Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum AF Pertanyakan SPDP dari Kejari Tanbu di Praperadilan Besok, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Mulai Terapkan Tes GeNose Rancangan Van Der Pijl Mulai Bias, Sejarawan Kalsel Ingatkan Lagi Sejarah Kota Banjarbaru Triwulan I, Bank Kalsel Laporkan Laba Rp 121 Miliar Kuasa Hukum AF Tantang Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara

Belanda Mau Kembalikan Kepala Demang Lehman, Tapi Ada Syaratnya

- Apahabar.com Sabtu, 20 Maret 2021 - 21:42 WIB

Belanda Mau Kembalikan Kepala Demang Lehman, Tapi Ada Syaratnya

Demang Lehman. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Pemerintah Belanda mau mengembalikan kepala Panglima Perang Banjar, Demang Lehman, namun mereka mengajukan syarat.
Siapa Demang Lehman?

Demang Lehman adalah salah seorang Panglima Perang Banjar yang lahir pada tahun 1832. Perjuangan Demang Lehman di Tanah Borneo sangat menyulitkan Belanda, hingga dengan kelicikannya Belanda Berhasil menangkapnya dan menjatuhkan hukuman gantung melalui sidang Auditorium pada tahun 1864.

Usai digantung, kepala Demang Lehman dipenggal. Kepala tersebut dikabarkan disimpan di museum Belanda.

Kabar tersebut masih belum diketahui pasti, juga tentang di mana jasad sang pejuang ini dimakamkan.

Para cendikiawan di Kalimantan pun masih melacak dan mengembalikan kepala Demang Lehman ke Indonesia. Salah satu upaya mereka adalah melalui riset dan forum grup diskusi yang dilakukan oleh Lembaga Studi Dayak 21 di Fave Hotel Banjarmasin Km. 02 pada Jumat (19/3).

Para cendikiawan Kalimantan saat melakukan riset dan Forum grup diskusi di Fave Hotel Km. 2 Banjarmasin. Foto-Istimewa

Riset dan diskusi melibatkan para cendikiawan Kalimantan dari berbagai bidang di antaranya sejarawan, antropolog, peneliti, orang kesultanan, hingga dosen.

Dijelaskan oleh antropolog sekaligus ketua Lembaga Studi Dayak 21, Dr. Marko Mahin, MA pihaknya melakukan pelacakan jejak tengkorak Demang Lehman, dikarenakan selama ini dari data-data sejarah yang didapat oleh pihaknya, belum ada yang mengetahui di mana jasad dan kepala Demang lehman dikuburkan.

“Memang ada beberapa sepenggal informasi bahwa dibawa ke Belanda, lalu disimpan di Museum Anatomi Belanda di Leiden. Namun sampai sekarang tidak ada data primer yang bisa memverifikasi pendapat itu,” jelasnya.

Pada riset tersebut, telah membentuk Tim untuk melakukan pelacakan jasad dan tengkorak Panglima Perang Banjar yang diduga dimakamkan tanpa kepala.

Pembentukan tim tersebut untuk melakukan pengumpulan data-data yang ada serta mendatangi juriat-juriat (keturunan) nya.

“Kita mengumpulkan baik itu data tertulis, maupun dari katalog-katalog yang ada di museum anatomi di Belanda. Selain itu kita juga akan menurunkan Tim ke lapangan untuk melacak siapa keturunan beliau dan dimana jasadnya dimakamkan,” ucapnya.

Dr. Marko mengatakan jika pihaknya melakukan penelusuran nantinya menggunakan data dari wartawan Belanda yang sudah lebih dulu turun ke lapangan pada tahun 2019 lalu, data tersebut yang akan menjadi bahan penelusuran oleh pihaknya nanti.

“Oleh karena itu kita akan mengusahakan untuk mencarinya tidak hanya dari segi catatan sejarah, namun juga mengusahakan mencari keturunan beliau melalui media sosial dan cara-cara lainnya,” bibirnya.

Ketua Lembaga Studi Dayak21 mengatakan, jika pemulangan kepala Demang Lehman berhasil maka pihaknya tidak akan dimuseumkan, melainkan akan dimakamkan secara layak sebagaimana umumnya.

“Maka dari itu, bagian akhir dari riset kita ini, kami akan memastikan siapa ahli waris yang akan menerima jika sudah dipulangkan nanti. Kami tidak berharap tengkorak seorang pejuang yang sangat berjasa ini menjadi bahan pajangan, karena beliau adalah orang penting untuk tanah air kita,” ungkapnya.

Dr. Marko membeberkan, data yang telah didapat oleh pihaknya terkait dengan kepala Demang Lehman yang berada di Museum Anatomi Leiden tidak dipajang oleh pihak Pemerintah Belanda, melainkan hanya disimpan untuk saat ini.
“Hal tersebut dikarenakan dahulu kepala tersebut dan kepala lainnya digunakan

pihak sana sebagai kajian antropologi ragawi untuk membuktikan teori Darwin (Manusia berevolusi dari monyet). Jadi di sana tidak dipajang, namun masuk dalam daftar namun bukan barang pajangan atau barang pameran,” bebernya.

Di kesempatan tersebut, pihaknya berharap kepada masyarakat yang mengetahui terkait dengan keberadaan keturunan dari Demang Lehman agar sesegera mungkin mengabarkan kepada pihaknya.

Karena syarat dari pemulangan kepala Demang Lehman ke Indonesia dari Pemerintah Belanda adalah mereka harus mengetahui persis siapa yang menerima benda museum atau tengkorak Demang Lehman adalah ahli warisnya yang sah serta bisa diverifikasi keberadaan dan kebenarannya.

“Untuk mengetahui pasti kebenaran keturunan Demang Lehman ini, jika diperlukan tes DNA akan kita lakukan,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya mengharapkan kepada masyarakat agar memberitahukan kepada pihaknya jika mengetahui keturunan-keturunan dari Demang Lehman, hal tersebut sangat berguna untuk membantu mengembalikan tengkorak kepala Demang Lehman dan pengumpulan data sebanyak-banyaknya.

Dalam rapat tersebut, pihaknya bersepakat untuk melakukan beberapa tindak lanjut jangka pendek dan menengah, statement pendek 1 menit, menghadirkan Prof Helius Syamsuddin, menelusuri data primer dan katalog, melacak keberadaan makam jasad demang lehman, penelusuran zuriat atau keturunan, melacak senjata Demang Lehman di museum nasional serta Webinar untuk perluasan wacana.

Ditambahkan oleh Ketua Lembaga Kajian Sejarah, Sosial dan Budaya (SKS2B) Kalimantan serta Dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unlam Banjarmasin, Mansyur, M. Si mengatakan kegiatan tersebut adalah sebuat tindak lanjut dari program kerja dari Lembaga Studi Dayak 21 untuk pemulangan atau pengembalian barang-barang peninggalan Kesultanan Banjar dan masyarakat yang dibawa sebagai koleksi dan pajangan di museum-musium yang ada di Belanda.

Tak hanya itu, lelaki yang akrab disapa Sammy ini juga mengatakan kegiatan tersebut sangatlah penting karena dalam rangka pengembalian tengkorak Demang Lehman.

“Karena kepala Demang Lehman ini tidak hanya memiliki nilai-nilai budaya dan histori, namun juga banyak hal yang cukup mendukung dalam pengembalian tengkorak ini, karena itu kegiatan ini sangat perlu ditindak lanjuti,” jelasnya.

Terkait dengan keberadaan tengkorak Kepala Demang Lehman di Museum Anatomi Leiden Belanda, yang dijelaskan oleh Donald Tick sebagai sosok yang pertama kali mengabarkan keberadaan tengkorak tersebut.

Namun diungkapkan oleh Sammy pihaknya belum ada yang melihat secara langsung dari katalog online.

“Tapi Katalog online ini belum dikirim oleh Donald Tick,” ucapnya.

Terkait dengan pendanaan pengembalian tengkorak Demang Lehman ini akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah, namun pihaknya masih belum tahu melalui Dinas Sosial atau lainnya.

“Semoga ini Berjalan dengan lancar, karena mempercepat kembalinya tengkorak Demang Lehman, serata dapat diproses oleh masing-masing pemerintah, karena kita melibatkan dua pemerintahan (Belanda dan Indonesia, red),” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru
apahabar.com

Kalsel

Dilematis Wisata Susur Sungai: Dishub Larang Penumpang di Atap, Peminat Berkurang
apahabar.com

Kalsel

Mudik, 6.836 Orang Tinggalkan Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Hampir Setahun, Pencurian Handphone Karyawan BRI Tanjung Berhasil Diungkap
apahabar.com

Kalsel

Ditinggal Zakly, Posisi Kepala Dispora Kalsel Kosong
PT Smart

Kalsel

Duh, Belasan Karyawan hingga Bos PT Smart Tbk Kotabaru Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Penyandang Disabilitas Menerima Bantuan Saat Natal
apahabar.com

Kalsel

Polsek Satui Gencar Sampaikan Imbauan Terkait Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com