Adaro-PAMA ‘Cerai’, Bagimana Nasib 4.850 Karyawannya? Tertular dari Istri, Mantan Wagub Kalsel Rudy Resnawan Positif Covid-19 Hari Ini, Giliran Perwira dan Prajurit Lanal Kotabaru Divaksin Covid-19 Sempat Lambat Panas, Dwigol Garuda Muda Gasak Tira Persikabo Terungkap, 8 DPC Demokrat Kalsel Membelot Ikuti KLB Sumut!

Sungai Barabai Masih Keruh, Diduga Ada Perubahan Aliran Sungai Pascabanjir Bandang

- Apahabar.com Kamis, 11 Februari 2021 - 15:15 WIB

Sungai Barabai Masih Keruh, Diduga Ada Perubahan Aliran Sungai Pascabanjir Bandang

Kondisi sungai di Hantakan berangsur-angsur jernih berbeda dengan sungai di bawahnya atau Batu Benawa masih keruh, Kamis (11/2). Foto-apahabar.com/Lazuardi.

apahabar.com, BARABAI – Pascabanjir besar beberapa waktu lalu, sejumlah Sungai Barabai di Hulu Sungai Tengah (HST) masih keruh.

Kondisi ini membuat warga setempat was-was. Sungai yang airnya keruh itu berada di Batu Benawa dan Barabai.

“Biasanya selesai banjir atau sungai meluap, paling dua hari (air sungai) sudah jernih,” kata warga Alat RT 5, Dasri kepada apahabar.com.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) HST, M Yani menyebutkan fenomena air keruh pascabanjir kali ini memang tidak biasa.

“Biasanya paling lama satu minggu,” kata Yani dihubungi apahabar.com, Kamis (11/2).

Kondisi tersebut disinyalir akibat arus air yang terus mengikis tebing-tebing pegunungan dan sungai pascabanjir bandang pada 13 Januari 2021.

“Ada 4 titik longsor (di pegunungan Meratus Hantakan) yang besar. Sungai juga berpindah dari asalnya sehingga menggerus tanah baru atau menjadi aliran sungai baru,” terang Yani.

Karena sungai aslinya tersumbat lantaran terimbun longsoran tanah hingga terjadi sedimentasi, aliran air jadi berpindah. Dari titik asal lalu mencari titik lainnya yang terendah.

Perpindahan titik asal itu menyebabkan terkikisnya tanah-tanah yang ada. Karena itulah aliran Sungai Hantakan yang menuju ke Barabai ini menjadi keruh.

Kondisi ini, kata Yani, bisa saja terus berlanjut seiring dengan cuaca. Jika hujan, bisa saja terus mengikis tanah dan mengakibatkan longsornya tebing-tebing hingga menutupi sebagian sungai.

Akibat dari longsoran itu, terjadilah pendangkalan sungai.

“Kondisi ini rawan membuat genangan air lambat turun. Seperti di Desa Munti dan Aluan. Jika hujan sebentar maka tergenang air di sana. Karena ada pendangkalan,” jelas Yani.

“Untuk mengantisipasi, kita bersama warga akan membersihkan sungai Sabtu ini,” tutup Yani.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

John Lee CS

HST

8 Bulan Jadi Buronan John Lee CS, Pria Asal HST Akhirnya Tertangkap di Pandawan
Debit Air Sungai

HST

BREAKING NEWS: Debit Air Sungai Hantakan HST Meningkat Drastis!
Elpiji 3 Kg

HST

Elpiji 3 Kg Mahal dan Langka, Disdag HST Angkat Bicara
apahabar.com

HST

Atlet Kuntau Unjuk Gigi di Makodim Barabai, Dandim: Lestarikan Budaya daerah
Honda Mobilio Terbakar

HST

Babak Baru Kasus Honda Mobilio Terbakar di SPBU HST
apahabar.com

HST

Unsur Pimpinan DPRD HST Lengkap, H Asoy Resmi Duduki Kursi Wakil Ketua
Polres

HST

Libur Panjang Akhir Tahun, Polres HST Tingkatkan Pengawasan di Wisata
apahabar.com

HST

Kementerian PUPR Serahkan Aset Milik Negara ke Pemkab HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com