Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum AF Pertanyakan SPDP dari Kejari Tanbu di Praperadilan Besok, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Mulai Terapkan Tes GeNose Rancangan Van Der Pijl Mulai Bias, Sejarawan Kalsel Ingatkan Lagi Sejarah Kota Banjarbaru Triwulan I, Bank Kalsel Laporkan Laba Rp 121 Miliar Kuasa Hukum AF Tantang Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara

Blak-blakan, Kadinkes Banjarmasin Ungkap Biang Kerok Capaian Vaksinasi Lansia Rendah

- Apahabar.com Kamis, 18 Maret 2021 - 16:13 WIB

Blak-blakan, Kadinkes Banjarmasin Ungkap Biang Kerok Capaian Vaksinasi Lansia Rendah

Penyuntikan vaksin Covid-19 untuk lansia di Puskesmas Cempaka Banjarmasin, beberapa hari lalu. Foto-apahabar.com/dok

apahabar.com, BANJARMASIN – Capaian vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Kota Banjarmasin dinilai masih sangat rendah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi ungkap biang keroknya.

Secara blak-blakan, Machli menyebut, lantaran kurangnya sosialisasi dan mudahnya warga termakan informasi tidak benar atau hoaks soal vaksin.

“Banyak yang tidak tahu, apa manfaat vaksin. Kemudian informasi terkait hoaks vaksin yang tidak aman. Padahal, kita sudah melakukan vaksinasi sebanyak 25.000 dan aman. Ini yang perlu diluruskan,” ujarnya, Kamis (18/3/2021).

Lantas, bagaimana solusinya? Machli mengaku akan lebih masif melakukan sosialisasi kepada para penerima vaksinasi.

Perlu diketahui, Banjarmasin menerima tambahan vaksin Covid-19 tahap kedua. Jumlahnya 7.350 vial.

Rabu (17/3/2021) siang, vaksin itu datang dan langsung disimpan di UPT Instalasi Farmasi Dinkes Banjarmasin.

Sebelumnya, di awal Maret lalu, dalam vaksinasi tahap kedua, Kota Banjarmasin menerima 1.490 vial vaksin Sinovac. Artinya, jumlah vaksin yang diterima kini sebanyak 8.840 vial.

Kendati demikian, berdasarkan data komulatif per 16 Maret yang dirilis oleh Dinkes Kota Banjarmasin, capaian vaksinasi untuk lansia masih jauh dari harapan. Alias masih sangat sedikit.

Rinciannya, pada dosis pertama capaiannya sebanyak 6,58 persen. Sedangkan dosis kedua sebanyak 0,06 persen.

Kondisi sangat memprihatikan, mengingat kata Machli, vaksin yang datang kini bakal lebih diprioritaskan untuk lansia.

Vaksin untuk lansia sangat penting. Lantaran lansia memiliki risiko tinggi tertular Covid-19.

“Pembentukan antibodi para bagi para lansia itu sangat berbeda, bila dibandingkan dengan mereka yang masih muda dan produktif. Risiko kematian juga sangat tinggi bagi lansia,” jelasnya.

Kemudian, upaya yang dilakukan menurutnya juga sesuai dengan surat dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI.

“Khusus di Ibu Kota Provinsi, prioritas adalah lansia,” tambahnya.

Lantas, bagaimana dengan mereka yang berstatus pekerja atau pelayanan publik? Machli menegaskan bahwa tidak akan menyampingkan pekerja publik.

“Tapi hanya pembagian proporsi prioritas vaksin saja,” tutupnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pertamina

Banjarmasin

Harga Pertalite Setara Premium di Sulawesi, Kalsel Kapan?
Sepeda Motor Terbanyak

Banjarmasin

Zona Merah Mengancam, Banjarmasin Dicap Telat Tunda Sekolah
Banjarmasin

Banjarmasin

Belum 24 Jam, Mayat Kembali Gegerkan Banjarmasin Timur!
Aziz MK

Banjarmasin

Resmi, Kasus Dugaan Pemalsuan Bukti MK Naik Sidik di Polda Kalsel
Jelang Ramadan

Banjarmasin

Sehari Jelang Ramadan, Puluhan Pasangan Bukan Suami Istri Terciduk di Hotel Banjarmasin
meninggal

Banjarmasin

Pria Sebatang Kara di Banjarmasin Selatan Ditemukan Meninggal

Banjarmasin

PTM Banjarmasin Dimulai, Disdik Larang Siswa Pulang Sekolah Mampir ke Lain
sungai barito

Banjarmasin

Sempat Pamit Ke Pasar, Seorang Kakek Ditemukan Mengapung di Sungai Barito
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com