Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Vaksinasi Mandiri Ditarget Mulai April Mendatang

- Apahabar.com Minggu, 28 Februari 2021 - 15:15 WIB

Vaksinasi Mandiri Ditarget Mulai April Mendatang

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Kedatangan vaksin diperkirakan tiba pada akhir Maret mendatang. Menanggap hal itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan program vaksinasi gotong royong alias mandiri akan dimulai pada April.

“Tunggu saja, vaksinnya (mandiri) ada di April ya kemungkinan,” kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, seperti dilansir CNNIndonesia, Minggu (28/2).

Lebih lanjut, Nadia menjelaskan mengapa pemerintah memilih PT Bio Farma (persero) sebagai satu-satunya perusahaan yang dapat mengimpor vaksin untuk vaksinasi gotong royong.

Menurutnya, penunjukan Bio Farma berdasarkan konsultasi Kementerian Kesehatan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Untuk upaya mitigasi penyimpangan-penyimpangan saat ini perusahaan importir tunggal akan dilakukan oleh Bio Farma,” ujar Nadia.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani berharap vaksinasi mandiri dapat dimulai akhir Maret. Rosan mengatakan pihaknya beserta pemerintah telah sama-sama menyepakati alokasi vaksin sebanyak 20,2 juta dosis.

Rencananya akan ada empat merek vaksin yang bakal digunakan dalam program vaksin mandiri. Yakni vaksin dari produsen Sinopharm, Moderna, Sputnik, dan Johnson & Johnson.

“Rencananya bulan depan itu vaksinnya yang Sinopharm untuk gotong royong masuk ke Indonesia. Jadi harapannya akhir Maret sudah mulai disuntikkan,” kata Rosan.

Rosan sekaligus menjelaskan alokasi vaksin itu akan memiliki skala prioritas. Prioritas yang pertama adalah perusahaan atau badan usaha yang berlokasi di zona merah atau wilayah risiko tinggi penularan covid-19.

Kemudian, yang kedua diprioritaskan untuk industri padat karya. Selanjutnya perusahaan yang memiliki pengaruh terhadap perekonomian Indonesia, serta perusahaan yang memerlukan interaksi intens dengan masyarakat.

“Sudah lebih dari 8 ribu perusahaan yang mendaftar. Namun tentu menunggu persetujuan BPOM dan MUI untuk pelaksanaan vaksinasinya,” kata Rosan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin resmi memperbolehkan vaksinasi Covid-19 lewat jalur mandiri. Hal itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 yang terbit Rabu (24/2).
Sesuai Permenkes tersebut, perusahaan harus mendata pegawai yang akan menerima vaksin Covid-19 lalu memberikannya ke Kemenkes. Adapun biaya vaksin mandiri sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Brunei Darussalam Resmi Terapkan Hukuman Rajam Mati dan Amputasi

Nasional

Gangguan Teknis, Batik Air Tujuan Jakarta Putar Balik ke Jambi
SBY

Nasional

SBY Mengaku Bersalah Pernah Beri Jabatan pada Moeldoko
apahabar.com

Nasional

Paman Birin: Ustaz Arifin Ilham Putra Terbaik Banua
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Mendagri Tegur Kepala Daerah Belum Alokasi Anggaran untuk Covid-19
apahabar.com

Nasional

Instagram Akhirnya Blokir Akun Komik Muslim Gay
apahabar.com

Nasional

Banjir dan Longsor Menerjang, Aktivis Lingkungan Soroti Tambang Batu Bara
apahabar.com

Nasional

Kemenkumham Buka 3.532 Lowongan CPNS 2019 Buat Lulusan SMA
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com