Waspada, Hujan Berpetir dari Kaltim hingga Kalteng Imbas Siklon Surigae Geger! Wanita Hampang Kotabaru Tewas Bersimbah Darah Didatangi Dinkes, 5 RS di Banjarmasin Langsung Bayar Tunggakan Darah Kebakaran di Tapin, Rumah dan Kendaraan Hangus Dilalap Api Dikira Tenggelam, Buron Biang Tewasnya Polisi di Sungai Martapura Ditangkap!

Dituntut Keluarga Pasien, Kabid Layanan RSDI Banjarbaru Angkat Bicara

- Apahabar.com Rabu, 31 Maret 2021 - 16:26 WIB

Dituntut Keluarga Pasien, Kabid Layanan RSDI Banjarbaru Angkat Bicara

Pasien RSID Banjarbaru yang mendapatkan pelayanan tidak mengenakan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Keluarga Rasyidah, pasien yang menjalani perawatan di RSID Banjarbaru menyesalkan sanksi yang dijatuhkan pihak Komite Medik.

Sanksi berupa teguran terhadap dokter yang menangani putrinya, dinilai keluarga pasien sangat tidak adil. Sebab putrinya tak dapat pelayanan yang semestinya selama tiga hari di ruang rawat inap RSDI Banjarbaru.

“Kami tidak puas dengan hasil sidang komite medik, tidak ada efek jera,” ujar orang tua pasien Rasyidah kepada apahabar.com, Selasa (30/3) malam.

Hasil putusan sidang Komite Medik, menurutnya jauh dari yang diharapkan keluarga pasien.

“Kami adalah pihak yang dirugikan, sedangkan dokternya hanya ditegur, sepertinya tidak ada sanksi yang bisa menjadi efek jera bagi yang bersangkutan,” tambahnya.

Untuk itu, Rasyidah menuntut permintaan maaf RSDI Banjarbaru secara resmi dan dimuat di lima media cetak.

“Demi kebaikan bersama, kami menuntut pihak rumah sakit dan dokter yang bersangkutan minta maaf melalui 5 media cetak di Kalimantan Selatan,” pungkas Rasyidah.

Menanggapi tuntutan keluarga pasien, Kabid Layanan RSD Idaman Banjarbaru dr Ani Rusmila angkat bicara.

Katanya, benar pihaknya menerima surat tuntutan resmi dari keluarga pasien terkait permohonan maaf RSDI Banjarbaru yang harus dimuat di lima media cetak.

Namun Ani menjelaskan, pihaknya memproses pengaduan itu sesuai alur yang ada di unit pengaduan.

“Ada mekanisme sendiri yang dilakukan oleh komite etik dan hukum RS untuk menangani kasus ketidakpuasan pasien terhadap layanan, dan kasus ini sudah saya limpahkan ke komite,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya oleh apahabar.com, pasien rawat inap akibat tabrak lari mobil tangki bernama Frisda Alwin (26) warga Buntok Kalimantan Tengah, tidak mendapatkan penanganan dari dokter di RSDI Banjarbaru.

Menurut pengakuan pasien, sejak kejadian tabrak lari mobil tangki di dekat Bundaran Masjid Agung Al Munawwarah yang menimpanya pada Kamis (25/3) siang, ia langsung dibawa ke RSDI Banjarbaru.

Lalu masuk ruang inap pada hari itu juga hingga Sabtu (27/3), namun tidak mendapatkan penanganan yang semestinya dari pihak rumah sakit.

Menurut Frisda, ia dan temannya, Arni, saat berada di IGD, langsung difoto dan cek laboratorium, karena punggungnya sakit.

Karena itu, ia pun harus rawat inap, dan harus menunggu tindak lanjut dari dokter ortopedi.

“Pukul 9 malam, masuk ke Ruang Nuri Kelas 1 A3. Namun, selama 3 hari di sini, dokter ortopedi sama sekali tidak pernah visite ke ruangan pasien,” ujarnya kepada awak media, beberapa waktu lalu.

Bahkan, katanya perawat yang memeriksa dan menyuntiknya, baru mengetahui bahwa pasien adalah korban laka lantas.

“Mereka mengira saya adalah pasien pasca operasi melahirkan,” ujar Frisda.

Karena tidak ada penanganan yang semestinya, ia pun beberapa kali meminta pulang, tetapi selalu disuruh menunggu visite dokter ortopedi yang tidak jelas kedatangannya.

Keluarga Frisda saat bertanya ke ruang perawat, terkait siapa nama dokter orthopedi yang menangani frisda? para perawat di sana bahkan tidak tahu nama dokternya.

“Apakah memang seperti ini SOP pelayanan RS Idaman Banjarbaru?,” ujar keluarga.

Ironisnya, pasien pun tidak mengetahui pasti hasil rontgent dan hasil laboratorium dari pihak rumah sakit.

“Hingga Sabtu (27/3) siang, kami disuruh menebus resep obat yang sama persis dengan hari sebelumnya, padahal dokter ortopedi yang dijanjikan belum pernah sama sekali visite,” tutupnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dr Heru, Pejuang Medis Banjarmasin yang Wafat Diduga Tertular OTG

Kalsel

Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Kalsel Dimajukan
apahabar.com

Kalsel

Bupati Tabalong Terima Penghargaan dari Menteri Kesehatan

Kalsel

Reses, Paman Yani Dapati Warga Kotabaru yang Belum Nikmati Listrik 24 Jam
apahabar.com

Kalsel

Penuh Haru, Andin Sofyanoor Diangkat Anak Habib Abdurrahman
apahabar.com

Kalsel

Dua Kru Kapal Asal Banjarmasin Positif Covid-19 di Batam
apahabar.com

Kalsel

Dua Siswi di Balangan Ngajar Mengaji demi Bersekolah
apahabar.com

Kalsel

Perwira Polisi Kotabaru Ikut Bantu Pembangunan Masjid Yazidatul Ula
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com