Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Banjir Jilid Dua di Kabupaten Banjar, Sungai Martapura Meluap Sejak Kemarin

- Apahabar.com Selasa, 9 Maret 2021 - 14:41 WIB

Banjir Jilid Dua di Kabupaten Banjar, Sungai Martapura Meluap Sejak Kemarin

Kondisi banjir di perumahan BAS, Bincau Martapura, banjir susulan part II, Selasa (9/3) siang. Foto-apahabar.com/hendralianor.

apahabar.com, MARTAPURA – Baru delapan hari surut dari banjir susulan, pasca-banjir besar Kalsel, kini banjir kembali melanda sejumlah titik Kabupaten Banjar, Selasa (9/3).

Banjir mulai naik sejak Senin (8/3) kemarin, setelah sebelumnya hujan deras pada Minggu (7/3) dini hari.

Selama tiga hari ini, hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Banjar. Alhasil, Sungai Martapura kembali meluap. Kiriman dari Sungai Riam Kiwa.

Informasi dihimpun, Kecamatan Pengaron, Astambul, dan Martapura terdampak banjir susulan jilid dua ini.

Sebelum ini, beberapa titik di 4 kecamatan masih terdampak banjir, seperti di Martapura Timur, Barat, Sungai Tabuk, dan Cintapuri Darussalam.

Salah satu wilayah yang rutin banjir berada di Desa Bincau, Kecamatan Martapura Kota. Hingga hari ini, air perlahan terus naik sejak pagi kemarin.

“Sampai siang ini di rumah saya kedalaman air sudah 8 CM,” ujar Rizkiah, warga Perumahan Berkat Alam Sekumpul (BAS) RT 12 Desa Bincau.

Di luar rumah, kedalaman air bervariasi, dari 20 cm sampai 50 CM.

“Ini banjir yang kelima kalinya selama 2021 ini. Sudah 4 kali bersih-bersih rumah,” keluhnya.

Menurutnya, banjir kali ini adalah yang paling lama dan terparah. Banjir sudah melanda sejak 16 Desember 2020.

Kala banjir besar pertengahan Januari lalu, air di dalam rumah mencapai dada orang dewasa.

“Kalau di luar rumah sampai leher,” imbuhnya.

Hujan deras ini memang sudah diprediksi bakal berakhir sampai pertengahan Maret ini.

“Sesuai perkiraan BMKG, hujan dengan intensitas tinggi sampai pertengahan Maret,” ujar Kepala BPBD Banjar, Irwan Kumar kepada apahabar.com, akhir Februari lalu.

Ia melanjutkan musim penghujan kali ini cukup panjang karena fenomena Lalina. Makanya, kata dia, cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Kalsel, tetapi juga di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Setelah pertengahan ini hujan tetap ada, namun curahnya tidak begitu tinggi lagi,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kapolres

Kalsel

Tegas! Kapolres di Kalsel Diperintah Tindak Kerumunan Pilkada, Natal dan Tahun Baru
apahabar.com

Kalsel

HST Gelontorkan Dana Rp2 M Amankan Pilkada dan Pilkades 2020
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Terus Genjot Pembangunan Infrastruktur Daerah
apahabar.com

Kalsel

Sasar Pasar Pemarang Tanjung, Satpol PP Tabalong Jaring 4 Warga Tanpa Masker
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diguyur Hujan, Hotspot Masih Bertahan
apahabar.com

Kalsel

Dear Warga Kalsel-Teng, PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Saat Lebaran
apahabar.com

Kalsel

Jalani Karatina Khusus, Kabag Keuangan Sekwan Tala Titip Pesan
apahabar.com

Kalsel

Ops Ketupat Intan 2019 di Tapin; Siagakan Ratusan Personel hingga Tambah Armada Feri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com