Breaking: Kapal Selam TNI AL Dikabarkan Hilang Kontak Kuasa Hukum AF Minta Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara Duh, DLH Tabalong Tak Pernah Lihat Dokumen Pascatambang ADARO Melihat Sidang Perdana Kasus Korupsi Kursi di Tanah Bumbu, Audit Tak Dilakukan BPK! AnandaMu Dihentikan, Kasus SARA Ustaz HA Berlanjut ke Polisi!

Anggaran Hibah Pariwisata RI Naik Jadi Rp3,7 Triliun

- Apahabar.com Kamis, 18 Maret 2021 - 14:37 WIB

Anggaran Hibah Pariwisata RI Naik Jadi Rp3,7 Triliun

Menparekraf Sandiaga Uno. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Dana hibah untuk sektor pariwisata di Indonesia akan naik dari tahun lalu.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan kenaikan tersebut telah diusulkan kepada Presiden Joko Widodo serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Jadi naik estimasinya Rp2,7 triliun sampai Rp3,7 triliun. Itu yang kami ajukan makanya Pak Menko ini penting dilobi oleh teman-teman PHRI karena bolanya ujungnya di menko perekonomian dan tentunya di presiden,” ujar Sandi dalam Rakernas PHRI, dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (18/3).

Sandi menuturkan dana hibah pariwisata 2020 telah tersalur Rp2,2 triliun atau sekitar 75 persen dari anggaran Rp3,3 triliun.

“Ini tersalurkan ke 6.700 hotel dan 7.600 restoran di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Ia berharap penyaluran dana hibah di tahun ini akan lebih baik sebab program tersebut sangat bermanfaat bagi bisnis di sektor pariwisata. Saat ini, kata Sandi, kondisi berbagai destinasi wisata prioritas sendiri cukup memprihatinkan.

Pasalnya, sudah lebih dari setahun sejak covid-19 masuk ke Indonesia kawasan-kawasan tersebut sepi pelancong.

“Saya sangat prihatin di destinasi-destinasi prioritas termasuk destinasi tulang punggung, Bali, Borobudur, Semarang sudah satu tahun (sepi). Jadi kita harus bangkitkan semangat mereka,” tuturnya.

Meski demikian, Sandi optimistis sektor pariwisata akan segera bangkit mengingat hotel dan restoran merupakan bidang usaha yang cukup strategis. Selain itu, menurutnya, krisis juga menjadi momentum untuk menempa para pengusaha untuk menjadi lebih berkualitas.

“Seperti krisis 1997, 1998, 2008, 2009. Di 2007 saya berikan contoh ada lonjakan jumlah dan kualitas entrepreneur yang fantastis setelah global crisis. 57 persen pengusaha yang masuk daftar Fortune 500 adalah justru usaha yang lahir saat krisis,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Industri Gim Indonesia Jauh Tertinggal dari China
apahabar.com

Nasional

Fenomena “Laut Terbelah” di Suramadu Dinamakan Halocline, Begini Penjelasannya
apahabar.com

Nasional

Buka Muktamar IV Parmusi, Jokowi Tekankan Pencegahan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Lion Air Tergelincir di Pontianak, Bagaimana Nasib Penumpang?
apahabar.com

Nasional

Hari Ini Dylan Sahara Dimakamkan di Ponorogo, Ifan Seventeen: ‘How Can I Live Without You’
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Tanggapi KPK Menetapkan Sofyan Basir Tersangka
Penduduk Miskin

Nasional

Penduduk Miskin RI 27,55 Juta Orang, Terbanyak di Jawa

Nasional

RKUHP Kebiri Kebebasan Pers? Ini Pendapat PWI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com