Demonstrasi di DPRD Kalteng, Massa Protes Penertiban Tambang Emas Tradisional Tanpa Solusi Dugaan Penggelapan Mobil Rental, IRT Tabalong Terpaksa Diamankan Polisi Cuaca Kalsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Teten Masduki Sebut Pengembangan Produk Kriya Perlu Libatkan Agregator IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk
agustus

Target Pemkot Balikpapan Ambyar, Ribuan Nakes Belum Divaksin

Pemerintah Kota Balikpapan sepertinya harus bersabar dalam merealisasikan seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) divaksin.
- Apahabar.com     Rabu, 3 Februari 2021 - 17:05 WITA

Target Pemkot Balikpapan Ambyar, Ribuan Nakes Belum Divaksin

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan sepertinya harus bersabar dalam merealisasikan seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) divaksin. Padahal Pemerintah pusat telah memberi target kepada Pemkot Balikpapan agar menyelesaikannya pada 31 Januari lalu. Namun rupanya diperpanjang lantaran sejumlah Nakes alami sakit.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty yang menyebutkan sampai saat ini sudah sebanyak 4.264 Nakes yang divaksin. Jumlah tersebut masih kurang 1.500-an lebih dari total keseluruhan 5.800-an nakes.

Dari jumlah itu terdapat 567 nakes yang alami sakit, sehingga harus ditunda sampai sembuh. Dari hal itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi perpanjangan sampai tanggal 10 Februari mendatang.

“Kemudian informasi terbaru dari Kemenkes diperpanjang sampai 10 Februari. Jadi ada yang sakit atau cuti masih ada kesempatan,” ujar wanita yang kerap disapa Dio itu.

Selain itu, lambatnya realisasi vaksinasi lantaran batas waktu pelaksanaan yang diberikan sangat singkat, sehingga banyak tenaga kesehatan yang masih cuti. Belum lagi tenaga kesehatan yang berdinas di lokasi dan rig masuk dalam daftar yang tertunda.

“Karena diperpanjang, semoga cakupannya bisa lebih banyak,” harapnya.

Kendala lain menurut Dio ialah penggunaan aplikasi P-Care Vaksinasi milik BPJS Kesehatan. Di mana tidak semua nakes mendapatkan e-tiket dari aplikasi tersebut.

“Solusinya nanti dari Kemenkes akan disampaikan melalui Zoom meeting bersama BPJS Kesehatan. Karena aplikasi tersebut milik BPJS Kesehatan. Akan dibuka lagi satu fitur dengan username khusus bagi mereka yang tidak memiliki e-tiket,” ungkapnya.

Diketahui nakes yang tidak mendapatkan e-tiket ini lantaran terlambat mendaftar di aplikasi. Sehingga terjadi penumpukan ketika vaksinasi dimulai e-tiket belum terkirim.

“Insya Allah bisa selesai 10 Februari, karena sekarang sudah 73 persen,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Mengintip Lokasi Pemandian Kuno Usia 2000 Tahun yang Baru Ditemukan
apahabar.com

Tak Berkategori

Polda Kalteng Beberkan Alasan Penangkapan Tokoh Adat Kinipan
apahabar.com

Tak Berkategori

Polisi: Ratusan Anak di Kalsel Tersangkut Kasus Hukum Sepanjang 2018
apahabar.com

Tak Berkategori

Tinjau TPS, Gubernur Kaltim Andalkan Heli
apahabar.com

Tak Berkategori

BI Dorong Kalsel Jadi Kawasan Pengembangan Kopi Nasional
apahabar.com

Tak Berkategori

Beraksi di Siring 0 Km, Dua Penjambret Diamankan
Timnas Indonesia

Tak Berkategori

Soal Izin Kelanjutan Liga 1, Polri Masih Pikir-pikir
apahabar.com

Tak Berkategori

Pupuk Kaltim Boyong Proper Emas Dua Kali Berturut-turut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com