Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Survei Capres 2024, Elektabilitas Kang Emil Ungguli Anies hingga Ganjar

Ribuan responden antusias memilih Ridwan Kamil sebagai calon presiden (capres) 2024.Gubernur Jawa Barat itu meraih dukungan publik pada...
- Apahabar.com     Sabtu, 20 Februari 2021 - 13:53 WITA

Survei Capres 2024, Elektabilitas Kang Emil Ungguli Anies hingga Ganjar

Ridwan Kamil unggul dalam Survei Indometer. Ia hanya kalah tipis dari Prabowo Subianto. Foto: Ist

apahabar.com, JAKARTA – Ribuan responden antusias memilih Ridwan Kamil sebagai calon presiden (capres) 2024.

Gubernur Jawa Barat itu meraih dukungan publik pada survei elektabilitas (keterpilihan) capres, yang diadakan Indometer.

Kang Emil – sapaan Ridwan Kamil – mengungguli capres lain seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Pada survei yang dilakukan 1-10 Februari 2021 itu, sebanyak 16,1 persen dari 1.200 responden seluruh provinsi mantap memilih Kang Emil sebagai calon presiden. Sementara 17,2 persen cenderung kepada Prabowo Subianto.

Ganjar Pranowo hanya meraup 15,9 persen, sedangkan Anies Baswedan tertinggal di 7,6 persen. Menyusul Sandiaga Uno 6,8 persen. Sementara nama lainnya di bawah 5 persen.

Responden dipilih secara acak dari survei sebelumnya pada 2019. Margin of eror sebesar 2,98 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dikutip dari banyak sumber, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indometer, Leonard SB mengungkapkan, elektabilitas Kang Emil yang melejit merupakan tantangan bukan hanya bagi Ganjar Pranowo, tapi juga koalisi PDIP-Gerindra.

“Ganjar merupakan representasi PDIP, sedangkan Prabowo sangat mungkin dicalonkan lagi oleh Gerindra pada Pilpres 2024,” katanya, Kamis (18/2).

Leonard menambahkan meski Kang Emil bukan figur partai politik, namun mampu memenangkan dukungan dari parpol berbeda. Terbukti saat helatan Pilwalkot Bandung 2013, dan Pilgub Jabar 2018.

Menyinggung peluang Anies Baswedan, menurut Leonard elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu terus tergerus. Dari 10,1 persen pada Juli 2020, menjadi 8,9 persen di Oktober 2020, dan kini 7,6 persen.

Modal Populer dan Kompetensi

Pengamat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad), Firman Manan menilai elektabilitas RK yang tumbuh positif pada survei capres 2024, dikarenakan kepopuleran Kang Emil dan kompetensinya selama menjadi kepala daerah.

“Elektabilitas naik itu kan karena pengaruh popularitas. Sejak jadi Wali Kota Bandung, Kang Emil memang sudah dikenal. Bukan hanya di Jawa Barat, tapi se-Indonesia,” katanya.

Terlebih lagi, lanjut Firman, bursa capres 2024 bakal diwarnai pertarungan antar-kepala daerah, khususnya gubernur. Sehingga publik lebih mudah memberi penilaian.

Mana kepala daerah yang sukses memajukan wilayahnya, menjadi bekal penting dalam kontestasi pilpres mendatang.

Responden yang menjagokan Kang Emil, sambung Firman, pasti mengakui pula secara personal Kang Emil punya potensi tampil di level nasional.

“Selain fisik yang good looking, Kang Emil juga dianggap kompeten membangun Jawa Barat,” paparnya.

Sebagai contoh, sebut Firman, setahun masa pandemi Covid-19 sekarang, publik ingin melihat kemampuan seorang kepala daerah membenahi sektor perekonomian.

“Masyarakat maunya recovery ekonomi yang konkret,” ujarnya.

Di sisi ini, menurut Firman, Kang Emil punya modal kuat. Inovasinya berhasil menarik investor guna mengembangkan kawasan Segitiga Rebana dan pembangunan Pelabuhan Patimban.

Selanjutnya masyarakat akan memonitor. Mereka bakal memberi apresiasi lebih, jika pengembangan dua proyek nasional tersebut, menunjukkan ada penyerapan tenaga kerja yang signifikan.

“Publik ingin melihat progress dua proyek itu. Harapannya bisa membuka lapangan kerja seluas mungkin,” ucapnya.

Selain faktor ekonomi, lanjut Firman, tantangan Kang Emil agar elektabilitasnya bisa terus naik, adalah kesuksesan vaksinasi Covid-19. Jika koordinasi dan komunikasinya dengan bupati / wali kota se-Jawa Barat berjalan baik, maka penilaian positif akan didapat.

“Persentase elektabilitas Kang Emil bisa terus naik, kalau program vaksinasi berjalan mulus. Dengan catatan, selama menuju 2024 tidak melakukan hal kontroversial, yang bisa menimbulkan sentimen negatif dari publik,” tegasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

bawaslu kalsel

Politik

Besok, DKPP Putuskan Nasib Petinggi Bawaslu Kalsel!
apahabar.com

Politik

Jadwal Lengkap Debat Capres-Cawapres 2019
apahabar.com

Politik

Pilpres 2019: Floating Voters Kalsel Dominan Milenial
apahabar.com

Politik

Kampanye Akbar Jokowi di Kalsel, Bawaslu Ingatkan ASN
apahabar.com

Politik

Mardani: Apakah Berobat Gratis dengan KTP Masih Bisa? Warga Kompak Bilang “Tidak!”
apahabar.com

Politik

KPK: Politik Balas Budi Rentan Korupsi
Banjarmasin

Politik

“Senin Keramat”, MK Putuskan Hasil Sengketa Pilwali Banjarmasin

Politik

PSU Pilgub Kalsel, Bawaslu Banjar Temukan Ratusan Pemilih Meninggal Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com