Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Begini Prosedur Membatalkan Pendaftaran Haji Reguler

- Apahabar.com Selasa, 16 Maret 2021 - 18:05 WIB

Begini Prosedur Membatalkan Pendaftaran Haji Reguler

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Direktur pengelolaan Dana Haji Maman Saefullah membeberkan cara membatalkan pendaftaran haji yang sudah dilakukan calon jemaah haji. Dia menyebut, proses pembatalan haji dapat dilakukan melalui kantor Kementerian Agama.

Pembatalan haji ini, kata Maman dapat dilakukan oleh calon jemaah sendiri di kantor Kementerian Agama kabupaten atau kota setempat.

“Untuk regulasi pembatalan sebagai berikut,” kata Maman seperti dilansir Irham.id, Selasa (16/3).

Pembatalan pendaftaran jemaah haji setoran awal BPIH reguler:

a. Pembatalan pendaftaran jemaah haji dilakukan oleh jemaah haji yang bersangkutan di Kantor kemenag Kab/Kota dengan membawa persyaratan surat permohonan pembatalan bermaterai Rp 6.000 dengan menyebutkan alasan pembatalan, yang ditujukan kepada kepala kantor Kemenag Kab/Kota
b. Bukti asli setoran awal Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) yang dikeluarkan oleh BPS BPIH
c. Asli aplikasi transfer setoran awal BPIH
d. Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH)
e. Jemaah wajib mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi
f. Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya
g. Fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya.

Jemaah Haji batal dengan alasan meninggal dunia sebelum keberangkatan ke Arab Saudi

a. Pembatalan pendaftaran Jemaah Haji
Dilakukan di Kantor Kemenag Kabupaten atau Kota oleh ahli waris atau kuasa waris dengan membawa persyaratan surat permohonan pembatalan bermaterai Rp 6.000,00 dari ahli waris jemaah Haji yang meninggal dunia yang ditujukan kepada Kepala Kantor kemenag Kabupaten atau Kota.
b. Surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Lurah atau Kepala Desa atau Rumah Sakit setempat
c. Surat keterangan waris bermaterai Rp 6.000 yang dikeluarkan oleh Lurah atau Kepala Desa dan diketahui oleh Camat
d. Surat keterangan kuasa waris yang ditunjuk ahli waris untuk melakukan pembatalan pendaftaran jemaah haji bermaterai Rp 6.000
e. Fotokopi KTP ahli waris atau kuasa waris jemaah haji yang mengajukan pembatalan pendaftaran jemaah haji dan memperlihatkan aslinya
f. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari ahli waris atau kuasa waris Jemaah Haji bermaterai Rp 6.000
g. Bukti asli setoran awal BPIH yang dikeluarkan BPS BPIH
h. Asli aplikasi transfer setoran awal BPIH;
i. Surat Pendaftaran Pergi Haji
j. Ahli waris wajib mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi
k. Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah haji.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Dakwah Melalui Institusi Negara Kerajaan Banjar
apahabar.com

Religi

Tausiah di Masjid Agung Al Karomah Martapura, UAS : Adab di Atas Ilmu, Penting
apahabar.com

Religi

Begini Anjuran Nabi untuk Mengikat ‘Keharmonisan’
apahabar.com

Religi

“Parukunan Jamaluddin” Ternyata Ditulis Ulama Perempuan Berdarah Banjar-Bugis
apahabar.com

Habar

Buka Umrah dalam Waktu Dekat, Saudi Minta Sejumlah Syarat
apahabar.com

Habar

KH Ma’ruf Amin Kunjungi Guru Bakhiet, Polisi Turunkan 300 Personel
Vaksinasi Covid-19

Habar

Perlu Kecepatan, Wapres Dukung Vaksinasi Covid-19 di Ramadhan
apahabar.com

Religi

Misteri “Tongkat” Soekarno Terkuak, Ternyata Ulama Ini yang Memberinya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com