Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel Amuntai Heboh! Belasan Balita Diduga Keracunan Usai Konsumsi Soto

Tak Protes Gaji Dipotong, Syaiful Rasakan Manfaat JKN-KIS

- Apahabar.com Sabtu, 13 Februari 2021 - 19:16 WIB

Tak Protes Gaji Dipotong, Syaiful Rasakan Manfaat JKN-KIS

Syaiful menunjukkan KIS. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BARABAI – Syaiful Rahman (31) tak memprotes gaji bulanannya dipotong untuk iuran BPJS Kesehatan.

Karyawan dari perusahaan swasta ini justru bersyukur. Sebab iuran yang dibayarkannya itu untuk Jaminan Keseshatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dengan jaminan itu dan iuran yang dibayarkan perbulannya dari potong gaji, kesehatan keluarganya sudah terjamin.

“Setidaknya saya dan kelaurga punya perlindungan kalo kenapa-kenapa soal kesehatan,” ucap Syaiful.

Soal manfaat, Syaiful pernah merasakan langsung program JKN-KIS. Dia mengaku puas ketika semuanya dijamin.

“Saat itu istri saya mau melahirkan. Kemudian dirujuk dari Puskesmas ke RS untuk persalinan, dan semuanya dijamin oleh JKN-KIS,” aku Syaiful.

“Ini yang bikin saya gak pernah protes ketika gaji saya dipotong buat iuran setiap bulan karena manfaatnya besar,” tambah Syaiful.

Dia merasa, nominal satu persen yang dipotong dari gajinya tidak memberatkan dirinya dan keluarganya.

“Bukan tentang nominalnya tapi soal manfaatnya yang sangat besar,” terang Syaiful.

Sebagai sorang pegawai perusahaan, Syaiful terdaftar sebagai peserta JKN-KIS pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Dia kini menanggung istri dan 1 anaknya sebagai peserta JKN-KIS dengan terdaftar pada hak kelas rawat kelas II.

“Ketika saya masuk menjadi karyawan di tempat saya bekerja, langsung didaftarkan ke BPJS Kesehatan oleh perusahaan tempat saya bekerja, dan saya sangat bersedia,” ucap Syaiful.

Syaiful menuturkan, untuk bekerja saja harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Tak jarang dia memperoleh jatah lembur sehingga terkadang telat untuk berjumpa keluarga.

Sebagai seorang kepala keluarga, Syaiful mengaku keselamatan dan kesehatan keluarganya adalah hal yang sangat penting. Hal ini ia rasakan semenjak tergabung sebagai peserta program JKN-KIS.

Dirinya mengaku proses pendaftaran oleh perusahaannya juga sangat mudah, dirinya hanya diminta menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga lalu keseluruhan prosesnya dilanjutkan oleh pihak perusahaan.

“Waktu itu saya cuma diminta fotokopi KK, bulan depannya saya dikasih tahu bahwa sudah terdaftar,” papar Syaiful.

Syaiful berharap program JKN-KISterus berlanjut dan terus menjadi pelindung bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

“Saya berharap rekan-rekan pekerja juga selalu ikhlas dalam gotong royong membantu jaminan kesehatan ini. Dan tentu berharap agar kita semua tetap sehat karena sebagai tulang punggung keluarga, kelancaran dalam bekerja dan mencari nafkah juga hal yang sangat penting,” tutup Syaiful.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Husna Lega Kantongi KIS dari Bantuan Pemerintah

BPJS Kesehatan Barabai

Hari Kesehatan Nasional, Duta BPJS Kesehatan Apresiasi Nakes dan Kampanyekan Prokes di HST
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Bercita-Cita Jadi TNI, Pemuda Meratus Pilih JKN-KIS Jaga Kesehatannya
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

MCS BPJS Kesehatan ke Desa Terdampak Banjir, Warga Terbantu Membuat KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Suka Duka Husna Jadi Kader BPJS Kesehatan Barabai
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Wajibkan Kepesertaan JKN-KIS, Warning Bagi Badan Usaha Tak Patuh di Tapin

BPJS Kesehatan Barabai

Kehadiran Bayi Laki-Laki, Rasminah Terbantu KIS PBI APBN
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Cerita Mustofa, Pengayuh Becak yang Iuran Kesehatannya Dibayar Pemkab HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com