Sadarkan Diri, Dokter Ungkap Kondisi Terkini Echa Si Putri Tidur Banjarmasin POPULER SEPEKAN: Waspada Air Pasang, Ambruknya Pasar Ujung Murung, hingga Viral Putri Tidur Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Buron Biang Tenggelamnya Polisi di Sungai Martapura Belum Ditemukan Panas Lagi, Laporan Bakul Denny Indrayana Berbalas Jadwal Imsakiyah

BPOM Ungkap Efek Samping AstraZeneca: Risiko Covid Lebih Tinggi

- Apahabar.com Jumat, 19 Maret 2021 - 20:26 WIB

BPOM Ungkap Efek Samping AstraZeneca: Risiko Covid Lebih Tinggi

Ilustrasi vaksin AstraZeneca. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Penularan dan kematian akibat Covid-19 disebut lebih tinggi setelah penggunaan vaksin AstraZeneca.

Juru Bicara Vaksinasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia mengakui vaksin AstraZeneca memiliki kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

“Saat ini angka kejadian Covid-19 global termasuk di Indonesia tinggi, sehingga walaupun pemberian vaksin dimungkinkan adanya KIPI. Namun risiko kematian akibat Covid-19 jauh lebih tinggi,” kata Lucia dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (19/3).

“Manfaat lebih besar dibandingkan risiko yang ditimbulkan, sehingga vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat mulai digunakan,” lanjutnya, dikutip dari CNN Indonesia.

Diketahui, KIPI merupakan sejumlah reaksi atau kondisi tubuh pasca-imunisasi, mulai dari efek samping ringan hingga alergi serius.

Lucia tak menampik bila penggunaan vaksin AstraZeneca sempat ditangguhkan di Indonesia usai ditemukannya dugaan kasus pembekuan darah di sejumlah negara Eropa usai pemberian vaksin kerjasama Oxford itu.

Namun demikian, Lucia menegaskan Badan Kesehatan Dunia (WHO) maupun Otoritas Obat Eropa (EMA) menyimpulkan bahwa pembekuan darah merupakan kejadian medis yang sering dijumpai dan merupakan penyakit kardiovaskuler nomor tiga terbanyak berdasarkan data global.

“Namun tidak ditemukan bukti peningkatan kasus ini setelah penggunaan vaksin covid-19 AstraZeneca,” kata dia.

Terpisah, Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan penggunaan AstraZeneca diperbolehkan karena dalam masa darurat pandemi Covid-19.

“Dalam masa kedaruratan pandemi vaksin yang tersedia adalah vaksin terbaik. Untuk digunakan pemerintah harus menggunakan berbagai macam merk vaksin covid-19,” kata Nadia dalam Konferensi Pers di Youtube FMB9ID_IKP, Jumat (19/3).

Sebagaimana diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa vaksin AstraZeneca haram karena mengandung babi. Meski demikian, AstraZeneca tetap digunakan karena dalam masa darurat pandemi Covid-19.

Nadia juga mengklaim dewan Islam di seluruh dunia telah memperbolehkan penggunaan vaksin hasil kerjasama dengan Oxford itu.

“Vaksin AstraZeneca ini juga sudah disetujui lebih dari 37 negara di seluruh dunia termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Mesir, Aljazair, Maroko, serta banyak dewan Islam di seluruh dunia telah menyatakan sikap bahwa vaksin ini diperbolehkan untuk digunakan,” kata dia.

Pihaknya juga meyakini bahwa vaksin AstraZeneca telah melalui uji klinis sehingga penggunaannya baik untuk manusia. Ia juga menekankan AstraZeneca sudah terdaftar dalam Emergency Use Listing atau daftar penggunaan darurat milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Di samping itu sudah ada izin penggunaan darurat oleh BPOM, dan efikasi vaksin AstraZeneca ini melebihi standar WHO, artinya produk ini sudah pasti dijamin keamanannya,” ujar Nadia.

Sebelumnya, BPOM hari ini resmi mengizinkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Sementara Komisi Fatwa MUI menyatakan vaksin AstraZeneca yang bakal digunakan untuk program vaksinasi pemerintah haram sebab mengandung unsur babi dalam pembuatannya.

Namun demikian, Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin Abdul Fatah mengatakan itu tetap diizinkan karena berbagai pertimbangan, seperti angka kesakitan dan kematian Covid-19 di Indonesia yang masih cukup tinggi, hingga keterbatasan ketersediaan vaksin.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bentrok dengan TNI, Polda: Tiga Anggota Polri Meninggal
apahabar.com

Nasional

Habibi, Gembong Narkotika asal Pelaihari Terancam Membusuk di Penjara
apahabar.com

Nasional

Rindu, Ifan Seventeen Cium Nisan Dylan
Izin BPOM

Nasional

Belum Kantongi Izin BPOM, Mengapa Vaksin Covid-19 Didistribusikan?
apahabar.com

Nasional

Catatan Akhir Tahun 2019 PWI: Tegakkan Independensi dan Profesionalisme Pers
apahabar.com

Nasional

Kondisi Terkini Ani Yudhoyono Stabil, AHY: Mohon Doa Kesembuhan
apahabar.com

Nasional

Mbah Moen Wafat, Jokowi: Beliau Gigih Soal NKRI
apahabar.com

Nasional

Penerimaan CPNS 2019, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Cari 727 Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com