Bawa Sayur, Pengendara Motor di Balikpapan Tewas Tabrak Truk Kontainer Parkir Percepat Perubahan di Tanbu, Zairullah Kembali Rombak Pejabat Struktural Cuaca Kalsel Hari Ini, Hampir Seluruh Wilayah Cerah Berawan Dana BOS Gencar Disosialisasikan, Berikut Pesan Kadisdik Kapuas Pernah Cekcok, Warga LAS HST Nekat Bacok Rekan Sekampungnya

Dewan Kalsel Sosialisasikan Perda Budaya dan Kearifan Lokal di Tapin

- Apahabar.com Sabtu, 27 Maret 2021 - 20:41 WIB

Dewan Kalsel Sosialisasikan Perda Budaya dan Kearifan Lokal di Tapin

Suasana sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 Tahun 2017 oleh anggota Komisi IV DPRD Provinsi. Foto-Sandy/apahabar.com

apahabar.com, RANTAU – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel sosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 Tahun 2017, tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal di Kabupaten Tapin.

“Menarik, makanya saya angkat tentang budaya banua dan kearifan lokal. Karena ada khasnya khususnya budaya di Tapin seperti Bakuntau, itu sudah mendunia,” ujar Wahyudi Rahman, anggota Komisi DPRD Kalsel.

Ia mengatakan, untuk ke depannya setelah melakukan sosialisasi perda nomor 4 tahun 2017, dirinya siap untuk memfasilitasi hal tersebut.

“Saya siap memfasilitasi, apalagi kawan-kawan sudah terbentuk 28 group atau komunitas yang ada di Tapin,” ucapnya, Sabtu (27/3).

Wahyudi berjanji akan menyampaikannya aspirasi penggiat seni dan budaya di Tapin ditingkat provinsi. Dan dirinya berikan saran, seharusnya setiap daerah ataupun Kabupaten bisa memberikan identitas budaya.

“Bangunan-bangunan atau pintu masuk tiap Kabupaten kota bisa menunjukkan identitas budaya di daerahnya masing-masing. Akan kita bawa aspirasi ini ke DPRD Kalsel. Untuk terkait infrastruktur tata ruang, nanti kita koordinasi dengan kawan kita di Komisi III,” ujarnya.

Mantan Ketua Gerakan Lestari Seni Budaya Tapin Benny Ashadi dalam sosialisasi itu mengatakan, faktanya di lapangan, bahan pembelajaran dalam buku buku seni budaya khususnya di Kalsel terlalu umum.

Tidak terfokus dengan kebudayaan dan kesenian lokal, hal itu menurutnya akan berdampak kepada pengetahuan para siswa tentang jati diri daerahnya.

“Setiap guru saat ini berusaha berinisiatif mengenalkan seni dan kebudayaan daerah di luar buku pelajaran,” ujar Benny Ashadi.

Terpisah, Praktisi Budaya Tapin, Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tapin baru saja mengajukan Perda kearifan lokal kepada pemerintah daerah.

“Semoga saja disetujui oleh Tapin 1 (Bupati Tapin). Salah satu sasaran Perda itu juga untuk pembentukan Desa Adat masyarakat Dayak di Kecamatan Piani,” ujar Ibnu, tokoh Kebudayaan Tapin.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Begini Kondisi Terkini Kakek Viral Berlumuran Darah di Landasan Ulin Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Gereja Bethel Indonesia Kembali Beroperasi
apahabar.com

Kalsel

Haul Guru Sekumpul, Ratusan Warga Jejali Rumah Bupati Tapin
apahabar.com

Kalsel

Jelang Tutup Tahun, BPBD Banjarmasin Malah Terima ‘Order’ Evakuasi Sarang Tawon
Reward

Kalsel

Dinilai Berprestasi, 4 Anggota Dapat Reward dari Kapolres HSU
apahabar.com

Kalsel

Bupati Tala Larang Perayaan Hari Valentine
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Kalsel Keluarkan Maklumat Cegah Karhutla, Sanksi Hingga Rp 15 Miliar
apahabar.com

Kalsel

Usai Ditangkap, Piton-Piton di Banjar Langsung Diborong Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com