Golkar Gerah Sengketa Pilgub Kalsel Berlanjut, Puar Teringat Saksi Palsu di Kobar Breaking! Heboh Mobil Terbakar di Tapin, 1 Warga Jadi Korban Kadesnya Dijebloskan ke Bui, Plh Bupati Kotabaru Buka Suara Dugaan Penggelembungan Suara Pilgub Kalsel, Muthalib: Paraf Saya Dipalsukan Dukung Infrastruktur Food Estate Kalteng, Kemenhub Tinjau Lokasi Dermaga Kapuas

Survei Capres 2024, Elektabilitas Kang Emil Ungguli Anies hingga Ganjar

- Apahabar.com Sabtu, 20 Februari 2021 - 13:53 WIB

Survei Capres 2024, Elektabilitas Kang Emil Ungguli Anies hingga Ganjar

Ridwan Kamil unggul dalam Survei Indometer. Ia hanya kalah tipis dari Prabowo Subianto. Foto: Ist

apahabar.com, JAKARTA – Ribuan responden antusias memilih Ridwan Kamil sebagai calon presiden (capres) 2024.

Gubernur Jawa Barat itu meraih dukungan publik pada survei elektabilitas (keterpilihan) capres, yang diadakan Indometer.

Kang Emil – sapaan Ridwan Kamil – mengungguli capres lain seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Pada survei yang dilakukan 1-10 Februari 2021 itu, sebanyak 16,1 persen dari 1.200 responden seluruh provinsi mantap memilih Kang Emil sebagai calon presiden. Sementara 17,2 persen cenderung kepada Prabowo Subianto.

Ganjar Pranowo hanya meraup 15,9 persen, sedangkan Anies Baswedan tertinggal di 7,6 persen. Menyusul Sandiaga Uno 6,8 persen. Sementara nama lainnya di bawah 5 persen.

Responden dipilih secara acak dari survei sebelumnya pada 2019. Margin of eror sebesar 2,98 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dikutip dari banyak sumber, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indometer, Leonard SB mengungkapkan, elektabilitas Kang Emil yang melejit merupakan tantangan bukan hanya bagi Ganjar Pranowo, tapi juga koalisi PDIP-Gerindra.

“Ganjar merupakan representasi PDIP, sedangkan Prabowo sangat mungkin dicalonkan lagi oleh Gerindra pada Pilpres 2024,” katanya, Kamis (18/2).

Leonard menambahkan meski Kang Emil bukan figur partai politik, namun mampu memenangkan dukungan dari parpol berbeda. Terbukti saat helatan Pilwalkot Bandung 2013, dan Pilgub Jabar 2018.

Menyinggung peluang Anies Baswedan, menurut Leonard elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu terus tergerus. Dari 10,1 persen pada Juli 2020, menjadi 8,9 persen di Oktober 2020, dan kini 7,6 persen.

Modal Populer dan Kompetensi

Pengamat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad), Firman Manan menilai elektabilitas RK yang tumbuh positif pada survei capres 2024, dikarenakan kepopuleran Kang Emil dan kompetensinya selama menjadi kepala daerah.

“Elektabilitas naik itu kan karena pengaruh popularitas. Sejak jadi Wali Kota Bandung, Kang Emil memang sudah dikenal. Bukan hanya di Jawa Barat, tapi se-Indonesia,” katanya.

Terlebih lagi, lanjut Firman, bursa capres 2024 bakal diwarnai pertarungan antar-kepala daerah, khususnya gubernur. Sehingga publik lebih mudah memberi penilaian.

Mana kepala daerah yang sukses memajukan wilayahnya, menjadi bekal penting dalam kontestasi pilpres mendatang.

Responden yang menjagokan Kang Emil, sambung Firman, pasti mengakui pula secara personal Kang Emil punya potensi tampil di level nasional.

“Selain fisik yang good looking, Kang Emil juga dianggap kompeten membangun Jawa Barat,” paparnya.

Sebagai contoh, sebut Firman, setahun masa pandemi Covid-19 sekarang, publik ingin melihat kemampuan seorang kepala daerah membenahi sektor perekonomian.

“Masyarakat maunya recovery ekonomi yang konkret,” ujarnya.

Di sisi ini, menurut Firman, Kang Emil punya modal kuat. Inovasinya berhasil menarik investor guna mengembangkan kawasan Segitiga Rebana dan pembangunan Pelabuhan Patimban.

Selanjutnya masyarakat akan memonitor. Mereka bakal memberi apresiasi lebih, jika pengembangan dua proyek nasional tersebut, menunjukkan ada penyerapan tenaga kerja yang signifikan.

“Publik ingin melihat progress dua proyek itu. Harapannya bisa membuka lapangan kerja seluas mungkin,” ucapnya.

Selain faktor ekonomi, lanjut Firman, tantangan Kang Emil agar elektabilitasnya bisa terus naik, adalah kesuksesan vaksinasi Covid-19. Jika koordinasi dan komunikasinya dengan bupati / wali kota se-Jawa Barat berjalan baik, maka penilaian positif akan didapat.

“Persentase elektabilitas Kang Emil bisa terus naik, kalau program vaksinasi berjalan mulus. Dengan catatan, selama menuju 2024 tidak melakukan hal kontroversial, yang bisa menimbulkan sentimen negatif dari publik,” tegasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Ini Alasan KPU Kalsel, Sasar Pemilih Perempuan
apahabar.com

Politik

Usai Kalsel, Kini Kader PAN Sumsel Ramai-ramai Dukung Jokowi
apahabar.com

Politik

Kampanye ke Desa Maju Sejahtera Tanbu, Syafruddin H Maming Disambut Kesenian Khas Bali
apahabar.com

Politik

Mendaftar ke KPU, Cuncung – Alpiya Disuguhi Jamu dan Kue Brownis Ikan Patin
apahabar.com

Politik

Pilkada Ditunda, Calon Peserta di Banjarbaru Ubah Strategi Pemenangan
apahabar.com

Politik

KPU Kota Banjarmasin Himbau Pemilih Agar Teliti
apahabar.com

Politik

Didukung AHY di Pilwali Banjarmasin, Ibnu-Ariffin di Atas Angin?
Menang

Politik

Termasuk Banjarbaru, PPP Klaim Menang di 123 Pilkada
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com