Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Deteksi Covid-19, Pemkot Samarinda Gunakan GeNose

- Apahabar.com Rabu, 17 Maret 2021 - 21:03 WIB

Deteksi Covid-19, Pemkot Samarinda Gunakan GeNose

Wali Kota Samarinda Andi Harun saat mencoba GeNose untuk mendeteksi Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, SAMARINDA – Kota Samarinda merupakan kota yang memiliki kasus Covid-19 tertinggi kedua di Kaltim, setelah Balikpapan. Tentu berbagai upaya telah dilakukan dalam menekan kasus Covid-19 maupun pencegahan.

Bahkan keseriusan Pemkot Samarinda dalam menekan kasus terlihat dengan didatangkannya alat skrining Covid-19 yang menggunakan pernapasan alias GeNose.

Bertempat di Anjungan Karammumus Balai Kota, Selasa (16/3), Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Rusmadi Wongso menjadi orang pertama yang menggunakan alat tersebut.

Pada penggunaan alat tersebut, Andi Harun dan Rusmadi terlihat menarik napas dan mengembuskan ke kantung napas, selang beberapa menit hasilnya langsung keluar, dan keduanya dinyatakan negatif dari Covid-19.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pemeriksaan dengan menggunakan GeNose akan dilakukan secara gratis. Namun untuk keperluan tertentu tetap harus membayar dengan harga murah, dan alat tersebut akan digunakan di Rumah Sakit Inche Abdoel Moeis dan puskesmas yang melayani skrining.

“Kita akan gratiskan untuk keperluan tracing, dan di luar dari itu harus membayar tapi harganya murah” kata Harun.

Penggunaan GeNose nantinya menjadi tahapan pertama dalam skrining Covid-19. Ketika hasil skrining menunjukkan positif maka akan dilanjutkan swab antigen.

“Nanti ditempatkan di UGD dan Poli, setiap pelayanan di Rumah Sakit Abdoel Moeis alurnya GeNose dulu, kalau positif pemeriksaanya di tingkatkan ke Swab Antigen,” jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih.

Ismed menjelaskan sesuai dengan program kerja 100 hari kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda alat tersebut tidak hanya ditempatkan di RSUD IA Moeis namun akan ditempatkan di puskesmas puskesmas yang zona merah kasus Covid-19.

Sementara itu, Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr Syarifah Rahimah menyampaikan untuk uji coba ini pihaknya mendatangkan 2 unit alat GeNose.

“Kami datangkan bertahap, dua unit dulu karena harus menjalankan uji fungsi dahulu,” sebutnya.

Diketahui, GeNose ini merupakan alat pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gajah Mada (UGM) dengan metode embusan napas. Alat itu akan menganalisis partikel volatile organic compound (VOC) yang dikeluarkan penderita Covid-19 saat bernapas.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Dewan Kaltim: Pemerintah Harus Serius Tangani Jalan Trans Kalimantan
apahabar.com

Kaltim

Rapat Kerja Nasional Forsesdasi 2019, Meiliana: Persiapan Sudah 80 Persen
Samarinda

Kaltim

Mr X Ketiga Teridentifikasi Juga Korban Ledakan Kapal di Samarinda
Polisi

Kaltim

Polisi Terapkan Restorative Justice, Pencuri Gerobak di Balikpapan Bebas
apahabar.com

Kaltim

Izin Usaha Kaltim Masih Dominan Sektor Pertambangan
apahabar.com

Kaltim

Penajam Paser Utara Ajukan Ribuan Formasi CPNS
covid-19 balikpapan

Kaltim

Kasus Covid-19 Balikpapan Tertinggi di Kaltim, Gubernur: Itulah Nasib

Kaltim

Habis Telponan, Mr X Tergeletak Tak Bernyawa di Pinggir Jalan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com