POPULER SEPEKAN: Viral Penjual Gorengan di Sekumpul, Adaro-Pama Cerai, hingga Transkrip PPK Banjar Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19

Sebulan Banjir di Batola, Ribuan Warga Masih Mengungsi

- Apahabar.com Senin, 15 Februari 2021 - 17:41 WIB

Sebulan Banjir di Batola, Ribuan Warga Masih Mengungsi

Sejumlah logistik yang siap didistribusikan dari posko induk penanganan banjir di Kantor BPBD Batola. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Dipengaruhi intensitas hujan yang terbilang tinggi, Barito Kuala belum sepenuhnya terbebas dari banjir.

Bahkan sejak debit air mulai meningkat di pertengahan Januari 2021, beberapa desa masih tergenang sedalam lutut orang dewasa.

Sejumlah desa yang masih terendam banjir, terutama di Kecamatan Mandastana, Jejangkit dan Rantau Badauh. Ketiga kawasan ini memang paling terdampak limpasan air dari Sungai Martapura.

Situasi itu juga menyebabkan 5.920 warga masih berada di pengungsian, karena tempat tinggal mereka belum memungkinkan ditempati.

“Jumlah pengungsi yang terdata berjumlah 5.920 orang,” papar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola, Sumarno, Senin (15/2).

Pengungsi terbanyak berasal dari Rantau Badauh yang berjumlah 1.565 orang, Mandastana 1.499 orang, Jejangkit 1.025 orang.

Sebagian besar pengungsi ditampung di rumah warga atau keluarga, serta sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, gedung olahraga dan kantor desa.

Selain warga Batola, sejumlah pengungsi juga berasal dari Kabupaten Banjar. Di antaranya Sungai Batang, Sungai Tabuk, Keliling Benteng dan Lok Baintan.

“Atas pertimbangan tersebut, Batola memperpanjang status tanggap darurat banjir hingga 26 Februari 2021,” tegas Sumarno.

“Selain jumlah pengungsi, perpanjangan status juga berkaitan dengan pengerukan sungai-sungai yang berperan dalam mengurangi debit banjir,” imbuhnya.

Di sisi lain, posko induk penanggulangan banjir yang sebelumnya berada di Kompleks Mahatama Kecamatan Mandastana, dipindah ke Kantor BPBD Batola di Marabahan.

“Posko sudah dipindah sejak 11 Februari 2021 dengan sejumlah pertimbangan. Salah satunya sebagian besar pengungsi sudah kembali dan evakuasi juga tidak lagi dilakukan,” jelas Sumarno.

“Kendati demikian, penyediaan logistik untuk korban terdampak banjir masih tersedia sesuai permintaan, terutama ke tempat pengungsian,” imbuhnya.

Sementara pendistribusian tergantung koordinasi yang dilakukan. BPBD menyediakan armada pengantaran, atau bisa diambil sendiri oleh camat maupun kepala desa bersangkutan.

“Ketersediaan beras masih mencukupi hingga sebulan mendatang. Sedangkan logistik lain seperti perlengkapan bayi dan wanita, sebagian dibantu donatur,” tandas Sumarno.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Bantuil

Batola

Api Berkobar di Bantuil Batola, 9 Rumah Jadi Arang
GOR

Batola

GOR Setara di Batola Sudah Rampung, Begini Penampilannya
apahabar.com

Batola

Siap-siap Warga Batola, Besok Operasi Zebra Intan 2020 Dimulai
apahabar.com

Batola

Hadapi Potensi Bencana Banjir, Begini Kesiapan Barito Kuala
apahabar.com

Batola

Sokong Ketahanan Pangan, BPR Barito Kuala Kebut Program Petani Masa Depan
apahabar.com

Batola

Hasil Sementara Rapid Test Bawaslu Batola, 44 Pengawas Reaktif
nelayan di belawang

Batola

Semalaman Tak Pulang, Nelayan di Belawang Batola Ditemukan Meninggal
banjir

Batola

Pertimbangkan Jumlah Pengungsi, Batola Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com