Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Bursa Saham Regional Naik, IHSG Ditutup Melemah Tipis

- Apahabar.com Selasa, 16 Maret 2021 - 17:36 WIB

Bursa Saham Regional Naik, IHSG Ditutup Melemah Tipis

Ilustrasi - Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (16/3) sore ditutup melemah tipis.

IHSG melemah di tengah naiknya bursa saham regional.

IHSG ditutup melemah 14,56 poin atau 0,23 persen ke posisi 6.309,7. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,02 poin ke posisi 943,11.

“Hasil neraca perdagangan Indonesia per Februari yang lebih rendah dari ekspektasi yakni 2,01 miliar dolar AS, menyebabkan pergerakan IHSG masih berada di zona merah,” kata Analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (16/3).

Di sisi lain, lanjut Nafan, minimnya data makroekonomi domestik yang memberikan dampak positif turut mempengaruhi pelemahan IHSG.

Pelaku pasar juga tengah menanti hasil keputusan penetapan tingkat suku bunga acuan, baik dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) maupun dari Bank Indonesia (BI).

“Adanya pengumuman US retail sales maupun US core retail sales yang diprediksikan melemah merupakan sentimen negatif tambahan bagi indeks. Selain itu, ada kekhawatiran terkait dengan perkembangan mutasi Virus Corona,” ujar Nafan.

Dibuka menguat, IHSG cukup fluktuatif pada sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 1,68 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer dan sektor transportasi dan logistik masing-masing 0,72 persen dan 0,69 persen.

Sedangkan empat sektor terkoreksi dengan sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 1,68 persen, diikuti sektor energi dan sektor keuangan masing-masing minus 0,72 persen dan minus 0,69 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp257,22 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.253.456 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,82 miliar lembar saham senilai Rp 11,16 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 293 saham menurun, dan 154 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 154,12 poin atau 0,52 persen ke 29.921,09, Indeks Hang Seng naik 193,93 poin atau 0,67 persen ke 29.027,69, dan Indeks Straits Times meningkat 3,45 atau 0,11 persen poin ke 3.102,29.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Per Januari 2020 Inflasi Kalsel 0,31 Persen, Ini Komoditas Penyumbangnya
apahabar.com

Ekbis

Industri Manufaktur Kalsel per Quarter Tumbuh Positif di Triwulan III 2019
apahabar.com

Ekbis

Harga CPO di Kalbar Capai Rp 8.8878,72
apahabar.com

Ekbis

Hipmi Siap Minimalisir PHK di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Gila! Logo Sponsor Terkecil di Motor Rossi Senilai Rp2,5 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Cak Imin Lobi Kroasia untuk Bantu 16 Juta Buruh Kelapa Sawit Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Penjual Belungka Batu Ketiban Berkah Ramadan

Ekbis

Akhir Pekan, Rupiah Stagnan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com