Mei 2021, Tes GeNose C-19 Resmi Diberlakukan di Banjarmasin Hasil Tes Covid-19 Rawan Dipalsukan, Begini Tindakan Tegas KKP Banjarmasin Petugas Gabungan Belum Temukan Bocah SD Tenggelam di Sungai Tabalong Tanding Ulang Pilgub Kalsel, Ketika Ulama Jadi Corong Politikus Kadinkes Kalteng: Sertifikat Vaksin Bukan untuk Syarat Perjalanan

Didistribusikan ke 6 Provinsi di Indonesia, Kalsel Tak Dapat Jatah AstraZeneca

- Apahabar.com Rabu, 24 Maret 2021 - 17:57 WIB

Didistribusikan ke 6 Provinsi di Indonesia, Kalsel Tak Dapat Jatah AstraZeneca

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah Indonesia mendistribusikan vaksin AstraZeneca ke 6 provinsi. Dari 6 provinsi tersebut, Kalimantan Selatan termasuk Banjarbaru tak dapat jatah vaksin tersebut.

“Kalsel dan khususnya kita di Banjarbaru, tidak mendapat distribusi vaksin ini. Enam provinsi yang didistribusikan menurut pusat, yakni DKI Jakarta, Bali, NTT, Kepulauan Riau, Maluku dan Sulawesi Utara,” beber Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza.

Mirza bilang belum ada informasi ihwal vaksin ini bakal didistribusikan ke Banjarbaru atau tidak. Namun yang jelas, sejauh ini katanya, vaksin yang digunakan hanya dari Sinovac.

“Untuk Banjarbaru selama ini, sudah tiga kali kita dapat distribusi vaksin baik untuk nakes atau pelayan publik semuanya adalah Sinovac, tidak ada vaksin lain termasuk AstraZeneca,” katanya.

Ke depan, Mirza tak mau berandai-andai apakah kebagian vaksin jenis lain atau tidak. Yang jelas katanya sekarang pihaknya fokus dengan upaya vaksinasi yang sedang berlangsung.

“Kita belum tahu apakah ada vaksin lain (selain Sinovac) atau tidak. Dari pemerintah pusat maupun provinsi tidak ada menginformasikan lagi,” tuntasnya.

Sebagai informasi, sejauh ini kurang lebih baru ada 4.739 Orang yang divaksin di Banjarbaru. Semuanya meliputi vaksin untuk kloter nakes dan pelayan publik. Angka ini secara persentase baru 2-3 persen dari total jumlah penduduk Kota Banjarbaru.

Untuk diketahui, dari penjelasan MUI, dalam vaksin asal Inggris, AstraZeneca ini terdapat kandungan babi di dalamnya.

Meski demikian, vaksin tetap didatangkan sebanyak 1,1 juta dosis, dan mulai didistribusikan. MUI juga menegaskan bahwa vaksin ini boleh disuntikkan karena dalam keadaan darurat.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Banjarbaru

Amankan Suara, HMJ Bekali Saksi TPS
PPKM Mikro

Banjarbaru

PPKM Mikro Diperpanjang, Banyak Kafe di Banjarbaru yang Nakal
Covid-19

Banjarbaru

Kebagian 3.920 Vial, Vaksinasi Covid-19 Banjarbaru Sesuai Jadwal
Diskominfo

Banjarbaru

1 ASN Meninggal karena Covid-19, Diskominfo Banjarbaru Gelar Swab Antigen Massal
apahabar.com

Banjarbaru

Audiensi Bersama Bulog, Pemkot Banjarbaru Tertarik Produksi Beras Bervitamin
Banjarbaru

Banjarbaru

Masa Tugas Berakhir, Pjs Wali Kota Banjarbaru Sampaikan Salam Perpisahan

Banjarbaru

Manusia Gerobak Mulai Bermunculan Jelang Ramadan, Begini Sikap Pemkot Banjarbaru
Wisata

Banjarbaru

Mulai Besok, Wisata Dadakan di Liang Anggang Ditutup!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com