GeNose C-19 Sangat Sensitif, Hindari Hal Ini Sebelum Lakukan Tes! Mei 2021, Tes GeNose C-19 Resmi Diberlakukan di Banjarmasin Hasil Tes Covid-19 Rawan Dipalsukan, Begini Tindakan Tegas KKP Banjarmasin Petugas Gabungan Belum Temukan Bocah SD Tenggelam di Sungai Tabalong Tanding Ulang Pilgub Kalsel, Ketika Ulama Jadi Corong Politikus

BPS Buka Data RI Impor Beras Ratusan Ribu Ton di 2020, Bulog Beri Klarifikasi

- Apahabar.com Senin, 29 Maret 2021 - 16:52 WIB

BPS Buka Data RI Impor Beras Ratusan Ribu Ton di 2020, Bulog Beri Klarifikasi

Ilustrasi beras. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Perum Bulog mengklarifikasi impor beras yang masuk ke Indonesia sejak 2020. Keberadaan beras produksi perusahaan asing itu disebut sebagai beras khusus.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menjelaskan beras khusus tersebut tidak diimpor pemerintah, namun, dilakukan oleh perusahaan swasta. Beras itu diperuntukkan bagi kepentingan atau kebutuhan bisnis swasta.

“Memang Bulog selama tiga tahun ini tidak pernah impor, toh kalau memang ada evaluasi dari data BPS, kalau ada beras masuk, itu adalah beras khusus. Untuk rekan-rekan pahami, beras khusus ini ada untuk kebutuhan khusus di antaranya praja monica, itu hanya untuk kepentingan khusus, untuk kebutuhan restoran yang bersifat khusus. Jadi bukan Bulog yang impor, tapi itu swasta,” ujar Budi Waseso dikutip dari okezone.com, Senin (29/3/2021).

Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis adanya impor beras sebanyak 356.286 ton. Impor tersebut dilakukan sejak Januari-Desember 2020. Dari data tersebut, impor paling banyak berasal dari Pakistan yakni sebesar 110.516 ton atau senilai USD41,51 juta.

Kedua, impor beras asal Vietnam dengan total sebanyak 88.716 ton atau setara USD51,1 juta. Angka ini tergolong lebih mahal dibandingkan Pakistan.

Ketiga, Thailand dengan jumlah impor mencapai 88.593 ton. Angka itu setara dengan USD76,3 juta atau lebih mahal dari beras impor asal Vietnam. Sedangkan impor beras lainnya berasal dari sejumlah negara seperti Myanmar dan India. Secara akumulatif, nilai impor beras sepanjang 2020 mencapai USD195,4 juta.

“Seperti apa yang disampaikan Pak Presiden (Jokowi), kita bahwa beliau kemarin menyampaikan bahwa selama tiga tahun ini kita tidak pernah impor,” tutur Buwas sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Buwas menegaskan selama tiga tahun menjabat sebagai dirut Bulog, persoalan yang ada di internal perusahaan pelat merah itu cukup tertangani. Salah satunya perihal impor beras. Penanganan impor beras sendiri didasari pada produksi petani yang diyakini mampu memenuhi kebutuhan atau cadangan beras pemerintah (CBP).

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Brunei Darussalam Resmi Terapkan Hukuman Rajam Mati dan Amputasi
apahabar.com

Nasional

Desak Kemenag Gunakan Rupiah Untuk Haji 2019
apahabar.com

Nasional

Jelang Debat Cawapres: Sandiaga Janji Santun, Ma’ruf Amin Menyesuaikan Durasi
apahabar.com

Nasional

Besok Ada Gerhana Matahari, di Kalsel Puncaknya Pukul 16.25
apahabar.com

Nasional

Dekan FKUI: Hipoksia Akibat Kabut Asap Sebabkan Kerusakan Organ Tubuh
apahabar.com

Nasional

Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Banjir Boalemo
apahabar.com

Nasional

Kisah Hidup Nunung, Dari Panggung Hiburan Hingga Terjerat Narkoba
apahabar.com

Nasional

Ribuan Kuota Disiapkan Kemenristekdikti untuk Dosen, Berminat?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com