak itu bagaimana membuktikan kerugian itu tadi. Kemudian bagaimana kalau kwitansi nggak ada. Mereka juga konsultasi seperti apa bentuk ganti rugi,” bebernya.

Dijelaskannya, jika dilihat dari segi kerugian terparah paling banyak diderita warga daerah Hulu Sungai. Meski begitu, laporan yang masuk malah banyak datang dari daerah lain.

“Yang paling banyak datang dari Banjarmasin. Sebenarnya yang paling parah kan daerah HST. Tapi ya kita paham karakter masyarakat kita beda-beda,” ucapanya.

Mengingat sesuai jadwal, posko pengaduan ini dibuka selama 14 hari, artinya masih ada tersisa satu pekan, pihaknya akan terus menunggu partisipasi masyarakat untuk melapor.

Pasalnya, mereka juga memiliki target. Di mana setiap kabupaten/kota dijatahi minimal 10 warga yang melimpahkan kuasanya untuk gugatan class action ini.

Tujuannya untuk antisipasi apabila sewaktu-waktu ada peserta yang mengundurkan diri di tengah perjalanan.

“Kalau bisa setiap kabupaten kota itu ada 10. Karena di perjalanan walaupun sudah tanda tangan kuasa khawatir ada yang mundur,” bebernya.

Sebenarnya, lanjut Henny, jumlah ini bisa saja bertambah seandainya pihaknya bisa leluasa melakukan sosialisasi. Apalagi dengan tatap muka langsung dengan warga.

Sayangnya, hal itu sulit dilakukan sebab kondisi Pandemi Covid-19 yang menyebabkan terbatasnya ruang gerak dalam upaya tersebut.

“Seandainya bisa sosialisasi langsung tentu beda hasilnya. Karena warga akan lebih mudah mendapatkan penjelasan. Kami juga sebenarnya ingin jemput bola langsung. Tapi ya memang kondisi Covid-19 ini membuat gebrakan kita menjadi terbatas,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Covid-19, PLN Tangguhkan Pencatatan Meter Listrik
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Kalsel Tembus 321 Kasus, Tracking Berlanjut
apahabar.com

Kalsel

Dewan Kota Sesalkan Serapan Anggaran 2019 Kurang Maksimal
apahabar.com

Kalsel

Rp 85,5 Miliar Anggaran Refocusing Covid-19 Tapin Baru Terserap 35,62 persen
apahabar.com

Kalsel

Mengharukan! 74 Tahun Merdeka, Warga Pelosok Kotabaru Masih Berkawan Gelap
apahabar.com

Kalsel

Trafo Rusak, Kayutangi-Handilbakti Gelap Gulita
apahabar.com

Kalsel

Beda dari Tahun Sebelumnya, Jalan Lambung Mangkurat Sepi
apahabar.com

Kalsel

Minibus Guru Danau Terperosok di Kandangan, Air Bag Gagal Fungsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com