Salah Tulis, Perbaikan Plang Nama SDN di Banjarmasin Tunggu Dana BOS Cair Bawa Pesan Damai ke Ukraina-Rusia, Jokowi Dianggap Layak Raih Nobel Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Kawasan di Banjarbaru Tergenang Banjarmasin Terendam Lagi, Masyarakat Diminta Waspada Air Kiriman! Banjarbaru Terendam, Sejumlah Warga Dievakuasi

BNPT Sebut Bomber Gereja Katedral Makassar Berideologi Salafi Wahabi

- Apahabar.com     Selasa, 30 Maret 2021 - 19:46 WITA

BNPT Sebut Bomber Gereja Katedral Makassar Berideologi Salafi Wahabi

Dua pelaku terduga bomber Makassar. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Direktur pencegahan BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid mengungkap ideologi bomber di depan Gereja Katedral Makassar. Ideologi yang baru dianutnya itu disebut-sebut sangat mempengaruhi sosok berinisial L itu.

“Termasuk yang dilakukan Lukman ini, Lukman ini orang baik, orang sabar pelaku yang ngebom di Makassar. Tetapi karena dia berkenalan dengan ideologi salafi wahabi yang membid’ahkan, menyesatkan budaya tradisi-tradisi lokal keagaman yasinan, tahlilan,” kata Ahmad Nurwakhid seperti dilansir detik.com.

Sosok bomber Gereja Katedral Makassar itu disebut berubah kepribadiannya setelah mengenal paham ideologi salafi wahabi dan mengenal istrinya. Kepribadiannya yang awalnya penyabar dinilai berubah menjadi keras hingga menjadi teroris.

“Setelah kenal dengan seorang wanita yang kemudian jadi istrinya maka berubah karakternya, maka berubah sikapnya, berubah wataknya, yang tadinya hatinya sabar lembut berubah menjadi keras dan akhirnya menjadi teroris,” ungkapnya.

Akhmad Nurwakhid membebeberkan sosok tersebut dalam acara webinar Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial yang disiarkan di YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, Selasa (30/3).

Sebelumnya, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menyebut pasangan suami istri yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar merupakan kelahiran 1995. Boy menyebut mereka merupakan kaum milenial yang terpapar virus radikalisme.

“Karena teridentifikasi pelaku kelahiran tahun ’95, jadi inisialnya L dengan istrinya adalah termasuk tentunya kalangan milenial yang sudah menjadi ciri khas korban dari propaganda jaringan teroris,” ucap Boy, Senin (29/3).

Wanita berinisial YSF atau Dewi bersama suaminya, berinisial L, yang juga bomber Makassar, baru menikah sekitar 7 bulan lalu. Ibu kandung Dewi, EM, menyebut dia sudah jarang bertemu putrinya setelah menikah dengan L.

“(Menikah) 7 bulan lalu. (Kegiatan) jualan online, saya tahu dia jualan online dan suaminya yang antar makanan,” ujar ibu kandung Dewi, EM, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Senin (29/3).

Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, L dan YSF dinikahkan tersangka teroris lain.

“Saudara L dan YSF ini beberapa bulan yang lalu, tepatnya 6 bulan lalu, dinikahkan oleh Risaldi,” kata Sigit saat jumpa pers di Mapolda Sulawesi Selatan, Makassar, Senin (29/3).

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jenguk Wiranto, Ryamizard Doakan Cepat Sembuh
CPNS

Nasional

Dear CPNS, Jika Kelak Jadi PNS Ingat PP Nomor 94 Tahun 2021
apahabar.com

Nasional

ASN Hamil dan Lansia di Bogor Wajib Kerja dari Rumah

Nasional

Ini Ciri Orang yang Rentan Terinfeksi Varian Delta
Langgar PSBB Transisi

Nasional

Langgar PSBB Transisi, Polisi Tutup 19 Kafe dan Restoran di Jaksel

Nasional

Punya Potensi Besar, Wamendag Minta Indonesia Ekspor Game Online ke Luar Negeri
Lawan Covid-19

Nasional

Update Minggu 3 Oktober: Vaksinasi RI Tembus 52,68 Juta Orang

Nasional

Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2,2 Km ke Arah Kali Bebeng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com