Sadarkan Diri, Dokter Ungkap Kondisi Terkini Echa Si Putri Tidur Banjarmasin POPULER SEPEKAN: Waspada Air Pasang, Ambruknya Pasar Ujung Murung, hingga Viral Putri Tidur Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Buron Biang Tenggelamnya Polisi di Sungai Martapura Belum Ditemukan Panas Lagi, Laporan Bakul Denny Indrayana Berbalas Jadwal Imsakiyah

Oknum ASN PUPR Tapin dan Kontraktor Terjerat Kasus Korupsi Ratusan Juta

- Apahabar.com Rabu, 24 Maret 2021 - 21:30 WIB

Oknum ASN PUPR Tapin dan Kontraktor Terjerat Kasus Korupsi Ratusan Juta

Kepala Kejari Tapin, Zaenul Abidin Nawir (tengah) pada saat konferensi pers. Foto-apahabar.com/Sandy Lator.

apahabar.com, RANTAU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapin lakukan pengungkapan tahap II pelimpahan berkas tersangka dan barang bukti kasus korupsi proyek pembangunan tebing siring Atalaut di Kecamatan Bungur.

Dari kasus itu, dua orang tersangka FF (37) dan RJS (37) diduga merugikan uang negara sekitar Rp522 juta.

FF (37) seorang kontraktor dan RJS (37) sorang Oknum ASN, pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas PUPR Tapin.

“Proyek pengamanan tebing Jembatan Atalaut yang bersumber dari APBD Kabupaten Tapin tahun 2018 dengan nilai pekerjaan Rp586 juta. Di mana ditemukan kerugian Negara sebesar Rp522 juta,” ucap Kepala Kejari Tapin, Zaenul Abidin Nawir, Rabu (24/3/2021).

Zaenul mengatakan kerugian tersebut berdasarkan pemeriksaan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan dan pemeriksaan tim ahli dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

“Penyelewengan yang dilakukan oleh oknum ASN dan kontraktor tersebut dalam bentuk pekerjaan yang tidak sesuai sertifikasi dan pembangunan itu, sehingga tidak bisa difungsikan lagi,” jelas Zaenul.

Ia menambahkan, kedua tersangka tersebut tidak bisa langsung ditahan. Sebab, berdasarkan pemeriksaan kesehatan dilakukan di RSUD Datu Sanggul Rantau, untuk tersangka RJS setelah test hasilnya reaktif Covid-19 dan tersangka FF mengalami penyakit jantung.

“Kejaksaan Negeri Tapin lakukan penahanan kota. Jadi tersangka kami lakukan wajib lapor Senin dan Rabu. Tadi kita sudah memerintahkan tim P16 segera untuk melimpahkan perkara ini pengadilan,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa dokumen kontrak, bukti pembayaran, hasil pemeriksaan tim ahli dari ULM, berita acara keseluruhan, dokumen para saksi, keterangan ahli dan keterangan tersangka.

Zaenul berharap dengan menyoroti kasus kasus seperti ini pembangunan di Kabupaten Tapin dapat dikerjakan dengan baik dan benar serta manfaatnya juga bisa dirasakan oleh masyarakat.

Kedua tersangka dikenakan pasal 2 dan pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001. Ancaman hukuman di pasal 2 paling singkat 4 Tahun dan paling lama 20 Tahun penjara, sedangkan di pasal 3 ancaman hukuman paling singkat 1 Tahun dan paling lama 20 Tahun.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Vaksinasi

Tapin

Vaksinasi Perdana di Tapin, Sejumlah Pejabat Malah Darah Tinggi
jaga sungai

Tapin

Danramil 1010-02/Tapin Tengah Ingatkan Masyarakat untuk Jaga Sungai

Tapin

Cegah Kepunahan Bekantan, Bupati Tapin Tanam Pohon di Kawasan Ekowisata Lok Buntar
Peresmian Bendungan

Tapin

Bersyukur Peresmian Bendungan Lancar, Bupati Tapin: Presiden Senang
PPKM

Kalsel

Lawan Covid-19, Tapin Bentuk PPKM Berskala Mikro

Tapin

MK Putuskan Pilgub Kalsel 2020 Dilakukan PSU, KPU Tapin Tunggu Arahan
apahabar.com

Tapin

Prestasi Mendunia, Gambar Cabai Rawit Hiyung Diletakan di Logo HUT Tapin Ke-55

Tapin

Security PT AGM Nyolong Kabel, Perusahaan Rugi Ratusan Juta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com