Program Ramadan YN’S Center Berlanjut, Panitia Undang Peserta Tadarus dari Kabupaten Banjar Kabar Duka, Politisi Senior PKB Kalteng HM Asera Tutup Usia Keren! Al-Mazaya Islamic School Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi Covid-19 POPULER SEPEKAN: Polisi Tewas Tenggelam di Sungai Martapura, hingga 2 Kasus Kriminalitas di Hulu Sungai Wakil Ketua DPRD HST Kecelakaan di Angkinang, Mobil Ringsek Parah!

BPS: Nilai Tukar Petani Turun Tipis pada Februari 2021

- Apahabar.com Senin, 1 Maret 2021 - 16:20 WIB

BPS: Nilai Tukar Petani Turun Tipis pada Februari 2021

Ilustrasi - Sejumlah buruh tani menyiapkan benih padi sebelum ditanam di area persawahan Paccinongang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Foto-Antara/Arnas Padda/yu/aww

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Februari 2021 sebesar 103,10 atau turun tipis sebesar 0,15 persen dibandingkan NTP Januari 2021.

“Dan kalau kita lihat per subsektor, ada dua subsektor yang mengalami penurunan NTP. Pertama adalah tanaman pangan, kedua adalah peternakan,” kata Suhariyanto saat menggelar konferensi pers virtual di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (1/3/2021) .

NTP Tanaman Pangan mengalami penurunan 0,84 persen, sehingga pada Februari 2021, angkanya di bawah 100 yakni 99,21.

Hal tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan, sementara indeks yang dibayar petani mengalami peningkatan sebesar 0,26 persen.

“Penurunan harga yang diterima petani ini terjadi karena terutama adanya penurunan harga gabah, karena sudah banyak daerah yang memasuki masa panen,” ujar Suhariyanto.

Kemudian untuk NTP Peternakan, angkanya mengalami penurunan 0,33 persen, karena indeks harga yang diterima petani turun 0,17 persen dan indeks harga yang dibayar naik 0,17 persen.

“Komoditas yang paling dominan memengaruhi penurunan indeks harga yang diterima petani ini adalah penurunan harga ayam ras, daging, dan telur yang menyebabkan terjadinya deflasi pada Februari 2021,” ungkap Sihariyanto.

NTP adalah indeks perbandingan harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jangan Khawatir, Erick Thohir Pastikan Vaksin Covid-19 Aman dan Halal

Nasional

ETLE Resmi Diluncurkan, Tilang Elektronik Bidik 10 Jenis Pelanggaran
Abu Janda

Nasional

Dugaan Rasisme, Abu Janda Datangi Bareskrim
apahabar.com

Nasional

Musim Pancaroba, Nelayan Wajib Waspada Gelombang Tinggi
apahabar.com

Nasional

Sosok Empat Caleg Terindikasi Money Politics di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Berdesak-desakan, Presiden Jokowi Naik KRL dari Stasiun Tanjung Barat ke Bogor
apahabar.com

Nasional

Transaksi Alipay Dukung Pariwisata Bali Berkualitas
apahabar.com

Nasional

Lengsernya Edy Sebagai Ketua KPU Kalsel, Ini Kata Sarmuji
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com