Duh, Jatah Ratusan Elpiji 3 Kg Bersubsidi Raib di Agen Muara Asam Asam Tala Keluh Pedagang Soal Penutupan Pasar Bauntung Lama ke Pemkot Banjarbaru: Kami Makan Apa? Kabupaten Banjar Lanjutkan PPKM Mikro ke Tahap Dua Sah! Jaksa Tetapkan Kades di Kelumpang Kotabaru Tersangka Pungli Cafe Jual Miras di Banjarmasin Bak Kebal Hukum, Buntut Izin Pusat?

Viral SPBU Sutoyo Banjarmasin Jual BBM Tak dari Nol, Simak Penjelasan Pertamina

- Apahabar.com Jumat, 19 Februari 2021 - 21:30 WIB

Viral SPBU Sutoyo Banjarmasin Jual BBM Tak dari Nol, Simak Penjelasan Pertamina

Perdebatan seorang pelanggan dengan petugas SPBU di Banjarmasin viral di media sosial. Si pengendara protes karena pengisian BBM jenis premium tak bisa dari nol. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Bicara BBM, tentu bicara hajat hidup orang banyak. Maka tak salah jika segala informasi yang menyangkut kebutuhan pokok tersebut begitu mudah viral.

Seperti video perdebatan antara pelanggan dengan petugas SPBU di Banjarmasin yang belakangan ini beredar luas di linimasa media sosial.

Bicara BBM, tentu bicara hajat hidup orang banyak. Maka tak salah jika video perdebatan antara pelanggan dengan petugas SPBU di Banjarmasin begitu cepat viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 22 detik itu, si pengendara protes karena pengisian BBM jenis premium tak bisa dari nol.

“Peraturan baru ya ini? Enggak bisa dari nol katanya,” ujar wanita dalam video tersebut.

Gegara Rp2 Ribu Masuk Bui, Polisi Banjarmasin Janji Sikat Pangkalan LPG Nakal

Petugas pun merespons datar komentar si pelanggan. Ia menjelaskan pengisian BBM bisa dilakukan dari nol tapi harus menggunakan data.

“Tapi terserah saja, kalau dari pelanggan mau dari nol bisa, kami minta DA [nomor polisi] dan nomor handphone pian (anda),” ujar si petugas. Jawaban si petugas lalu direspons nyinyir pelanggan tersebut.

“Oh gitu ya, amazing,” ujar si wanita tersebut.

Video perdebatan antara pembelian BBM dan petugas SPBU ini secepat kilat viral di media sosial.

Viral SPBU Sutoyo, Jual BBM Tak dari Nol Ada Ancaman Pidananya!

Saat ditelusuri, perdebatan panas itu terjadi di SPBU Sutoyo S, Banjarmasin Tengah Kamis kemarin (18/2).

apahabar.com mencoba mengkonfirmasi terkait peraturan yang disampaikan petugas SPBU Sutoyo S tersebut.

“Memang aturannya begitu. Karena premium sekarang BBM bersubsidi. Aturan dari Pertamina demikian,” ujar Pegawai SPBU Sutoyo S, Rizki, Jumat (19/2).

Rizki bilang peraturan ini berlaku di SPBU-nya sudah sejak sekitar enam bulan terakhir. Setiap pelanggan yang ingin memulai pembelian dari nol, nomor kendaraan, handphone, dan nominal pembelian harus diinput melalui EDC (Electric Data Center) yang terintegrasi dengan aplikasi My Pertamina atau Linkaja. Peraturan ini tak hanya berlaku untuk BBM jenis premium, tapiĀ  jenis bio solar.

“Sebenarnya bisa di-nol-kan. Tapi harus menginput data melalui EDC (Electric Data Center). Kalau enggak diinput enggak bisa keluar minyaknya,” jelasnya.

Rizki mengklaim bahwa saat insiden itu petugas juga sudah menawarkan pilihan. Apakah mau dari nol dengan mengisi data, atau disambung dengan meter pembeli sebelumnya.

“Yang suami maunya yang cepat saja. Tapi yang istri memvideo kejadian itu,” katanya.

Yang disesalkan Rizki, di-caption video yang beredar di media sosial itu pelanggan juga menuliskan harus menggunakan KTP dan Kartu Keluarga (KK). Rizki memastikan itu tak benar.

“Enggak ada kalau pakai KTP, KK seperti di-caption video itu. Yang pasti nomor kendaraan sama nomor handphone,” bebernya.

Memang masih banyak masyarakat yang kurang paham akan adanya peraturan baru tersebut. Terlebih untuk pelanggan premium yang notabene untuk mengisi kendaraan roda dua.

Prosedur tersebut memang agak repot. Dan terkadang perlu makan waktu lama untuk proses input data ke EDC.

“Kalau biosolar bolehlah pakai input data, karena yang beli pengendara mobil. Sementara masyarakat kita banyak pakai premium untuk motor yang literannya juga enggak seberapa,” pungkasnya.

Perlu untuk diketahui, PT Pertamina (Persero) sejak 2020 menargetkan pendataan identitas pembeli BBM. Ini dilakukan seiring dilaksanakan digitalisasi pada SPBU. Setiap SPBU dipasang EDC, tujuannya untuk memonitor BBM yang ditebus dan yang dijual oleh SPBU.

Terpisah, Unit Manajer Communications, Relations, & CSR Pertamina MOR VI Susanto Satria tengah mendalami keluhan dari pelanggan wanita tersebut.

Prinsipnya…

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya:

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Nette Boy Bantu Penyemir Cilik Beli HP Untuk Belajar Daring
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Orang Reaktif di Banjarmasin Jalani Swab Massal
apahabar.com

Kalsel

Pelihara Kamtibmas Polsek Karang Bintang Rutin Gelar Kunjungan Sambang
apahabar.com

Kalsel

Andil Dispersip Kalsel dalam Penanganan Covid-19, Bergerak di Edukasi dan Literasi
apahabar.com

Kalsel

Geger, Pasien Berobat di RS Ulin Meninggal Mendadak
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Berpotensi Hujan Siang Ini
Balangan Zona Hijau

Kalsel

Balangan Zona Hijau, Sekolah Tatap Muka Dimulai 2021
apahabar.com

Kalsel

Gelapkan 11 Mobil Rental, Komplotan Penipu Ini Terancam 4 Tahun Kurungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com