Kuasa Hukum AF Minta Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara AnandaMu Dihentikan, Kasus SARA Ustaz HA Berlanjut ke Polisi! Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum AF Pertanyakan SPDP dari Kejari Tanbu di Praperadilan Besok, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Mulai Terapkan Tes GeNose Rancangan Van Der Pijl Mulai Bias, Sejarawan Kalsel Ingatkan Lagi Sejarah Kota Banjarbaru

Duel Dewa Kipas Vs Irene, Profil Pecatur Chelsie asal Balikpapan Curi Perhatian Warganet

- Apahabar.com Selasa, 23 Maret 2021 - 21:57 WIB

Duel Dewa Kipas Vs Irene, Profil Pecatur Chelsie asal Balikpapan Curi Perhatian Warganet

Chelsie Monica komentator catur Dewa Kipas vs GM Irene Sukandar. Foto: Istimewa via Voi.id

apahabar.com, BALIKPAPAN – Dalam ajang pertandingan ekshibisi catur antara Dewa Kipas vs Grand Master Wanita (WGM) Irene Kharisma pada Senin (22/3) yang disiarkan langsung di Youtube Deddy Corbuzier rupanya warganet salah fokus (salfok) dengan sang komentator.

Ya, Chelsie Monica Ignesias Sihite membuat penonton kagum dengan paras ayu dan kecerdasannya dalam mengomentari jalannya pertandingan tersebut.

Bahkan di kolom komentar channel Deddy Corbuzier tersebut banyak yang penasaran siapa sosok Chelsie ini. Rupanya Chelsie merupakan pemain catur profesional yang telah meraih berbagai gelar nasional maupun internasional.

Lantas, siapa sih Chelsie Monica dan bagaimana kiprahnya dalam pertandingan catur yang dijalaninya?

Ya, Chelsie lahir di Balikpapan pada 2 November 1995. Kecintaannya terhadap catur bermula lantaran ia sering melihat ayahnya bermain catur di depan rumah bersama rekannya.

Hanya berbekal melihat ayahnya bermain ia pun dapat menirukan cara bermain sang ayah dan bahkan jago hingga lama kelamaan ia pun mulai serius menggeluti catur.

Di Balikpapan sendiri nama Chelsie sempat menggelegar lantaran mengalahkan banyak pecatur handal bahkan pernah meladeni 10 orang pecatur sekaligus dalam satu deret meja.

Chelsie pun mulai berkarier pada 2003, di mana saat itu ia mengikuti kejuaraan catur tingkat dasar. Setahun setelah itu ia mulai mengikuti ajang tingkat nasional dan pada 2005 mengikuti kejuaraan dunia.

Dari sini Chelsie mendapat beasiswa di Sekolah Catur Utut Adianto setelah berhasil meraih juara di World School Chess Championship di Singapura pada 2008 silam.

Sejak dari sini prestasi demi prestasi terus diraihnya. Hingga akhirnya anak bungsu dari 3 bersaudara ini berhasil mendapatkan gelar Women International Master (WIM) pada Asean+ Age Group Chess Championship di Tarakan, Kalimantan Utara.

Lalu setahun setelahnya ia mendapatkan norma Grandmaster pertamanya di Istanbul Turki.

Tujuh tahun setelahnya Chelsie berhasil mendapatkan norma Woman Grand Master (WGM) keduanya di Yogyakarta pada turnamen Japfa Women Grand Master tahun 2019.

Hingga Maret tahun 2021 ini Chelsie terdaftar di situs resmi Federation Internationale des Echecs (FIDE) atau Federasi Catur Dunia dengan nomor kode 7101198 dan memiliki rating 2.252.

Meski begitu wanita asal Kota Minyak ini sempat memutuskan mundur dari skuat Kaltim maupun Balikpapan pada 2017. Alasan ia memilih mundur lantaran tidak menerima bantuan dari KONI Balikpapan maupun Kaltim.

Peraih medali perak bagi Kaltim di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat ini menjelaskan jika sejak PON di Jawa Barat tersebut berakhir bantuan tak lagi diterimanya.

Chelsie sempat mendapat sorotan publik di Balikpapan lantaran seakan melupakan apa yang sudah diberikan para pemerhati olahraga baik di Balikpapan maupun Kaltim.

Bagaimana tidak, karir Chelsie bersinar berkat tangan dingin para pelatih yang telah membesarkannya di kota kelahirannya yakni Balikpapan.

Alasan KONI Balikpapan saat itu adanya defisit anggaran yang dialami daerah sehingga memaksakan dana bantuan belum diberikan. Meski begitu, keperluan sekolah dan lainnya.

Pasca-dirinya menjadi komentator pertandingan Dewa Kipas vs Irene Kharisma Sukandar namanya mendadak jadi perbincangan.
Tak hanya di kolom komentar Youtube Deddy Corbuzier saja, akun instagramnya pun banjir follower dan komentar. Paras cantiknya membuat netizen klepek-klepek dibuatnya. Hingga kini, banyak yang tak menyangka bahwa Chelsie merupakan pecatur dengan segudang prestasi.

Berikut sejumlah catatan prestasi Chelsie di dunia catur:

– Juara 2 ASEAN Age Group Chess Championship di Muangthai 2005

– Juara 2 di 6th World School Chess Festival di Singapura 2006

– Juara 2 ASEAN Age Group Chess Championship di Indonesia 2006

– Juara World School Chess Championship di Singapura 2008

– Juara ASEAN Age Group Girl Under-16 di Filipina 2011

– Juara 1 Turnamen Catur Piala Gubernur Chelyabinsk, Rusia, 2011

– Juara 1 Sea Games di Myanmar 2013

– Juara 3 Asian Indoor Martial Art Games di Korea Selatan 2013

– Juara 3 Asian Indoor Martial Art Games di Turkmenistan 2017

– Juara 2 Sea Games di Filipina 2019

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Positif Covid-19, Iker Lecuano Kembali Lewatkan MotoGP Valencia
apahabar.com

Sport

Jelang MotoGP AS: Dovizioso dan Rossi Akui Marquez Rajanya Austin, Tapi…
apahabar.com

Sport

Bakri dan Rifa’i Menjadi yang Terbaik di apahabar.com Futsal Tournament 2019
apahabar.com

Sport

Ingin Habisi Jacksen di Barito, Ini yang Bakal Diterapkan Pelatih Kalteng Putra
apahabar.com

Sport

Usai Diimbangi Persija U-20, Abunawas Tekankan Barito U-20 Tetap Sportif
apahabar.com

Sport

Lawan Makedonia Utara, Shin Tae-yong Ubah Formasi Timnas U-19, Live Mola TV dan NET TV

Sport

Segel Kemenangan atas Prancis lewat Panenka Indah
apahabar.com

Sport

Shin Tae-yong Panggil Tiga Pemain Barito Putera Hadapi Thailand dan UEA
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com