Awal Usul Buka Investasi Miras di 4 Provinsi, Berikut Penjelasan Bahlil Heboh, Hujan Es Terjadi di Long Ikis Paser Izin Investasi Miras Dicabut, Bahlil Yakin Kepercayaan Investor Masih Baik Detik-Detik Kaburnya 4 Napi Kandangan, Jebol Teralis hingga Panjat Genteng BREAKING! Polisi Tangkap 2 Narapidana Kabur dari Rutan Kandangan

Viral Ibu Ditahan Bersama Balitanya, Komisi III Langsung Bereaksi

- Apahabar.com Minggu, 21 Februari 2021 - 18:05 WIB

Viral Ibu Ditahan Bersama Balitanya, Komisi III Langsung Bereaksi

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sahroni bereaksi atas ibu ditahan bersama balitanya di NTB. Foto-antara

apahabar.com, JAKARTA – Viral ibu rumah tangga (IRT) yang ditahan bersama anaknya masih menyusui di Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ahmad Sahroni, meminta agar segera dibebaskan.

“Dalam hukum itu ada namanya aspek-aspek humanis yang perlu dipertimbangkan, apalagi para IRT ini masih dibutuhkan oleh anak-anaknya,” ujar Sahroni dilansir Antara, Minggu (21/2/2021).

“Sangat tidak masuk akal kalau mereka sampai harus menyusui di penjara. Karenanya, saya sudah menelepon pihak kejaksaan dan polisi untuk segera membebaskan mereka,” lanjutnya.

Menurut dia, keputusan untuk memenjarakan para IRT itu hanya karena tuduhan perusakan tidak bijaksana. Disamping itu tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Sahroni menambahkan bahwa dalam melakukan penegakan hukum seharusnya para petugas juga melihat latar belakang kasus secara menyeluruh.

Dalam kasus tersebut, tambah politikus Partai NasDem itu, jelas-jelas para IRT itu melakukan pelemparan batu ke pabrik rokok karena dianggap pencemaran lingkungan yang membahayakan warga.

“Apalagi, sebenarnya ibu-ibu ini hanya memperjuangkan haknya untuk bisa menghirup udara bersih. Jadi, tidak bisa dibenarkan kalau tindakan ini harus berakhir di tahanan,” ungkap Sahroni.

“Saya dari Komisi III menilai hal ini sudah tidak bisa dibiarkan dan para IRT itu harus dibebaskan,” beber Sahroni.

Sebagaimana diketahui, empat IRT di Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, harus mendekam di balik jeruji Kejaksaan Negeri Praya.

Dan dua dari mereka harus membawa bayinya berada di balik jeruji karena mesti menyusui.

Keempat IRT itu sebelumnya melempar pabrik rokok yang di Dusun Eat Nyiur sebagai bentuk protes karena polusi yang ditimbulkan.

Namun justru pihak pabrik memilih mempekerjakan orang luar dibanding warga setempat.

Masing-masing IRT asal Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah itu adalah Nurul Hidayah (38 tahun), Martini (22 tahun), Fatimah (38 tahun), dan Hultiah (40 tahun).

Mereka merupakan warga Dusun Eat Nyiur yang diancam pasal 170 KUHP ayat (1) dengan ancaman pidana penjara 5-7 tahun atas tuduhan perusakan.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hadiri Pernikahan Mantan, Para Pria Ini Berakhir Tragis
apahabar.com

Nasional

Geger, Mayat Pria Bertato Kepala Kelelawar Tersangkut di Pohon Bakau
apahabar.com

Nasional

Pemulangan 660 WNI Eks ISIS ke Indonesia, Jokowi: Masih Diperhitungkan Plus Minusnya
apahabar.com

Nasional

Selasa Nanti, Pemerintah Putuskan Pemulangan WNI di Diamond Princess
apahabar.com

Nasional

Kerumunan di Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani di Tangerang, Simak Komentar Kemenkes
apahabar.com

Nasional

Kementerian Koperasi dan UKM Perpanjang Masa Pemberian BLT
apahabar.com

Nasional

Kemenko Polhukam akan Tinjau Palangkaraya Sebagai Ibu Kota Pemerintahan
apahabar.com

Nasional

BJ Habibie Pergi, Wali Kota Banjarmasin Ikut Berduka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com