Terciduk Warga, Begal Sapi Tanah Bumbu Lari Tunggang-langgang di Kotabaru Transkrip Rekaman Sengketa Pilgub Kalsel Beredar, Petinggi KPU Akui PPK Terima Duit Heboh Kades di Kelumpang Tersangka Pungli, Giliran Apdesi Kotabaru Buka Suara Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir

WHO Eropa Khawatir Vaksin Covid-19 Tak Mampu Tangani Corona Baru

- Apahabar.com Sabtu, 6 Februari 2021 - 10:29 WIB

WHO Eropa Khawatir Vaksin Covid-19 Tak Mampu Tangani Corona Baru

Ilustrasi Sumber: pixabay

apahabar.com, JENEWA – Munculnya corona varian baru membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa khawatir. Mereka mencemaskan vaksin yang kini beredar tidak efektif melawan virus varian baru.

“Virus ini masih menguasai manusia. Itu pertanyaan besarnya. Saya khawatir, kami harus bersiap,”kata Direktur WHO Eropa Hans Kluge kepada kantor berita AFP dilansir Republika yang mengutip Aljazirah, Jumat (5/2).

Demi mengatasi strain virus corona baru, dia meminta negara-negara untuk memperluas kapasitas pengurutan genom mereka, sebuah proses yang memetakan kode genetik virus. Komentar Kluge muncul setelah Inggris, pemimpin global di bidang pengurutan genom, mengatakan bahwa dunia sekarang menghadapi sekitar 4.000 varian virus yang menyebabkan Covid-19.

Ribuan strain telah tercatat telah bermutasi, tetapi hanya sebagian kecil yang cenderung mengubah virus dengan cara yang berarti, menurut British Medical Journal. Varian yang disebut Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil, misalnya, tampaknya menyebar lebih cepat daripada yang lain.

Menteri Inggris yang bertanggung jawab atas penyebaran vaksin, Nadhim Zahawi mengatakan, kemungkinan besar vaksin saat ini tidak akan bekerja melawan varian baru.

“Semua produsen, Pfizer-BioNTech, Moderna, Oxford-AstraZeneca, dan lainnya, sedang mencari cara untuk meningkatkan vaksin mereka untuk memastikan bahwa kami siap untuk varian apa pun. Saat ini ada sekitar 4.000 varian Covid-19 di seluruh dunia,” katanya.

Varian Inggris yang disebut, yang dikenal sebagai VUI-202012/01, memiliki mutasi termasuk perubahan protein yang digunakan virus untuk mengikat reseptor ACE2 manusia. Artinya mungkin lebih mudah untuk ditangkap.

“Kami memiliki industri sekuensing genom terbesar, kami memiliki sekitar 50 persen industri sekuensing genom dunia dan kami menyimpan perfustakaan dari semua varian sehingga kami siap untuk merespons. Baik di Musim Gugur atau lebih untuk tantangan apa pun yang virus mungkin muncul dan menghasilkan vaksin berikutnya,” kata Zahawi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

China

Global

China Lockdown, Harga Minyak Dunia Terdampak
apahabar.com

Global

Teler Gegara Terpengaruh Teman, TKI Diusir dari Malaysia
apahabar.com

Global

Siwon Choi Super Junior  Doakan Korban Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Global

Rusia dan Turki Bahas Suriah Setelah Penarikan Tentara AS
Drone

Global

Sudah 3 Drone Selam China Berkeliaran di Perairan Indonesia
Facebook

Global

Tak Hanya Twitter, Facebook hingga YouTube Blokir Akun Donald Trump
apahabar.com

Global

LGBT Kalah Referendum, Taiwan Tolak Pernikahan Sesama Jenis
apahabar.com

Global

Yenny Wahid Unjuk Gagasan Perdamaian di Dubai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com