Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Awal Usul Buka Investasi Miras di 4 Provinsi, Berikut Penjelasan Bahlil

- Apahabar.com Selasa, 2 Maret 2021 - 21:42 WIB

Awal Usul Buka Investasi Miras di 4 Provinsi, Berikut Penjelasan Bahlil

Ilustrasi miras. Foto-CNBC Indonesia/

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan awal mula usul untuk membuka investasi minuman keras (miras) sebelum kemudian lampiran dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tersebut dicabut.

Melangsir Antara, Bahlil dalam konferensi pers daring, Selasa (3/2), menjelaskan salah satu pertimbangan investasi miras dibuka di 4 provinsi, yaitu Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Papua, yakni demi kearifan lokal wilayah tersebut.

“Salah satu pertimbangan pemikiran kenapa ini [izin investasi dibuka] untuk di beberapa provinsi itu saja karena memang di daerah itu ada kearifan lokal. Jadi dasar pertimbangannya itu adalah memperhatikan masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat terhadap kearifan lokal,” katanya.

Bahlil menjelaskan, salah satu contohnya yakni Sopi, minuman beralkohol khas NTT. Menurut dia, minuman tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi tetapi tidak bisa didorong menjadi industri besar karena masuk kategori terlarang.

“Tetapi itu [Sopi] kan tidak bisa dimanfaatkan karena dilarang. Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut dan juga bisa diolah untuk produk ekspor maka itu dilakukan [dibuka izin investasinya],” katanya.

Contoh lainnya, lanjut Bahlil, yaitu arak lokal Bali yang berkualitas ekspor.

“Itu akan ekonomis kalau itu dibangun berbentuk industri. Tapi kalau dibangun sedikit-sedikit apalagi itu dilarang, maka tidak mempunyai nilai ekonomi. Itulah kemudian kenapa dikatakan bahwa memperhatikan budaya dan kearifan setempat,” imbuhnya.

Di sisi lain, meski mendorong agar kearifan lokal tersebut bisa berkembang dan menjadi penggerak ekonomi setempat, Bahlil pun tidak menutup mata pada polemik yang terjadi atas usulan tersebut.

Ia mengatakan, bahkan di Papua yang jadi lokasi untuk investasi miras, usulan tersebut pun ditolak masyarakat setempat. Pasalnya, investasi miras bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Miras nomor 15 Tahun 2013, tentang Pelarangan Produksi, Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Berbekal aspirasi-aspirasi tersebut, Bahlil pun kemudian menyampaikannya kepada Presiden Jokowi hingga kemudian diputuskan bahwa poin soal investasi miras dalam Perpres 10/2021 dicabut.

“Aspirasi-aspirasi itu kami sampaikan juga kepada Bapak Presiden lewat Pak Mensesneg sehingga kemudian pikiran ini, aspirasi ini, sangat dihargai dan didengar dan dihormati. Dan kemudian Bapak Presiden memutuskan untuk itu [pembukaan investasi miras] tidak dilakukan,” pungkas Bahlil.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Usai Pengumuman Kabinet, Rupiah Menguat 9 Poin
apahabar.com

Ekbis

Gubernur BI: Harga Minyak Dunia Anjlok Positif Bagi Ekonomi Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Sejumlah Industri Masih Tunjukan Kinerja Positif di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Soal Kenaikan Harga Pangan, Simak Analisis Bank Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Google Perbaharui Fitur Baru, Android Message Namanya
apahabar.com

Ekbis

Medsos Cs Picu Trafik Data Telkomsel Selama Lebaran
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Sudah Transfer Uang Kartu Prakerja Gelombang 1
apahabar.com

Ekbis

Sempat Stagnan, Rupiah Awal Pekan Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com