Percepat Perubahan di Tanbu, Zairullah Kembali Rombak Pejabat Struktural Cuaca Kalsel Hari Ini, Hampir Seluruh Wilayah Cerah Berawan Dana BOS Gencar Disosialisasikan, Berikut Pesan Kadisdik Kapuas Pernah Cekcok, Warga LAS HST Nekat Bacok Rekan Sekampungnya Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan

Dukung Pembelajaran Tatap Muka, Dinkes Banjarmasin Segera Gelar Vaksinasi untuk Guru

- Apahabar.com Jumat, 19 Maret 2021 - 16:03 WIB

Dukung Pembelajaran Tatap Muka, Dinkes Banjarmasin Segera Gelar Vaksinasi untuk Guru

Ilustrasi vaksinasi. Foto-Ist

apahabar.com, BANJARMASIN Menjelang penerapan pembelajaran tatap muka di Banjarmasin, vaksinasi untuk para guru dinilai penting.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi, ikut mendukung digelarnya pembelajaran tatap muka dengan menyiapkan vaksinasi khusus untuk tenaga pendidik.

“Sasaran vaksinasi tahap pertama ini 500 guru dulu, sesuai dengan ketersediaan vaksin yang dimiliki Dinkes,” ungkapnya.

Dia bilang proses pembelajaran tatap muka dikhususkan bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP.
Machli Riyadi menilai pembelajaran via daring tidak efektif dan berpotensi merugikan pelajar.

“Kalau menunggu pandemi Covid-19 ini berakhir, maka sekolah tidak akan pernah buka dan anak kita akan jadi bodoh semua,” ujarnya.

Belum lagi pengawasan pada anak juga minim. Para orang tua, kata dia, tidak bisa mengawasi sepenuhnya ketika anaknya berselancar di dunia maya.

“Kita tidak tahu dia (anak didik) berselancar di sosmed ke mana-mana, membaca dan melihat apa yang tidak pantas dikonsumsi anak usia sekolah,” katanya.

Oleh karena itu, dia mendorong vaksinasi untuk tenaga pendidik harus segera dilakukan demi mewujudkan pembelajaran tatap muka.

Dia menjelaskan jumlah guru yang sudah terdata di Dinkes sebagai penerima vaksin sebanyak 5 ribu orang. Pada vaksinasi tahap pertama, akan ada 10 persen dari 5 ribu guru yang akan divaksin.

“Kita akan lanjutkan lagi nanti saat vaksin datang pada termin berikutnya,” ujarnya.

Lantas, apakah vaksinasi pertama bisa menjamin tidak terjadi penularan Covid-19 saat pembelajaran tatap muka pada 22 Maret mendatang?

Machli menjelaskan pembentukkan antibodi di tubuh manusia melalui penyuntikan vaksin memerlukan waktu 14 hari.

“Walau begitu, saat pembelajaran tatap muka dilakukan, mereka (guru dan siswa) tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti wajib bermasker dan protokol kesehatan lainnya,” imbuhnya.

Ia menilai tidak perlu ada kekhawatiran terjadinya penularan virus.

“Sepanjang protokol kesehatan tetap dijalankan secara disiplin dan ketat maka tidak perlu ada kekhawatiran,” tegasnya.

Machli menargetkan program vaksinasi untuk guru bisa selesai dalam hitungan bulan.

“Tapi target vaksinasi guru ini sesuai dengan kebijakan pemerintah dan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Termasuk jika pembelajaran tatap muka ini dibuka secara keseluruhan, maka Juli semua guru kita harapkan sudah tervaksin sesuai dengan ketersediaan vaksin yang kita miliki,” tutupnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

30 Artefak Rasul di Banjar, Prof Manan Jamin Asli
PDI Perjuangan Kalsel Serahkan APD ke RSUD Ulin

Kalsel

PDI Perjuangan Kalsel Serahkan APD ke RSUD Ulin  
apahabar.com

Kalsel

5 Daerah di Kalsel Waspada Hujan Lokal di Siang Hari
apahabar.com

Kalsel

Alat RT-PCR Banjarmasin Akhirnya Tiba, Simak Targetnya
apahabar.com

Kalsel

Terjunkan Ratusan Personel, Basarnas Banjarmasin Siap Kawal Lebaran 2019
apahabar.com

Kalsel

Duh, Belasan PSK Kembali Terjaring di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

PSBB Jilid II Hari Ke-4, Masih Banyak Ditemukan Pelanggaran
aphabar.com

Kalsel

Duh, Ibu di Banjarmasin Tengah Tega Jadikan Putrinya Budak Seks!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com