Kamar Pesantren di Lapas Kotabaru Dirazia, Petugas Temukan Barang Terlarang Polresta Banjarmasin Janji Usut Tuntas Kasus Kematian Wildan Skandal Pungli di Tegalrejo Kotabaru Sudah Berlangsung Lama! Duh, Usai Divaksin Covid-19 Sejumlah Wartawan Pingsan Dituding Gelembungkan Suara, Komisioner KPU Banjar Belum Berniat Polisikan Saksi

Wapres Ma’ruf: Pasar Muamalah Merusak Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Nasional

- Apahabar.com Kamis, 4 Februari 2021 - 10:19 WIB

Wapres Ma’ruf: Pasar Muamalah Merusak Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Nasional

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan arahan pada Rapat Pleno Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) melalui konferensi video dari rumah dinas wapres Jakarta, Selasa (26/1/2021). Foto-Asdep KIP Setwapres via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan praktik Pasar Muamalah merusak ekosistem ekonomi dan keuangan nasional.

Sebab, menurut Wapres Ma’ruf, setiap transaksinya tidak mengikuti peraturan dan undang-undang yang sudah disepakati berlaku di Indonesia.

“Tujuannya mungkin untuk menegakkan pasar syariah, tetapi kan kita ada mekanisme dalam sistem kenegaraan kita. Sehingga, ketika itu kemudian ada suatu [praktik ekonomi] di luar itu, tentu itu akan merusak ekosistem daripada ekonomi dan keuangan nasional kita,” kata Wapres Ma’ruf dalam keterangannya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (4/1).

Wapres mengatakan, praktik ekonomi di Pasar Muamalah tidak bisa disebut sebagai kegiatan untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Di Indonesia, ekonomi dan keuangan syariah dijalankan sebagai bagian dari upaya penguatan sistem ekonomi nasional.

Indonesia memiliki regulasi dan lembaga keuangan berbasis syariah yang mengakomodasi kegiatan ekonomi sesuai dengan sistem keuangan nasional.

Sehingga, kegiatan Pasar Muamalah yang bertransaksi menggunakan mata uang selain rupiah termasuk bentuk penyimpangan dari sistem keuangan nasional, tegas Wapres.

“Perbankan syariah di Indonesia ada aturannya, Surat Berharga Syariah Negara [SBSN] ada aturannya dan undang-undangnya ada aturan pelaksanaannya, bahkan ada juga fatwanya dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia [DSN-MUI],” jelasnya.

Pasar Muamalah, yang berpraktik di Jalan Tanah Baru, Depok, Jawa Barat sejak 2014, merupakan kegiatan jual dan beli yang menggunakan mata uang dirham dan dinar dalam setiap transaksinya. Selain itu, biaya sewa tempat bagi pedagang yang berjualan di pasar tersebut juga menggunakan mata uang Arab Saudi.

Belasan pedagang yang tergabung dalam Pasar Muamalah menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, minuman dan pakaian dengan menggunakan uang dirham dan dinar.

Polisi menetapkan pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi sebagai tersangka atas pasal 9 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana dan pasal 33 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan denda Rp200 juta.

Sebagai pengelola pasar, Zaim menentukan harga beli koin dinar dan dirham sesuai dengan harga yang berlaku di PT Aneka Tambang (Antam), dengan ditambahkan 2,5 persen sebagai keuntungan.

Dinar yang digunakan dalam transaksi di pasar tersebut berupa koin emas seberat 4,25 gram dan emas 22 karat; sedangkan dirham yang dipakai berupa koin perak murni seberat 2,975 gram.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Penerbangan Juanda-Halim Kena Dampak Banjir Jakarta
apahabar.com

Ekbis

Jangan Beli Emas saat Harga Rp 1 Juta, Simak Risikonya
sapi

Ekbis

Duh, Ribuan Pedagang Daging Sapi Gulung Tikar Gegara Pandemi
Emas Antam

Ekbis

Awal Tahun 2021, Harga Emas Antam Naik Rp4.000 Per Gram
apahabar.com

Ekbis

Alasan Kementan Musnahkan Jamur Enoki dari Korsel

Ekbis

Pandemi Covid-19, Penjualan Avtur Pertamina Ambyar

Ekbis

Sejalan Pasar Dunia, Harga Emas Antam Terus Merangkak Naik
apahabar.com

Ekbis

Target BEKRAF, 50% Pelaku Kreatif Daftarkan Kekayaan Intelektual
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com