Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Bisa Tembus Ratusan Juta, Bonsai Endemik Kalimantan Dulu Hits Kini Pamer di Tabalong

- Apahabar.com Sabtu, 27 Maret 2021 - 14:12 WIB

Bisa Tembus Ratusan Juta, Bonsai Endemik Kalimantan Dulu Hits Kini Pamer di Tabalong

Bonsai Cucur Atap tanaman endemik Kalimantan turut dipamerkan oleh PPBI Tabalong, Minggu (27/3/2021). Foto - apahabar.com/Muhammad Al-Amin.

apahabar.com, TANJUNG – Upaya menarik minat masyarakat terhadap tanaman bonsai, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Tabalong memamerkan ratusan tanaman yang sempat hits di eranya.

Pameran yang digelar diparkiran Stadion Sarabakawa Pembataan, ini diikuti puluhan anggota PPBI Tabalong, Sabtu (27/3/2021).

Di antara ratusan tanaman bonsai yang dipamerkan, terdapat tanaman endemik Kalimantan yaitu bonsai Cucur Atap.

Ketua PPBI Kabupaten Tabalong, Rusman mengatakan, pameran bonsai ini digelar selama dua hari, berakhir Minggu (28/3/2021) besok.

Kegiatan ini bertujuan menarik minat warga Tabalong agar mengembangkan tanaman bonsai.

“Jumlah tanaman yang dipamerkan ada ratusan dengan puluhan jenis. Di antaranya, loa, kariwaya, waring, wahong,polantan, asam jawa dan murbei,” ujar Rusman kepada apahabar.com, Sabtu.

Rusman menyebutkan, membudidayakan bonsai sebenarnya mudah, yang penting sabar. Karena bonsai membutuhkan waktu yang lama, minimal dua sampai tiga tahun baru terlihat.

Tanaman bonsai ini, kata Rusman, jika betul-betul dirawat mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, lebih-lebih saat diikutkan dalam kontes dan juara. “Harganya bisa ratusan juta hingga lebih,” ungkap Rusman.

Menurutnya, harga tanaman bonsai lebih stabil ketimbang tanaman lain yang sempat booming. Hal itu karena tanaman bonsai dibentuk melalui proses dan seni, bukan dari pertumbuhan instan.

Namun, kata dia, perlu diketahui tidak semua pohon bisa dikerdilkan. Tanaman yang bisa dibonsai adalah tanaman yang berbatang keras, berumur panjang, dan daunnya bisa diperkecil.

Dalam pameran itu juga dikenalkan bonsai endemik Kalimantan yaitu Cucur Atap. “Untuk bonsai Cucur Atap ini merupakan tanaman endemik Kalimantan dan Kepulauan Bangka,” jelas Rusman.

Bonsai Cucur Atap termasuk yang sulit dibudidayakan. Setiap kali diambil dari alam, belum tentu hidup saat ditaruh ke pot. Untuk media tanamnya sendiri adalah pasir Malang.

“Harga bonsai sendiri tidak bisa diukur, yang jelas jika ada yang senang maka harganya akan mahal,” jelas Rusman.

Ditambahkan Rusman, rencananya pada Agustus tahun ini pihaknya akan menggelar kontes tanaman bonsai.

“Karena di Tabalong sudah ada PPBI maka bisa menggelar kontes, untuk jurinya juga sudah ada yang mempunyai sertifikat,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tabalong

Satlantas Polres Tabalong Kembali Bagikan Masker dan Stiker 3M+1T ke Pengguna Jalan
Vaksin Covid-19

Tabalong

Tiba di Tabalong, Ribuan Vaksin Covid-19 Tahap III Disuntikkan Mulai Besok
apahabar.com

Tabalong

Harga Mulai Merangkak Naik, Petani di Tabalong Semringah
PUPR

Tabalong

Jalan Desa Purui Jaro Ambrol, PUPR Tabalong Turun Tangan
apahabar.com

Tabalong

PT Wira Megah Profitamas Fogging Kendaraan Dinas Anggota Kodim 1008 Tanjung
apahabar.com

Tabalong

Makam Tokoh Penuntut Berdirinya Kabupaten Tabalong Diziarahi Sejumlah Pejabat
Operasi Yustisi

Tabalong

Belasan Warga di Upau dan Banua Lawas Tabalong Terjaring Operasi Yustisi
Amal Bakti Kemenag

Tabalong

Hari Amal Bakti Kemenag, Satlantas Polres HSU Atur Jalur Lalu Lintas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com