Puluhan Pangkalan Elpiji di Kalsel Diputus Pertamina! Simak Alasannya Sempat Mangkir, Aziz Akhirnya Penuhi Panggilan KPU Kalsel Gejolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pimpinan DPRD Banjarmasin Angkat Bicara Awal Usul Buka Investasi Miras di 4 Provinsi, Berikut Penjelasan Bahlil Heboh, Hujan Es Terjadi di Long Ikis Paser

Soal Kasus Asabri, MAKI Desak Kejagung Berani Telisik Tan Kian

- Apahabar.com Senin, 15 Februari 2021 - 13:21 WIB

Soal Kasus Asabri, MAKI Desak Kejagung Berani Telisik Tan Kian

Gedung Asabri di Jakarta. Foto-detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman terus menyoroti kasus korupsi di PT Asabri.

Terbaru, MAKI mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) lebih berani soal menelisik dugaan keterlibatan Ketua KSO Duta Regency, Tan Kian dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri.

“Semoga berani,” kata Boyamin melalui siaran pers seperti dilansir Antara, Senin (15/2/2021).

Dalam kasus korupsi Asuransi Jiwasraya, Tan Kian pernah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Benny Tjokrosaputro. Statusnya pun hanya sebagai saksi dalam kasus Jiwasraya.

Boyamin optimistis Kejagung bisa membuktikan dugaan keterlibatan pengusaha properti itu dalam kasus korupsi Asabri.

“Ini hal yang berbeda, mungkin dalam (kasus) Jiwasraya kurang cukup bukti. Semoga dalam kasus Asabri, Kejagung mampu menemukan bukti jika memang ada keterkaitannya,” kata Boyamin.

Jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung saat ini sedang menelusuri dugaan aliran dana dari salah satu tersangka korupsi Asabri, Benny Tjokrosaputro kepada Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti, Tan Kian.

Tan Kian pun dimintai keterangan sebagai saksi pada Rabu 10 Februari 2021.

“Sedang kami teliti apakah termasuk pencucian uang atau tidak,” ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.

Tan Kian dan Benny Tjokro diketahui pernah bekerja sama dalam membangun sejumlah properti di beberapa wilayah di Indonesia.

Sebelumnya, Jampidsus Kejaksaan Agung telah menetapkan delapan tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Delapan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 – Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri, Dirut PT Asabri periode Maret 2016 – Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja, Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 – 2014 dan 2015 – 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 – Januari 2017 Ilham W Siregar, dan Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi.

Kemudian Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Baik Benny maupun Heru merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Sejauh ini, jaksa penyidik telah menyita aset milik tersangka Heru Hidayat berupa satu mobil Ferrari, sebuah kapal LNG Aquarius dan dokumen kepemilikan kapal.

Selain itu juga disita aset tersangka Benny Tjokrosaputro berupa tanah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kasus ini merugikan keuangan negara sebesar 23,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Mahfud

Nasional

Soal Pendirian Front Persatuan Islam, Berikut Komentar Mahfud MD
apahabar.com

Nasional

Kemenkue Kaji Kenaikan Cukai Rokok 2021
apahabar.com

Nasional

Sembilan Korban Meninggal Akibat Banjir di Sulsel
apahabar.com

Nasional

SBY: Dengan Bersatu, Masa yang Berat Ini Akan Berlalu
apahabar.com

Nasional

Haji 2019; Jemaah Meninggal Dunia Dipastikan Badal Haji
apahabar.com

Nasional

Sidang Pileg, PKS Ingin Rebut Kursi Terakhir DPRD dari Gerindra
apahabar.com

Nasional

RSUD Terbakar, Enam Bayi Dievakuasi
apahabar.com

Nasional

Di Sidang Umum PBB, Presiden Jokowi Kembali Tegaskan Mendukung Kemerdekaan Palestina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com